FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Minta kawin(Yuma)


__ADS_3

Di ruangan keluarga, Paula terlihat sangat gugup untuk bersanding dengan Sarah. Mau bagaimana pun, Sarah adalah mantan suaminya.


"Paula, kedatangan saya adalah untuk meminta maaf secara resmi kepadamu. Maafkan atas sikap Laras sudah keterlaluan itu. Aku jadi merasa gagal menjadi ibu mendengar kelakuannya yang seperti itu kepadamu. Kamu tenang saja Paula, aku dan Pangeran tidak akan pernah bersama lagi, aku sudah memiliki suami di sana. Jadi tidak mungkin aku kembali kepada Pangeran," ujar Sarah dengan sangat tulus.


Berangsur-angsur hati Paula pun merasa lebih tenang mendengar pengakuan dari Sarah.


"Tidak papa, Sarah. Aku mengerti bagaimana perasaan Laras. Dia pasti sangat ingin melihat keluarganya kembali kompak. Hem, sebenarnya aku tidak masalah jika memang kamu mau rujuk lagi dengan mas Pangeran. Tapi sayang, kamu sudah menikah ya?" ujar Paula penuh ketegaran ketika mengatakan itu.


Sarah pun tersenyum.


"Paula, meskipun aku belum menikah, aku tidak mungkin kembali dengan Pangeran."


"Loh, kenapa?"


"Kok kenapa? Ya karena sudah ada kamu. Aku sangat bersyukur istri Pangeran adalah kamu. Wanita baik seperti kamu," ujar Sarah.


"Jika aku mati!?" tanya Paula membuat semua orang yang hanya diam mendengarkan mereka berbicara langsung mendelik.


"Sayang, apa maksud kamu berkata seperti itu!?" tanya Pangeran merasa tidak suka.


"Mas, aku cuma tanya. Namanya hidup kita kan tidak tau," ujar Paula menjelaskan.


"Paula, kamu jangan berkata seperti itu ya. Aku yakin kalian akan menua bersama, seperti Papah dan Mamah," ujar Sarah sembari memeluk Nenek Ratu.


"Sudah-sudah. Masalah ini sudah selesai, salah paham sudah di luruskan. Bagaimana jika makan siang, yuk?" ajak Nenek Ratu mencoba untuk mencairkan suasana.


Di meja makan. Yah, mungkin karena lagi temu kangen, jadi nenek Ratu sangat memperhatikan Sarah.


Pangeran yang melihat ada sedikit arti cemburu dari Paula pun mencoba untuk bersikap romantis.


"Sayang, aku suapin ya?" ujar Pangeran.


"Nggak, mas. Aku gak papa."


"Aku bisa merasakannya, jika anak kita ingin aku untuk menyuapi mamanya," ujar Pangeran.


"Apa! Paula hamil!?" tanya Sarah terkejut.


"Iya, Sarah," jawab Pangeran.


"Waw! Ini benar-benar keajaiban. Usia kita sudah tidak muda, tapi kamu masih bisa hamil. Aa... Selamat untuk mu ya, Paula," ujar Sarah Antusias.


"Iya, terima kasih Sarah." Paula memaksakan senyumnya. Karena Sarah tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya.


******


Di sisi lain ....


Yuma, Raka dan Asih terlihat dengan asyik menyantap makanan yang telah di buat oleh Raka.

__ADS_1


"Kak..?"


"Hemm.?"


Yuma terlihat sangat ragu untuk menjelaskan.


"Ada apa, katakan!?"


"Hehe... Tidak jadi," ujar Yuma.


"Harus, jadi!"


"Em.. kakak... Em...."


"Yuma, ada apa to? Kamu melakukan kesalahan Yo? Makannya gugup gitu?" ujar Asih yang juga penasaran.


"Aku masih belum tau ini kesalahan apa bukan. Tapi sepertinya sih bukan, karena ini adalah pilihan aku," jelas Yuma.


"Cepet katakan!" Raka mulai sudah tidak sabar.


Yuma meletakan sendok dan minum air putih yang sangat banyak supaya bicaranya bisa lancar.


Raka dan Asih antusias bersiap untuk mendengarkan. Bahkan, Raka sudah menyiapkan jari jentik nya untuk menjitak kening Yuma.


"KAKAK AKU MAU BERHENTI KULIAH DAN MENIKAH SAJA!" ujar Yuma dengan cepat. Sampai sini, Yuma masih belum berani untuk membuka matanya, dia sedang siap-siap untuk menerima jitakan dari sang kakak.


Setelah beberapa saat Yuma menunggu, tapi dia masih tidak merasakan jitakan itu.


Lalu.....


CTAKH....!" Raka pun langsung menjitak adiknya ketika dia membuka mata.


"Au.. kakaaaaak!"


Di sisi lain, ternyata Mumut dan Yasmin pun datang kerumah Raka. Tidak di sangka mereka juga akan mendengar pengakuan Yuma.


Yasmin yang melihat tingkah ponakannya langsung tersenyum. Di diri Yuma, dia seperti melihat cerminan dirinya di waktu masih muda.


Rela apapun demi sang kekasih.


Ketika Raka akan mengomeli adiknya..


"My princessssss, swety honey...!" sahut Aunty Yasmin berlari ke arah Yuma.


"Aunty Yasmin,?"


"Kamu tau, aunty akan mendukung kamu. Kamu tidak perlu menunggu persetujuan mereka. Aunty yang akan menanggung biaya pernikahan kamu. Kamu tenang saja, kita ini adalah Arjuna versi wanita, kita harus mengejar cinta sejati meskipun harus membelah langit dan bumi!"


"Aaaaaaa..... Auntyyyyyyyy.... Thanks you so so so much. Lope lope Aunty full pokoknya. Emuuach!" Yuma pun sangat antusias dengan persetujuan Yasmin.

__ADS_1


Raka dan Mumut hanya bisa memijat kepala mereka yang pusing di buat Yasmin dan Yuma.


"Yuma, mau nikah sama siapa?" tanya Asih membuka mata.


"Ah, sebentar!" Yuma pun mengambil ponselnya dan memperlihatkan gambar Alone yang sangat tampan.


"Waaah, guanteng banget, Yuma. Bibirnya, merah, laki kok lipstikkan ya?" ujar Asih.


"Kakak ipar, dia gak lipstikkan. Memang bibirnya merah alami. Daaaan, rasanya itu manis sekali!" Yuma langsung menutup mulutnya.


Raka dan Mumut pun memasang mata elang kepada Yuma.


Yasmin yang tidak mau ponakannya ini di terjang habis pun langsung mencoba mencairkan suasana.


"Ah, sweety, tidak papa, jaman sekarang tidak heran. Oya, apakah Alone sudah siap menikah?" tanya Yasmin.


Yuma pun kembali bersemangat mendapatkan dukungan dari Yasmin.


"Ya dong Aunty ... Alone datang di Sidney untuk melamar Yuma? Aunty, tau!? Alone sangat bertanggung jawab, meski kita sudah berciuman panas, tetapi Alone tidak mau menyentuh Yuma, kata dia Yuma adalah berlian yang harus di jaga!"


"Alone nginap di kamar Yuma?" tanya Asih.


"Ho'oh, kak! Ups!" Yuma pun kembali menutup mulutnya.


Kini, Yasmin pun hanya bisa menutup wajahnya. Sedangkan Raka dan Mumut, di mata Yuma mereka sudah membawa parang yang siap menebas nyali Yuma.


"Panggil Dia kesini!" ujar Raka penuh penekanan.


"Ta..tapi kak?" Yuma terlihat sangat takut. Dia merutuki mulutnya sendiri kenapa bisa keceplosan sejauh itu.


"Bawa dia kesini atau kakak yang akan menyeretnya ke sini!" Ancam Raka.


"Oke.. oke... Yuma akan telpon dia," ujar Yuma ketakutan.


"Mas Raka ini kenapa to marah-marah sama Yuma. Orang mau nikah, mau melakukan ibadah kok di marahi. Lagian Yuma ini udah cukup umur, mas!" ujar Asih mencoba menasehati Raka.


"Benar itu!" sahut Yasmin membela.


Mumut pun sudah tidak tahan lagi.


"Asih... Yasmin... Ini bukan soal Yuma yang mau menikah. Tapi ini soal Yuma yang sudah tidur dengan pria lain padahal belum menikah!"


"Tapi.. kak...!" Yasmin mencoba untuk membela Yuma lagi.


"Stop! Aku tidak mau dengar lagi kalian membela Yuma. Bagaimana jika Yuma hamil di luar nikah, itu memalukan keluarga, tau gak!" ujar Mumut.


"Mamah, Yuma gak melakukan itu kok. Cuma ciuman sama bobok bareng aja. Gak ngapa-ngapain. Sumpah!"


"Diam kamu Yuma! Masih berani membela diri ya!" sentak Mumut emosi.

__ADS_1


Bagaimana tidak, hamil di luar adalah hal yang paling Mumut takutkan. Dia sangat trauma dengan kejadian yang pernah dia alami dulu.


__ADS_2