
Pagi hari sekali, usai sholat subuh Asih sudah menyiapkan makanan untuk Raka. Setelah selesai, dia akan kembali ke dalam kamarnya.
Pagi itu, Raka sudah siap dengan baju dinasnya. Dia melihat meja makan sudah tersedia sarapan untuknya. Ada juga sepucuk surat di atas meja.
"Pagi mas Raka. Aku udah menyiapkan sarapan untuk mas Raka. Oya, nanti siang aku akan pergi keluar, mohon izinnya ya mas?" isi surat dari Asih.
Raka hanya membacanya dengan wajah datar. Dia mengambil posisi untuk makan, lalu dia mengangguk seolah berkata jika makanan ini layak.
Usai makan, Raka langsung mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang sebesar dua juta untuk Asih. Tidak lupa Raka juga meninggalkan surat untuk Asih.
"Terima kasih. Ini uang buat jajan," balas Raka.
Raka pun bergegas untuk berangkat kerja. Pak supir terlihat sudah siap di depan mobil untuk menyambut kedatangan majikannya.
"Pagi, tuan muda?" sapa pak supir.
"Pagi, pak!" balas Raka ramah.
Ketika mobil Raka sudah menjauh, barulah Asih keluar dari kamar dan berniat untuk membersihkan meja makan. Tapi betapa terkejutnya Asih ketika dia melihat sejumlah uang dan juga balasan surat.
Asih tersenyum riang ketika membaca surat dari Raka.
"Aaa... Suwon (makasih) mas Raka," gumam Asih bersemangat untuk bersih-bersih rumah.
Ketika akan mencuci baju, Asih sangat ragu untuk masuk ke dalam kamar Raka untuk mengambil baju kotor. Karena itu adalah ruang privasi Raka.
"Duh, apa aku kirim SMS aja ke mas Raka. Iya aja lah, dari pada nanti ada kesalahan," gumam Asih.
Mas, aku mau ambil baju kotor di dalam kamar mas Raka. Apa boleh aku masuk? isi pesan Asih.
Raka, dia yang mendapatkan pesan pun langsung membacanya. Terlihat senyum samar-samar terpancar dari wajah Raka.
Boleh. jawabnya singkat.
Usai menerima balasan, Asih pun langsung masuk ke dalam kamar itu. Ada rasa rindu, tetapi Asih mencoba untuk menepisnya.
Setelah selesai membersihkan rumah, Asih pun bergegas untuk pergi ke tempat sesuatu. Di sana Aunty Yasmin sudah menunggu kedatangan Asih.
Salon itu benar-benar mampu membuat Asih merasa tercengang. Sangat mewah dan berkelas.
"Asih...!" teriak Yasmin menyapa Asih.
Asih pun ikut melambaikan tangan dan menghampiri Yasmin.
__ADS_1
"Aunty, kita ngapain ke sini. Di mahal loh, ty. Nanti duit yang di kasih sama mas Raka habis gimana?" bisik Asih.
"Apa! Raka memberi kamu uang? Kalian udah baikkan ternyata. Syukurlah," sahut Aunty Yasmin.
Tapi Asih langsung menepisnya.
"Ndak ty, mas Raka masih gak mau di ganggu. Kita cuma surat-suratan aja di rumah," jelas Asih.
"Uuuh, malangnya menantu ponakanku ini? Hem, jika begitu kamu harus benar-benar merubah segalanya. Kita harus merombak penampilan mu dan setelah itu kita akan belajar privat. Sebelum kami memperkenalkan kamu kepada dunia jika kamu adalah istri Raka, kamu harus terlihat sangat layak untuk nya. Kamu tau, di luar sana banyak wanita julid yang ingin mendapatkan Raka," ujar Aunty Yasmin.
"Em.. Asih ikut aja gimana baik, ty."
"Anak pintar, ya sudah sini. Kita akan melakukan perawatan dari atas sampai ujung kuku. Semua orang terlihat perfek."
"Iya, Aunty."
....
Ketika sampai di kantor, Raka langsung di sambut oleh Laras. Di mana semua orang hanya tau jika Laras adalah Sekertaris Raka.
Laras langsung memeluk Raka dan juga memegang wajahnya. Ini membuat semua orang mengira jika Laras adalah selingkuhan Tuan mereka. Karena yang mereka dengar, Raka sudah menikah, meski belum di umumkan dengan siapa Raka telah menikah.
"Kakak, kamu baik-baik saja? Aku pikir kakak akan belum masuk kerja hari ini," ujar Laras.
"Kakak, baik sayang!" jawab Raka tersenyum hangat kepada Laras.
"Maafkan kakak yang udah membuat kalian cemas. Janji kakak akan tidak begitu lagi," jawab Raka.
"Oya, gimana keberangkatan kita ke negara xxx?" tanya Raka.
"Ayah Pangeran udah berangkat menggantikan kak Raka," jawab Laras.
"Hem.." Raka mendengus karena merasa bersalah.
"Ya sudah, masuk yuk?" ucap Raka.
Laras pun tersenyum dan menggandeng tangan Raka. Semua mata menatap sinis ke Arah Laras tetapi tidak ada yang berani berkata apa.
Laras, dia hanya tersenyum senang karena berhasil mengelabuhi semua orang. Ketika dirinya mengatakan jika dia adalah adik Raka, Laras yakin orang menatapnya dengan sinis itu akan langsung sujud dan meminta ampun kepadanya.
Di dalam ruangan Raka, Laras dengan malu-malu berniat mengungkapkan perasaanya.
"Kakaaak?" panggil Laras manja.
__ADS_1
"Ada, apa?" tanya Raka yang langsung melihat beberapa bekas yang menumpuk.
"Kak, aku menyukai seseorang," ucap Laras malu-malu.
Raka pun langsung berhenti melihat pekerjaannya dan tersenyum ke arah Laras.
"Benarkah!? Siapa?" tanya Raka.
"Kakak kenal dengan klien kita yang bernama Alone? Aku sudah mencari tau soal dia. Dia sedang lajang tidak punya pacar dan juga istri. Menurut kakak bagaimana?" tanya Laras meminta pendapat.
Deg...
Senyum Raka pun langsung memudar. Bagaimana kedua adiknya bisa menyukai pria yang sama. Tapi kali ini Raka tidak ingin lagi menyakiti Yuma. Karena Alone adalah kekasih Yuma sejak lama..
Dengan berat hati, Raka pun berkata.
"Laras, kakak harap kamu bisa mencari pria lain," ucap Raka.
Laras pun mendelik.
"Apa!? Kenapa kak? Dia baik kok orangnya!?"
"Dia adalah kekasih saudara perempuanmu, Yuma," jelas Raka.
DUOR!!
bagai tersambar petir, Laras pun langsung terkulai lemas dan terduduk di sofa.
Raka tau bagaimana perasaan Laras dan mencoba untuk mendekatinya.
"Laras, kakak harap kamu dapat mengerti. Mereka sudah saling mencintai sejak kecil," jelas Raka.
"Ya ampun kak, untung saja aku belum bertindak jauh, jika tidak, aku pasti akan melukai hati Yuma," ujar Laras merasa sangat bersyukur karena dia mengetahui hal ini sejak awal.
"Kamu tidak marah?" tanya Raka.
"Ya jelas tidaklah kak, aku justru merasa sangat senang jika pria baik itu adalah kekasih saudariku, Yuma. Dia gadis yang baik, aku tidak ingin saudari sedih," jelas Laras.
Raka pun memeluk Laras. Sungguh dia sangat beruntung karena masalah ini tidak sampai menjadi bumerang.
Di sisi lain, kita di perlihatkan Alone yang sudah siap di bandara. Sejak Yuma melihat kejadian itu, dia langsung memutuskan panggilan dan tidak ingin mengangkat panggilan dari Alone.
Alone sangat cemas dan khawatir, dia tidak tahan untuk menahan dirinya tetap diam. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi dan meminta maaf secara langsung kepada Yuma.
__ADS_1
Sedangkan di sana, Yuma terlihat sangat enjoy dan belajar dengan giat. Bukan karena dia tidak sedih, Yuma hanya sedang belajar untuk menguatkan dirinya sendiri dan tidak larut dalam kesedihan. Apalagi wanita yang bersaing dengannya Laras, saudaranya. Mana bisa Yuma bersaing dengan saudaranya sendiri.
Akhirnya Yuma pun memutuskan untuk merelakan Alone untuk menjalin hubungan dengan Laras.