FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Ambyaar


__ADS_3

Singkat cerita, ini adalah hari perayaan pernikahan Raka dan Asih. Terlihat Asih yang sangat senang dan bersemangat melihat dirinya sendiri di cermin.


"Ya Allah Gusti, aku cantik juga ya. Hehehe .." Asih memuji dirinya sendiri.


Dari belakang Yasmin terlihat berlari kecil.


"Asih, ada yang ingin bicara dengan kamu, nih!" ucap Yasmin.


"Siapa Onti!?"


Yasmin pun memberikan ponselnya kepada Asih.


"Haaay ... kakak ipar! Ya tuhan, kamu cantik sekali. Hmm,, aku sangat senang akhirnya kak Raka menikah juga. Tidak masalah jika aku tidak hadir, yang terpenting adalah kakak aku mendapatkan kebahagiaannya. Kakak ipar, aku titip kakak aku ya, aku sangat yakin jika kakak ipar adalah wanita baik, karena kakak ipar adalah wanita pilihan Aunty Yasmin. Aku sangat percaya jika Aunty Yasmin tidak akan pernah salah memilih!" cerocos Yuma.


"Oh, njeh mbak. Insyaallah, saya akan menjaga suami saya. Jika saya tidak menjaga suami saya nanti, bisa-bisa saya dipecat dan tidak gajih, hehehe!" sahut Asih dengan polos.


"Ya tuhan, kakak ipar ternyata polos sekali. Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengan kakak ipar dan menjahili kakak ipar, hehehe!" Yuma tahu apa maksud Asih karena sebelumnya Yasmin sudah menceritakan semuanya. Bagaimana Asih mau di jodohkan hanya karena akan di bayar dua juta saja.


"Saya, kita sudah dulu ya. Acara akan segera dimulai," sahut Yasmin.


"Baik Aunty, salam untuk semuanya!" Yuma langsung menutup telfon. Setelah telpon tertutup, Yuma sesegukan sendirian. Sungguh ini adalah kabar yang sangat membuatnya sakit hati. Karena dia tidak dapat menghadiri acara pernikahan kakaknya yang sangat ia sayang.


"Kakak, berbahagialah!" gumam Yuma mencoba menegarkan diri. Kini, Yuma semakin mandiri di negeri orang untuk meraih ilmu.


.....


Raka nampak sangat tampan di hari pernikahannya.


Asih yang memiliki paras Alami, sangat cocok disandingkan dengan Raka yang kebule-bulean.


Mumut tak kuasa menahan air matanya ketika anaknya telah resmi meminang gadis lain.

__ADS_1


Demi Raka, Mumut dan Pangeran sama-sama bersatu untuk duduk disanggah sana karena acara sungkeman akan dimulai.


Yuda dengan lapang dada mengizinkan Istrinya bersanding dengan mantan suaminya demi Raka. Yuda sangat percaya jika Istrinya sangat mencintai dirinya.


Berbeda dengan Paula yang sedari awal masih memburu kepada Mumut. Dia nampak tidak senang kekompakan Pangeran dan Mumut. Tetapi, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Say, jangan pikir yang aneh-aneh. Kakak ipar tidak akan pernah tergoda oleh pria lain. Percayalah pada suamimu juga," bisik Yasmin mencoba meyakinkan sahabatnya.


"Tapi Yasmiiin!"


"Say, bukankah kamu juga tahu bagaimana Mumut itu. Dia selama ini telah berjuang demi anak-anaknya. Ini adalah hari terbahagianya, semua kepahitan yang dia alami selama ini, apakah pantas jika kita selalu saja menyalahkan dia!?" ucap Yasmin.


Paula pun akhirnya membuka matanya. Dia teringat pada malam itu dimana Pangeran mengejar dirinya dan berlutut padanya. Pangeran meyakinkan Paula jika dia sangat mencintainya. Semua yang terjadi hanyalah firasat Paula yang tidak jelas.


"Ini memang salahku, hanya karena aku tidak bisa memiliki anak, aku selalu curiga pada suamiku sendiri yang selama ini telah tulus menerima diriku!"


Akhirnya, Paula benar-benar membuka matanya untuk tidak menyalahkan Mumut lagi.


"Hayuk!" ujar Yasmin antusias.


Hari pernikahan Raka dan Asih berjalan dengan lancar. Tamu undangan silih berganti berdatangan. Tamu yang sangat banyak membuat Asih yang tidak biasa memakai sendal tinggi sesekali mengeluh ringan.


"Apakah kamu sudah lelah?" bisik Raka.


"Oh, ndak mas suami!" jawab Asih tersenyum canggung.


"Mas suami?" Raka mengerutkan keningnya.


"Hehehe .. kata Onti aku harus memanggil pean seperti itu. Supaya pean senang dan mau menggaji aku," jawab Asih.


"Apa? Hmm, panggil aku mas saja!"ujar Raka nampak tak nyaman.

__ADS_1


"Oh, njeh mas."


"Kakak, selamat atas pernikahan kalian. Meski aku masih tidak setuju dengan pernikahan ini, tetapi aku selalu berharap yang terbaik untuk kakak," ujar Laras memberi selamat.


"Laras, ini sudah saatnya buat kakak. Maafkan kakak ya?" ujar Raka yang mengerti jika sebenarnya Laras masih tidak merelakan kakaknya menikah.


"Iya, Kak!" Laras memeluk kakaknya erat. Ketika Asih ingin mengalami Laras, tetapi Laras malah melewati Asih begitu saja.


"Asih, jangan ambil hati ya?" bisik Raka.


"Ndak papa kok, Mas!" Asih memaksakan untuk tersenyum.


.....


Triple J nampak menjadi perhatian semua tamu undangan. Banyak yang ingin berfoto dengan remaja kembar tiga itu dari pada berfoto dengan mempelai pengantin.


Mendadak Tripel J menjadi modeling.


"Tini, apakah kamu tidak cemburu?" tanya Pink berbisik kepada Tini.


"Cemburu?" tanya Tini tak mengerti.


"Gadis-gadis itu nanti akan satu sekolahan dengan kita. Bisa jadi, mereka juga akan saingan kamu!"


"Saingan opo to, mbak Pink!?"


"Saingan mendapatkan Jay! hehehe.."


"Opo to mbak Pink ini. Aku ndak suka kok sama Jay!" jawab Tini.


"Lalu, sukanya sama siapa? Aku lihat kamu selalu dekat dengan Jay!?"

__ADS_1


"Hehe .. sebenarnya, aku sukanya sama Ju!" jawab Tini malu-malu. Tanpa mereka sadari, Jay yang sedang mengambil minum dibelakang mereka tidak sengaja mendengar itu. Tetapi Jay memilih diam dan lanjut bergabung dengan saudara kembarnya.


__ADS_2