FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Apa lagi


__ADS_3

Pagi itu di meja makan terlihat semua orang dengan nikmat dan hening menghabiskan sarapan yang Raka masak.


Karena tidak ada pembantu, jadi selama Asih hamil Rakalah yang memasak untuk mereka.


Menu sarapan yang sederhana. Capcay bakso, brokoli, jagung muda, wortel. Omelette Telur dengan irisan sosis dan daun bawang. Tidak ketinggalan jus jambu merah.


Tidak banyak menu tetapi itu cukup membuat Yuma mengunci suaranya supaya tidak bersuara.


Selesai sarapan, Raka langsung berpamitan untuk segera pergi.


"Mas, hati-hati ya? kalo sudah sampai telpon aku?" ucap Asih.


"Iya, aku pasti akan mengabarimu. Jaga kesehatan dan jangan lupa minum obatnya dengan rutin!"


"Iya mas."


"Alone, aku berangkat dulu. Aku titip istri dan, em... adikku yang nakal ini."


"Kakak!?" Yuma pun langsung cemberut.


"Hem, dasar anak manja ini. Sini kakak peluk!?" Raka langsung memeluk sang adik dengan erat.


Yuma pun merasa sangat senang melihat kakaknya tidak marah. Itu membuat Yuma semakin berfikir akan kesalahannya.


"Maafkan Yuma ya kak. Janji Yuma gak akan kaya gitu lagi!"


"Terakhir kali kamu juga mengatakan itu?"


"Tapi kali ini janji akan bener-bener mengubah kebiasaan buruk Aku!" Yuma sampai mengangkat dua jarinya.


"Ya sudah. Kakak berangkat dulu ya. Jaga baik-baik kakak ipar kamu."


"Siap komandan!"


"Ya sudah, aku berangkat dulu. Assalamualaikum?"


"Walaikum salam ...!"

__ADS_1


Setelah kepergian Raka, Alone pun berpamitan untuk pergi ke kantornya juga.


Usai berpamitan, tinggallah Yuma dan Asih.


Yuma terlihat menyeringai ke arah Asih membuat Asih merasa takut.


"Yuma, kenapa sama kamu?" tanya Asih.


"Kakak ipar, apakah kalian tadi malam jadi melanjutkannya?" tanya Yuma menggoda Asih.


"Hem, Yuma! aku akan telfon kak Raka sekarang juga!" ancam Asih yang langsung berjalan mengambil ponselnya.


"Aaaa jangan kak pliss jangan! Iya-Iya aku gak akan tanyanya aneh-aneh!" Yuma menjewer kupingnya untuk berjanji.


Asih hanya menghela nafas melihat tingkah sang adik ipar.


...****************...


Tidak terasa dua Minggu telah berlalu.


"Mamah lagi apa?" tanya Yuma di telfon.


"Ini sedang buatkan sarapan sarapan buat. Yuma, kamu Harus benar-benar menjaga kakak ipar kamu dengan baik di sana. Jangan buat dia kewalahan dengan tingkah kamu!" tegur Mumut.


"Iya mah. Oya, kakek nenek kapan kembali?"


"Masih lama sayang. Mereka juga katanya ingin jalan-jalan di kota mekah. Biarlah mereka menghabiskan masa tua mereka untuk bersenang-senang."


"Iya mah. Mah, udah dulu ya, Yuma mau bantu kakak ipar cuci baju!" ujar Yuma.


"Iya sayang."


Usai mengakhiri telpon. Mumut mendapatkan telpon dari seseorang.


Ketika Mumut mendengar berita di telpon. Mumut menjatuhkan handphonenya karena sangat syok mendengar apa yang dia dengar.


Yasmin yang akan membuatkan susu untuk anaknya Paula melihat Mumut akan oleng pun langsung datang menghampiri.

__ADS_1


"Kakak ipar! kakak kamu kenapa!?" tanya Yasmin.


Mumut tersengal-sengal ingin menjelaskan kepada Yasmin.


"Yasmin, mama dan papa, semuanya.. semuanya!"


"Semuanya kenapa kak! jangan buat aku khawatir dong!?" tanya Yasmin yang ikutan tegang.


"Mereka mengalami kecelakaan!"


"APA!?"


"Aku mendapatkan telpon dari pengawal yang ikut dengan mereka."


Yasmin dan Mumut terlihat sama-sama linglung untuk sesaat. Sampai tiba-tiba Yuda datang dengan tergesa-gesa.


"Mas Yuda!?" Mumut pun langsung berjalan ke arah Yuda.


Terlihat mata Yuda yang sudah memerah dan nafas yang memburu.


"Mas, ka-"


Yuda langsung memeluk erat Mumut. Air mata terus mengalir dari pipi Yuda. Dia terisak-isak meluapkan semua kesedihannya.


"Kakak, bagaimana keadaan mamah dan papa!?" tanya Yasmin yang kini sudah ikut meneteskan air mata.


Kini Yuda mencoba mengendalikan dirinya. Dia membawa Yasmin dan Mumut untuk duduk. Ketika akan berbicara, Pangeran datang dengan terburu-buru.


"Apakah Paula tau!?" tanya Pangeran tiba-tiba.


Semua orang yang ada menggelengkan kepala mereka.


"Pangeran, apakah semua penumpang selamat?" tanya Yuda.


Yasmin pun yang belum mengerti ceritanya langsung bertanya, "apa maksudnya ini kak?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2