
Raka dengan rasa keterpurukan pergi ke suatu tempat.
Itu adalah sebuah apartemen milik Angel yang sudah lama tinggalkan oleh tuannya.
Raka berjalan mengelilingi tempat itu dengan hati yang sangat hancur.
Kekasihnya pergi meninggalkan dirinya begitu saja, dan kini ibunya meragukannya.
Raka melangkahkan kaki menyelusuri setiap sudut kamar Angel.
"Angel, dimana dirimu kini? aku lelah, sungguh aku lelah Angel."
Raka merebahkan tubuhnya di ranjang kehampaan.
"Pulanglaaah...!" ucap Raka lirih, bahkan tak terasa air mata keluar begitu saja dari sudut matanya.
Raka memejamkan matanya untuk meresapi bayang-bayang Angel yang masih tersisa dalam benaknya.
Memimpikannya adalah hal yang sangat Raka impikan setiap tidurnya.
*****
Disisi lain, kini Yuma telah sampai dirumah sakit untuk menjenguk Ayahnya.
"Yuma.." Pangeran nampak senang melihat putrinya.
"Ayah, apakah ayah sudah membaik?" tanya Yuma.
"Masih sedikit sakit, tapi ini sudah lebih baik," sahut Pangeran.
"Yuma, apakah kamu masuk angin?" tanya Paula dari belakang sambil membawa beberapa rantang makanan.
"Ah, iya mah. Yuma sedikit tidak enak badan," sahut Yuma berbohong.
"Ya ampun, sampai merah banget lehernya. Siapa yang ngerokin ini sayang?" tanya Paaula.
"Aku, sendiri!"
"Tumben, biasanya kalo masuk angin harus dicekal supaya mau dikerokin," ledek Pangeran tanpa menaruh curiga sedikitpun.
__ADS_1
"Hehehe, Yuma kan sekarang sudah besar, Ayah!" sahut Yuma dengan senyum manisnya.
"Pintar, anak ayah!" ujar Pangeran membelai rambut anaknya.
Ketika menyibak rambut Yuma, Pangeran melihat ada bekas luka di kening Yuma.
"Sayang, kenapa kening kamu? kenapa ada luka disini?" tanya Pangeran khawatir.
"Ah, mana coba aku lihat?" tanya Paula kepo.
"Em, tidak papa Ayah. Ini tadi tidak sengaja Yuma menabrak tiang," sahut Yuma berbohong.
"Ya ampun, kok bisa sih Yuma. Sini biar mama obatin," ucap Paula yang langsung mengambil obat merah dikotak didalam lemari.
"Terima kasih mah."
Meski Paula hanyalah ini sambung, tetapi kasih dan sayangnya selalu Yuma rasakan.
"Oya ayah, Yuma akan segera mengundurkan diri," ucap Yuma tiba-tiba.
"Loh, kenapa sayang?" tanya Pangeran.
"Apakah kakak kamu membuat mu susah lagi?"lanjutnya.
"Hmm, jika itu keputusanmu Ayah hanya akan bisa mendukung. Kebetulan juga Laras akan datang, ayah akan memintanya untuk menggantikanmu."
"Apa! Laras akan datang!? Ya ampuun, Yuma sangat merindukan dia, Ayah!" sahut Yuma antusias.
"Oya, apakah Tante juga Sarah ikut?" tanya Yuma membuat Paula terdiam.
(Untuk pemula, jika ingin tahu siapa Laras dan Sarah, akan aku jelasin. Jadi, Sarah ini adalah mantan istri Pangeran juga. Sarah adalah mantan istri kedua sebelum Mumut. Supaya lebih jelas, silahkan untuk pemula sangat disarankan untuk membaca dulu S1"Anak Genius, milik wanita kurang se-On's")
"Ayah tidak tahu, Yuma."
"Emm, Yuma ini sudah selesai. Mama akan mandi sebentar. Kamu disini suapi Ayah kamu ya!?" pinta Paula.
"Baik, mah. Terima kasih banyak."
"Sama-sama, sayang!" sahut Paula.
__ADS_1
Ketika Paula masuk kamar mandi, dia segera memegang jantungnya yang terasa sangat sakit. Entah mengapa, mendengar jika mantan istrinya akan kembali membuat Paula merasa was-was. Meski mereka sudah tidak muda lagi, tapi nyatanya rasa cemburu masih menghantui pikiran Paula.
"Paula, tenangkan dirimu, yakinlah jika suamimu sangat mencintai mu, dia tidak akan mungkin melirik mantannya lagi," batin Paula mencoba menguatkan hatinya.
******
Di dalam apartemen Yuma, dua kini pria sedang saling menatap dengan tajam.
"Siapa kamu! mengapa kamu datang menganggu aku dan Yuma!?" tanya Jack.
"Aku adalah orang dicintai oleh Yuma," sahut Alone dengan sangat percaya diri.
"Shhiitt, CUIH! percaya diri sekali, anda! Kamu tahu siapa saya! saya adalah pacar Yuma sejak kami berusia 7 tahun."
"Anda hanyalah masalalu Yuma. sejak usia 8 tahun, saya dan Yuma sudah menghabiskan waktu bersama. Dia selalu mengikuti ku kemanapun aku melanjutkan pendidikan ku. Sampai sini, apakah anda yakin jika dia masih mencintai mu!?" tukas Alone mencoba memanasi Jack.
"Aku menantang kamu untuk bertaruh. Jika sampai Yuma memang memilih kamu, aku akan dengan suka rela mundur. Aku hanya ada sisa waktu tiga hari disini. Jika sampai Yuma tidak menerima cintamu, maka aku akan membawanya bersamaku ke AS!" ucap Jack menantang Alone.
"Itu tidak akan pernah terjadi," sahut Alone dengan sangat percaya diri jika dialah yang akan memenangkan hati Yuma.
"Oke! Emm, sekarang bagaimana caranya kita keluar dari sini!?" tanya Jack.
"Didalam sini pasti ada kunci cadangannya. Ayo Kita cari!" ucap Alone.
"Apa, kita!? No, saya akan istirahat. Kamu sendiri yang cari karena kamulah yang harus segera keluar dari sini!" ucap Jack dengan gaya tengilnya.
Alone hanya bisa diam dan langsung mencari kunci cadangan itu. Sedangkan Jack, dia lebih memilih untuk tidur di kasur berwarna pink milik Yuma.
******
Disisi lain, Mumut dan Yuda saling berfikir bagaimana caranya mencari jalan keluar permasalahan anak-anak mereka yang saling meregang.
Antara Yuma dan Raka dan Antara Ju dan Raka.
"Sayang, sebenernya apa sih terjadi dengan Raka!?" tanya Yuda yang tidak dapat mengerti.
"Entahlah, mas. Tapi dia berubah menjadi dingin dan kasar semenjak Angel pergi meninggalkannya begitu saja. Hmm, aku tidak pernah melihat dia merasa seburuk itu pada dirinya sendiri, salah aku juga sudah mengalahkan dirinya. Aku, harus bagaimana mas!?" ujar Mumut yang merasa sedih melihat anak-anaknya bermasalah seperti ini.
"Sayang, sebagai orang tua kita harus tenang. Kita ikuti saja alurnya harus bagaimana. Oya, katanya Ju ingin masuk rumah genius!? bagaimana menurutmu?" tanya Yuda.
__ADS_1
"Kita coba bicarakan ini baik-baik padanya. Jika memang dia sangat ingin masuk kesana, biarkanlah saja. Apapun cita-citanya, sebagai ibu aku hanya mendukungnya," jawab Mumut.
Yuda yang sebenarnya tahu jika Mumut sangatlah berat jika harus berjauhan dengan Ju, hanya bisa merangkul tubuh Mumut untuk menenangkannya.