FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Bimbang


__ADS_3

Ketika akan memasuki kamar Ju, Raka melihat Yuma yang keluar dari kamarnya. Sontak Raka pun langsung menghampirinya untuk meminta maaf.


"Yuma, sayang. Kamu mau kemana, dek?" tanya Raka menghalangi jalan Yuma.


"Bukan urusan kakak!"


"Yuma, sungguh Kakak minta maaf. Ada banyak hal yang belum kamu dengar dari penjelasan kakak!?" ucap Raka memohon.


"Yuma sudah mendengar semuanya. Tadi ketika kakak bicara dengan ibu, Yuma mendengarnya."


"Kamu sudah mendengarnya, jadiii.. Apakah kamu sudah mau memaafkan kakak?"


"Belum untuk saat ini,!"


"Hmm, terus kamu mau kemana?"


"Yuma mau menjenguk Jack, kak. Dia menelfon Yuma katanya sedang sakit," jawab Yuma.


"Jack sakit!? Apa mau kakak antar?"


"Tidak, kak. Bukankah kamu harus bicara dengan Ju? Aku juga baru tahu jika katanya Ju sedang marah. Aku pinta sama kakak untuk bicara dengannya," sahut Yuma.


"Baiklah, hati-hati dijalan ya sayang. Sungguh maafkan ketidaktahuan kakak, sungguh kakak sangat berharap jika kamu akan bahagia dengan Jack. Kakak mendatangkan dia karena kakak tahu jika kamu sangat mencintai dia dulu, meski kakak tidak tahu bagaimana perasaanmu sekarang dengannya, tapi kakak berharap kamu bisa lepas dari keterpurukan mu," ucap Raka dengan sangat tulus.


"Iya, kak..!" sahut Yuma yang sudah mau sedikit tersenyum kepada Raka.


Setelah memenangkan diri dan menguping pembicaraan Raka dan ibunya, akhirnya Yuma sedikit menerima keadaan.


Bukan sepenuhnya salah Raka, karena sejatinya memang diantara Yuma dan alone tidak pernah ada ikatan hubungan pasti.


Yuma juga malah terharu dengan sikap Raka yang sudah mau berusaha untuk mencoba membuatnya bangkit dari keterpurukannya memikirkan Alone yang selalu dinginnya kepadanya.


Dengan adanya Raka meminta Alone menjaga Selin dengan imbalan Raka akan selalu membantu perusahaan Ayahnya Alone. Yuma jadi berfikir jika disini yang salah adalah Alone.


Alone lebih mementingkan perusahaan ayahnya dari pada perasaannya. Andai Alone jujur dari awal jika dia menyukai Yuma dan berniat akan melamarnya, bisa saja semua tidak akan seperti ini. Tapi Alone hanya diam dan mengikuti semua kemauan Raka hanya untuk demi uang.


.....


Singkat cerita, kini Yuma sudah sampai di apartemennya.

__ADS_1


Sebelumnya dia sudah membelikan bubur Ayam untuk Jack dan obat-obatan di apotek.


Yuma bergegas masuk dengan perasaan cemas. Yuma sakit khawatir jika Jack sakit sangat parah, tapi seketika mata Yuma membulat ketika melihat Jack sedang duduk santai menonton tv dengan segelas anggur ditangannya.


"Hay, Baby! kamu sudah datang?" tanya Jack yang tersenyum lalu menghampiri Yuma.


"Jack! bukankah katanya sedang sakit!?" tanya Yuma terheran-heran melihat wajah Jack terlihat sangat sehat wal'afiat.


"Aku tahu kamu sedang cemburu kepadaku, kamu tidak akan mau datang jika aku hanya mengatakan" Yuma, aku merindukanmu!" ucap Jack langsung memeluk Yuma dari depan dan satu tangannya mengangkat sedikit pinggul Yuma.


"Ahk, Jack ! apa yang kamu lakukan!?" tanya Yuma dengan wajah yang langsung memerah.


"Aku hanya ingin menjelaskan kepadamu. Only you in my heart, baby." bisik Jack ditelinga Yuma membuat bulu guduk Yuma langsung merasa sangat geli.


"Jack, tapi tadi aku melihat kamu dengan Aline?" tanya Yuma dengan wajah sendu'nya jika mengingat hal itu.


"Hmm, apakah karena itu kamu sampai tidak fokus diruang meeting? Ah, aku tahu karena aku ini sangat tampan sehingga kamu takut akan kehilangan ku. Kamu tenang saja, Baby. Jika di AS wanita cantik pun tidak ada yang menggoyahkan hatiku, apa lagi hanya seorang wanita seperti Aline!" jelas Jack meyakinkan Yuma.


Aaaahh soosweeet... " mata Yuma berkaca-kaca menatap ketulusan cinta dari Jack untuknya.


"Supaya aku bisa yakin, bisa kamu jelaskan?" tanya Yuma.


"Begitulah ceritanya, aku hanya ingin menolongnya," jelas Jack.


Mendengar penjelasan Jack membuat Yuma semakin dirunduk rasa malu yang tidak dapat ia tahan. Wajahnya langsung sangat memerah mengingat dia sudah membuat kekonyolan yang sangat memalukan didepan banyak klien penting dari beberapa kota bahkan negara.


"Aaaah, Jack... aku malu sekali..!" ujar Yuma yang langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Melihat ekspresi mengemaskan dari wajah Yuma membuat Jack merasa sangat tidak dapat menahannya.


Jack langsung mencubit hidung Yuma sebagimana sering dia lakukan dahulu.


"Aaaauw... Jack, sakiiit!" pekik Yuma meringis.


"Kamu itu sangat menggemaskan, Baby!" ujar Jack menatap wajah Yuma dengan sangat intens.


Bahkan Yuma sendiri dapat merasakan hembusan nafas Jack yang beraroma minuman anggur.


....

__ADS_1


Disisi lain, kita diperlihatkan Alone yang bergegas menuju apartemen Yuma setelah dia mendatangi rumah Yuma dan mendapatkan kenyataan jika Yuma saat ini sedang ada di apartemennya bersama dengan si pria bule.


....


Tatapan dua insan semakin lekat bahkan kedua nafas mereka saling memburu. Jack sama sekali tidak melepaskanmu pelukannya kepada Yuma. Bahkan semakin lama pelukan itu semakin erat sampai-sampai Yuma dapat merasakan sesuatu yang keras di bawah sana.


"Jack, bisa tolong lepaskan aku. Aku tidak dapat bernafas," ucap Yuma dengan lirih. Sungguh ini adalah pertama kalinya bagi Yuma mendapatkan prilaku seromantis ini dari seorang pria.


"Apakah kamu butuh nafas buatan, baby!?" tanya Jack mencoba untuk menggoda Yuma.


"Jaaack, aku... aku...." Yuma benar-benar merasa sangat tidak berdaya. Dia ingin menolaknya, tetapi Yuma takut jika Jack salah faham.


Sampai akhirnya, Jack yang tak tahan pun langsung mencium bibir Yuma dengan lembut. Kecupan ini sangat dan berirama membuat Yuma masih tetap dapat bernafas.


Meski Yuma tidak berpengalaman, tetapi Jack dengan lembut menuntun Yuma supaya mengikuti dirinya dan mau membuka mulutnya dengan perlahan.


Yuma meresapi setiap permainan yang Jack berikan kepadanya. Jauh berbeda dengan ketika Alone mencium dirinya.


Setelah beberapa detik berci*man mesra, Jack pun melepaskan kecupannya.


"Baby, i love you!" ucap Jack dengan suara yang mulai berat.


Meski Jack melakukannya dengan sangat lembut, tapi entah mengapa Yuma tidak merasakan feel didalamnya.


"Yuma, ada apa dengan mu. Mengapa kamu meragukan cinta Jack? aaaaaah, sial.! kenapa aku malah kepikiran Alone sih!?" gumam Yuma dalam hati.


"Shhhhhtttttt.....!" sekita Yuma mendesis ketika tiba-tiba Jack mencium lehernya.


"Ah, Jack! apa yang kamu lakukan!?" tanya Yuma mendorong Jack dengan perlahan.


"Baby, I promise akan bertanggung jawab. will you marry me, Baby!?" tanya Jack melamar Yuma. Tidak hanya dengan kata-kata, bahkan Jack mengeluarkan sebuah berlian dari saku celananya.


Yuma pun terbelalak melihat perhiasan yang sangat cantik dan manis itu. Tapi lagi-lagi, Yuma masih tidak dapat feel dari segala keromantisan yang Jack berikan.


"Mengapa aku masih berharap jika Alone lah melamar aku disini," batin Yuma merasa sangat bimbang.


Tapi, ketika Jack memasangkan cincin itu dijari manis Yuma, entah Yuma tidak dapat menolaknya.


Dia membiarkan begitu saja cincin itu masuk kedalam jarinya.

__ADS_1


__ADS_2