FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
2 hari kemudian


__ADS_3

2 hari telah berlalu.


Asih, Yasmin, dan Mumut, mereka terlihat kompak untuk membuat Asih menjadi seseorang yang berpendidikan dan berilmu.


Dari belajar bahasa Inggris, Asih juga belajar banyak hal yang pastinya akan bermanfaat untuk kedepannya.


Selama dua hari ini, Raka dan Asih masih seperti biasa. Asih akan bangun pagi dan menyiapkan sarapan. Setelah Raka pergi, dia baru akan keluar untuk membersihkan rumah.


Di sebuah mall, Asih, Yasmin dan juga Mumut sangat bersemangat untuk menghabiskan uang suami mereka. Sebenernya ini bukan hobi Mumut, tetapi dia juga terdorong melakukan ini karena sangat bersemangat untuk membuat menantunya menjadi yang terbaik.


Apakah kalian penasaran bagaimana penampilan Asih saat ini.


Yah, Asih kini telah banyak berubah secara fisik. Perawatan memang membuat wajah seseorang lebih terlihat fres dan segar.


Di sisi lain. Raka udah seperti biasa. Dia bekerja dengan sangat khusyuk dan terlihat tidak lagi memikirkan soal Angel. Bahkan Raka secara pribadi telah menyingkirkan foto Angel yang selalu ada di atas meja kerjanya. Dia menggantikannya foto keluarga di pernikahannya. Sebenarnya, Raka ingin memajang foto Asih, tetapi dia malu. Jadi dia memilih foto pernikahannya bersama keluarga besar supaya tidak terlalu terlihat gimana gitu.


Di dalam Lift, terlihat Laras sedang bersama dengan beberapa karyawan wanita lainnya.


Terlihat para karyawan itu menatap sinis ke arah Laras tetapi tidak memiliki keberanian untuk menyerangnya secara langsung.


"Eh, kalian tau gak. Azab bagi seorang wanita yang menggoda suami orang," ucap salah satu karyawan itu berniat untuk menyingung Laras.


Laras hanya tertawa dalam hati dan membiarkan mereka berulah.


"Mati di makan buaya. Iya! Soalnya aku pernah liat sendiri. Seorang sekretaris menggoda bosnya yang sudah beristri. Mereka jalan-jalan di danau dan pelakor itu di serang dengan buaya!" sahut wanita lain.


"Waah.. ngeri sekali ya. Aku sih amit-amit dah, kaya udah gak cowok lain saja!" timpal wanita lainnya.


Laras, dia tidak marah dan malah ingin tertawa terbahak-bahak mendengar obrolan para karyawannya yang mengatai dirinya.


Andai Laras juga mengatakan jika dirinya adalah anak dari pemilik perusahaan ini dan adik dari Raka, pastilah wajah para karyawati ini akan langsung memucat.


Ketika pintu lift terbuka. Laras keluar dan meninggalkan para wanita itu. Sebelum pintu tertutup, Laras pun berkata.


"Ah, saya akan selalu mengingat wajah-wajah ini," ucap Laras membuat para wanita itu tertawa dan tidak takut dengan ancaman Laras.


Andai bukan karena sedang berada di kantor. Para wanita itu pasti akan menyerang Laras. Tapi peraturan yang harus membuat mereka menahan diri.


....


Di Sidney, Yuma terlihat termenung di dalam apartemennya. Dia sesekali melirik ponselnya berharap Alone akan menghubungi dan meminta maaf kepadanya. Tapi, sudah dua hari ini Alone tidak juga mengabarinya membuat Yuma yakin jika Laras dan Alone pasti kini sudah menjalin hubungan.

__ADS_1


"Aaaaa.... Jahaaaaaat ...!" teriak Yuma mengumpat sambil mentoyol-toyol Poto Alone.


"Dasar pria menyebalkaaaaaaaan! Bagaimana dia bisa semudah ini, aaaaaaaa.....! Kakak Rakaaa, bunuh saja pria satu ini kak. Dia benar-benar membuat hatiku merasa sangat lelah," seru Yuma menahan sesak di dada.


TING...TONG...


TING...TONG...


suara bel apartemen Yuma berbunyi membuat Yuma berfikir. Siapa malam-malam begini bertamu. Dia tidak memiliki teman wanita yang akrab dan juga tidak memesan apapun.


Yuma dengan perlahan membuka pintu apartemen dan betapa terkejutnya Yuma ketika melihat wajah tampan Alone berada di depan pintu sembari membawa bunga dan boneka.


"Hay..!?" sapa Alone tersenyum. Ketika Alone akan masuk, Yuma tiba-tiba membanting pintu dengan sangat kuat.


JEDUK!


Alone pun terpantuk pintu dengan sangat kuatnya membuat Alone langsung meringis.


Bahkan terlihat kening Alone pun berdarah karena di pintu luar Yuma terdapat sebuah gandulan jimat tolak balak.


Mendengar Alone meringis, Yuma pun mencoba membuka pintu dengan perlahan. Sungguh jantung Yuma ingin copot ketika dia melihat dan mendengar suara Alone.


Mata Yuma melebar ketika melihat sang kekasih mulai berdarah-darah..


Singkat cerita, kini Alone pun akhirnya mendapatkan perawatan dari Yuma.


Beruntung lukanya tidak terlalu dalam. Hanya tergores sedikit saja, tetapi Alone bersikap seolah-olah dia sangat kesakitan. Jelas itu hanya aktingnya saja supaya Yuma mencemaskan dirinya.


"Apakah ini sakit? Maafkan aku, sungguh aku tidak sengaja," ujar Yuma dengan mata yang berkaca-kaca.


Alone, dia menatap wajah yang terlihat seperti sangat lelah.


"Apakah kamu akhir-akhir ini tidur dengan baik?" tanya Alone.


Yuma paham jika pernyataan itu adalah pancingan.


Yuma pun langsung sewot dan membuang muka.


Melihat itu, Alone pun tersenyum dan memeluk Yuma dari belakang.


"Meksi ada seribu wanita seperti Laras, aku hanya akan memilih dirimu, sayang," bisik Alone membuat Yuma merasa geli. Tapi diam-diam Yuma tersenyum mendengar pengakuan Alone.

__ADS_1


"Apakah kamu yakin?", tanya Yuma.


"Hanya wanita seperti Laras. Tidak ada apa-apa di bandingkan dengan mu sayang. Percayalah."


"Apa kamu bilang. Saudariku hanya wanita yang begitu saja!" hardik Yuma kesal.


Alone mengerutkan keningnya.


"Apa! Jadi, Laras adalah sudaramu?" tanya Alone terkejut. Dia baru mengetahui hal ini. Dia pikir Laras hanyalah sekertaris Raka saja..


Yuma menganggukkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya.


"Maafkan aku, sayang. Sungguh aku tidak tahu. Selama ini mereka bersikap profesional. Seperti hanya Bos dan bawahan saja," sahut Alone.


"Iya, soalnya dia tidak semanja itu, sepertiku," jawabnya sendu.


"Tapi aku suka. Caramu, manjamu, senyum mu, aku suka semua tentang dirimu," ucap Alone mampu membuat pipi Yuma memerah seketika.


"Iiihh.. gombal deh. Oya, apakah beberapa hari ini kamu gak ngabarin aku karena ingin memberi kejutan ini?" tanya Yuma.


Alone, dia mengangguk dan mengeluarkan sebuah cincin cantik untuk Yuma.


"Maukah kamu menikah denganku?" ucap Alone langsung to the poin.


Yuma pun ternganga dan menutup mulutnya. Sungguh dia tidak menduga jika Alone akan secepat ini melamar dirinya.


Alone tidak perlu menunggu jawaban Yuma karena dia sangat yakin jika Yuma akan menerima dirinya.


"Apakah kamu suka?" tanya Alone.


"Iya, aku suka, suka sekali sayang!" sahut Yuma yang langsung memeluk Alone dengan erat.


Alone pun membalas pelukan Yuma dengan lembut. Perlahan, Alone menatap wajah yang sangat dia rindukan itu.


Merasa tidak sabar, akhirnya Yuma pun langsung mencium bibir Alone dengan gesit. Alone tersenyum dalam hati. Dia tidak percaya jika Yuma akan seagresif itu.


Kiss sweet pun berlangsung sangat lama. Tanpa mereka sadari, kini mereka telah berada di atas ranjang.


Mereka saling kiss dengan sangat hangat, sampai akhirnya Alone menghentikan perbuatan mereka.


"Yuma, ini belum saatnya. Meski aku sudah tidak tahan, tetapi aku masih bisa mengontrolnya. Kita harus meminta izin kak Raka dulu dan barulah aku akan mempersiapkan pelaminan yang megah untukmu," ucap Alone membuat Yuma menangis haru.

__ADS_1


Akhirnya, mereka pun tidur dengan nyenyak tanpa melakukan apapun. Sungguh Alone hanya ingin memperlakukan Yuma layaknya sebuah berlian. Dia tidak akan menjebol gawang sebelum waktunya.


__ADS_2