
Usai meeting, Raka yang mendengar jika Ayahnya dibawa kerumah sakit langsung bergegas untuk menjenguknya.
Dari kejauhan Raka dapat melihat Yuma dan Aunty Yasmin yang sedang duduk bersama.
Raka berjalan dengan dingin tanpa sedetikpun melirik Yuma.
Yuma yang melihat Kakaknya sangat marah hanya bisa membenamkan kepalanya dipelukan Yasmin.
"Sudah tidak papa sayang, ada aunty disini," bisik Yasmin.
Raka berlalu begitu saja melawati Yuma.
"Mah, apakah ayah baik-baik saja?" tanya Raka.
"Raka, kamu disini?"
"Raka mendengar jika Ayah dibawa kerumah sakit."
"Hmmm, iya Raka. Ayah kamu terkilir setelah dia terjengkang dari kursinya. Dia sekarang sedang istirahat."
"Apakah Om Jaka sudah menolongnya!?"
"Sudah, Raka. Dia adalah dokter serba guna. Kamu tidak perlu cemas."
"Apakah ini ulah Yuma!?"
"Emmm, Raka sebaiknya kamu mendengarkan alasannya terlebih dahulu. Kamu tahu bukan, adik kamu Yuma, dia sangat sensitif dan tidak bisa dikasari. Dekati dan bicaralah baik-baik dengannya. Masalah hati, wanita lebih ringkih daripada pria. Apa kamu mengerti!?" ucap Paula mencoba untuk menengahi kedua kakak beradik itu.
Raka nampak terdiam. Jauh dari lubuk hatinya Raka juga ingin segera menyelesaikan masalah ini dengan Yuma.
"Mah, tolong jaga ayah, Raka masih ada urusan," ucap Raka yang langsung pergi.
__ADS_1
....
Masih ditempat yang sama, Yasmin masih setia menemani ponakannya sampai Raka datang menghampiri mereka.
"Yuma, ikut dengan kakak. Ada yang harus kita bicarakan," ucap Raka.
"Tidak! kakak pasti hanya akan memarahi aku saja!" tolak Yuma.
"Kakak janji tidak akan memarahi kamu, kakak hanya ingin bicara dengan mu."
"Raka..." Yasmin mencoba untuk bicara.
"Aunty, biarkan Raka bicara dengan Yuma," pinta Raka.
Yasmin pun hanya bisa bernafas berat meninggalkan Yuma. Terlihat Yuma seperti memohon supaya Yasmin tidak pergi, tetapi Yasmin juga tidak bisa berbuat apa-apa didepan Raka.
"Kakak, hukumlah aku jika kakak ingin. Aku akan menerima segala hukuman yang akan kakak berikan kepada ku. Hmm, aku memang tidak berguna," ujar Yuma terlihat sangat pasrah.
"Hmmm....!" Raka mendengus berat.
"Tidak perlu berakting lagi Yuma. Setiap melakukan kesalahan kamu akan berkata seperti itu dan tetap mengulanginya lagi," ujar Raka membuat Yuma semakin mendalamkan tundukkannya.
"Ternyata kakak salah, kakak pikir dengan mendatangkan Jack maka kamu akan kembali bersemangat untuk bekerja seperti dulu," lanjutnya dengan tatapan bersalah.
"Apa! jadi semua ini adalah rencana kakak untuk menyatukan aku dengan Jack!?" tanya Yuma terkejut.
"Apakah adik kakak ini masih mengharapkan cinta dari Alone?" tanya Raka.
"Aku tidak tahu kak, segalanya menjadi rumit," sahut Yuma yang merasa sangat dilema.
"Ikutlah dengan kakak," ucap Raka yang langsung menggandeng Yuma.
__ADS_1
"Mau kemana, kak!? kaki ku terasa lemas untuk berjalan," sahut Yuma dengan malas.
Tetapi ketika dia melihat sesuatu didepan matanya, ia langsung ternganga tak percaya.
Yuma melihat dimana Alone sedang menuntun seorang wanita yang terlihat nampak pucat dan memprihatinkan.
Alone dan kekasihnya berhenti ketika menyadari jika ada seseorang yang memperhatikan mereka.
Tatapan 6 mata saling memandang intens. Raka membiarkan Yuma berjalan mendekati Alone dan kekasihnya.
"Selin! ap...apa yang terjadi dengan mu. Ke..kemarin kamu terlihat sangat sehat, dan dimana rambut panjang mu? Aku melihatmu sangat cantik kemarin, lalu kenapa kamu sekarang terlihat nampak pucat dengan kepalamu yang botak? tolong ada yang bisa jelaskan!?" Yuma terlihat sangat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Alone masih terdiam, sedangkan Selin, ia perlahan memegang tangan Yuma dan tersenyum.
"Aku ingin bicara dengan mu," ucap Selain.
Terlihat 4 mata sedang melihat dari kejauhan dua wanita yang terlihat sangat serius.
Raka dan Alone sama-sama tidak berdaya.
"Alone, terima kasih karena kamu sudah mau menjaga adiknya Angel. Aku terpaksa harus menyakiti adikku sendiri hanya demi Selin. Aku melakukan ini untuk rasa hormat ku kepada Angel yang kini tak tahu dimana jasadnya. Hmm,,." Raka nampak benar-benar sangat rapuh. Dia sadar, jika apa yang terjadi kepada adiknya adalah karena ulahnya sendiri.
"Saya melakukan ini karena wujud terima kasih saya kepada anda karena sudah menyelamatkan perusahaan keluarga saya. Meski saya harus mengorbankan cintaku, aku akan mencoba sebisa mungkin untuk menerimanya," sahut Alone yang sebenarnya sangat terpukul dengan permintaan Raka.
Jadi... Selin ini adalah adik satu-satunya dari Angel. Dia sudah lama suka dengan Alone. Tetapi selama ini Alone tak pernah memandang wanita lain selain Yuma. Sampai ketika, Raka mendengar kabar jika Selin telah didiagnosa menderita kanker payudara stadium lanjut.
Kepergian Angel yang entah kemana membuat Selin merasa tak ada alasan untuk hidup. Ia tambah kehilangan semangat hidup ketika mendengar jika Alone akan langsung melamar Yuma. Padahal Yuma sendiri sama sekali tidak mengetahui hal itu sampai detik ini.
Raka yang tahu jika Selin mencintai Alone, dia akhirnya mengambil keputusan besar. Raka meminta Alone untuk menjaga Selin yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Raka terpaksa menyakiti hati adiknya sendiri demi keputusan yang sangat sulit untuknya.
Dan Alone, demi atas nama perusahaan ayahnya yang tergantung pada bantuan dari Raka, akhirnya dengan berat hati harus meninggalkan Yuma untuk menjaga Selin yang sakit-sakitan.
__ADS_1
Raka berfikir, dengan kedatangan Jack, maka keterpurukan Yuma selama beberapa tahun terkahir akan segera usai. Tapi nyatanya, segalanya tidak sesuai dengan ekspektasinya.