
Yuma yang terlihat asyik berfoto langsung terdiam membeku setelah mendapatkan kabar dari Laras.
"Tidak! apa yang kamu katakan Laras!?" teriak Yuma yang terlihat sangat terkejut.
"Alone kecelakaan Yuma. Belum tahu pasti keadaanya sekarang," jelas Laras.
Tanpa menunggu lama, Yuma pun langsung berlari dari kamarnya dan menghampiri semua orang yang sedang terlihat serius menatap Raka yang sedang menerima telpon dari seseorang.
"Kakak! apa yang terjadi dengan Alone!?" tanya Yuma tiba-tiba membuat semua orang melirik ke arahnya.
"Yuma?" Raka terkejut melihat Yuma yang sudah menangis tersedu-sedu.
"Maaf kak, aku tidak sengaja memberi tahu Yuma." Laras terlihat sangat ketakutan.
"Laras! bagaimana kamu bisa memberi tahu soal ini kepada Yuma. Kakak kan sudah bilang untuk tidak memberi tahu Yuma dulu!" sentak Raka.
"KAKAK!" Yuma berteriak. "Apa kakak berniat mau membohongi Yuma!?Hiks... Hiks...!"
"Yuma, tenangkan dirimu sayang?" Mumut mencoba memeluk sang putri. "Raka, apa sudah jelas Alone di bawa ke rumah sakit mana?" tanya Mumut.
"Iya, ibu. Mereka membawa semua korban kecelakaan ke rumah sakit kita. Paman Jaka yang menangani mereka," jelas Raka.
Yuma benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Bahkan semua ini terlihat seperti halusinasinya, sampai akhirnya Yuma tidak sadarkan diri.
"Yuma!" Mumut memegangi Yuma yang mulai terkulai lemas.
__ADS_1
Raka yang melihat sang adik pingsan langsung bergegas untuk membopongnya ke dalam kamarnya.
Raka juga memeriksa Yuma untuk memastikan jika dia baik-baik saja.
"Dia hanya syok mendengar semua ini. Sebaiknya biarin Yuma istirahat dulu," jelas Raka. "Aku akan kerumah sakit untuk memastikan," lanjutnya.
"Mas, aku ikut ya?" tanya Asih.
"Kamu di sini aja dulu istirahat. Jangan ikut begadang untuk menjaga Yuma. Kamu harus istirahat juga. Apa kamu mengerti!?" ucap Raka memperingati sang istri.
Laras yang dari awal gak suka sama Asih terlihat berdecak sinis ke arah Asih yang mendapatkan perhatian dari Raka.
Raka, Yuda dan Pangeran bergegas untuk kerumah sakit di mana Alone dan keluarganya di rawat.
"Alone!?" Raka langsung menghampiri Alone.
"Kak Raka? Hiks... Hiks...Kak Raka!"
"Apa yang terjadi Alone?" tanya Raka.
"Supir yang membawa mobil papah dan mama tiba-tiba terkena serangan jantung. Lalu dia tidak sengaja menabrak mobil yang ada di depannya. Aku yang tidak fokus juga tidak sengaja menabrak mobil yang dibawa mama dan papaku. Semua terjadi begitu sangat cepat!" jelas Alone dengan tersendu-sendu.
"Tapi kamu tidak papakan? Terus kayak mana sama kedua orang tuamu?" tanya Raka.
"Aku tidak papa, kak. Tapi mama sama papa terluka parah. Bahkan supir kami tewas di tempat!"
__ADS_1
"Inalilahi. Alone, sebaiknya kita beroda bersama-sama untuk keselamatan kedua orang tuamu." Yuda mencoba untuk menenangkan Alone.
"Bagaimana dengan Yuma? apa dia tahu soal kecelakaan ini?" tanya Alone yang sangat mengkhawatirkan Yuma.
"Dia pingsan ketika tahu kabar ini," sahut Pangeran.
"Maafkan aku. Sungguh maafkan aku!? Malam ini seharusnya kita semua dapat bahagia bersama, tapi aku malah mengacaukan segalanya!" Alone tertunduk tidak berdaya.
"Alone, ini bukan salah kamu. Kecelakaan ini siapa yang menginginkan? semua ini sudah takdir. Tenangkan dirimu, dan sebaiknya luka mu di obati dulu," ucap Yuda.
"Tidak, om. Aku baik-baik aja," tolak Alone.
Raka tanpa menunggu persetujuan langsung mengambil kotak obat dan mulai mengobati luka Alone.
"Kak, aku sungguh tidak papa," tolak Alone halus.
"Diamlah. Biar aku obati luka mu ini." Raka langsung mengobati luka Alone.
Berita di tv langsung menyebarkan tentang kecelakaan beruntun di lampu merah.
Dari terkaman CCTV terlihat sangat jelas dan mengeringkannya kecelakaan itu.
Tidak hanya mobil, bahkan ada pengendara motor yang tertabrak oleh mobil yang di kendarai orang tua Alone.
Karena kecepatan tinggi, akhirnya mobil itu menyapu beberapa kendaraan di depannya setelah sang supir pingsan akibat terkena serangan jantung mendadak.
__ADS_1