FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Kembali menata ruang hati


__ADS_3

Malam itu disebuah taman, dari sisi sebrangan terlihat Yuma dan Raka sama-sama mengenang kebahagiaan yang pernah mereka rasakan disana.


Melihat kumbang-kumbang, hati pilu tambah sendu. Jauh dari lubuk, siapa yang menginginkan hati hancur karena cinta.


Yuma mengingat bagaimana dirinya mengabiskan malam tahun baru bersama dengan alone ditaman itu sembari memakan jagung bakar dan menikmati indahnya kembang api.


Begitupun dengan Raka. Setelah pulang kerja, disinilah dia dan Angel akan bertemu dan melepaskan rasa lelah mereka berdua bersama.


Saling menghangatkan dan menatap kumbang yang indah, sangat cukup untuk melepaskan rasa penat yang dirasakan.


BUGH!.


Karena tidak fokus, dua kakak beradik bertabrakan.


"Aaauuw! Bisa tidak kalo jala......!" Yuma tertahan. "Kakaaaaak!" lanjutnya terkejut melihat jika itu adalah kakaknya.


"Yuma, ngapain malam-malam kamu disini?" tanya Raka yang juga terkejut.


Singkat cerita, kini mereka duduk dipinggir taman sambil memakan beberapa makanan yang mereka beli dulu.


Ada bakso bakar, ada sate, ada beberapa makanan ringan, ada minuman, dll.


"Yuma, apakah kamu sakit?" tanya Raka yang melihat jika leher adiknya yang ditutupi syal itu memerah.


Mendengar pertanyaan Raka, Yuma langsung membenarkan syalnya lalu tersenyum canggung.


"Iya kak, aku masuk angin," jawabnya berbohong.


"Jika masuk angin kenapa malah malam-malam begini keluar keluyuran!" Raka mulai meninggikan suaranya.


"Memang bandel banget ya adik kakak satu ini," lanjutnya sambil mencubit hidung Yuma.


"Aau kakak, sakit!" pekik Yuma..


"Hmmmm,,, Yuma galau kak," sahut Yuma yang kini memasang wajah sendu.


"Maafkan kakak Yuma. Semua ini gara-gara kakak. Kakak terlalu fokus mendidik kamu untuk bekerja dengan baik sampai kakak sendiri melupakan percintanmu."


"Tidak papa kak, ini bukan salah kakak. Ini salah Alone yang tidak mau jujur kepada kakak jika dia mencintaiku."


"Salah kakak juga yang diam saja ketika tahu jika kamu mencintai Alone."


"Kakak pasti berfikir jika semua sudah terlanjur. Selin sudah bahagia disampingnya Alone."

__ADS_1


"Yum, sungguh maafkan kakak. Maafkan yang lebih mendahulukan orang lain ketimbang perasaan adik kakak sendiri, sungguh ini sangat berat untuk kakak."


"Sudah Yuma katakan tidak papa, kak. Selin memang lebih membutuhkan Alone pada saat itu. Sayang saja, kalian tidak mau jujur sedari awal. Jika kalian jujur, aku pasti akan ikut membantu Selin supaya tetap semangat hidup," ucap Yuma.


"Kamu memang adikku yang paling. Kamu selalu bersikap ceria Meksi hatimu terluka. Tidak seperti kakak, kakak menjadi sangat dingin kepada kalian hanya gara-gara Angel tak kunjung pulang. Hahaha,,, kakak sadar jika kakak sudah melakukan kekonyolan"


"Dimana ya kira-kira kak Angel sekarang?" tanya Yuma.


"Kakak juga tidak tahu!"


"Oya kak, Yuma akan mengundurkan diri perusahaan."


"Apa! Yuma, kakak tidak sungguh-sungguh kemarin, kamu jangan ambil hati ya. Kemarin kakak hanya sedang merasa tidak enak dengan klien kita!"


"Tidak kak, ini bukan salah kakak. Yuma juga tidak ambil hati karena semua memang salah Yuma. Yuma hanya ingin melanjutkan S2 di Landon!" jelas Yuma.


"Apa! lalu bagaimana Jack atau Alone.? kamu memilih siapa?"


"Yuma tidak memilih diantara mereka kak. Yuma hanya sedang ingin fokus belajar mulai saat ini."


"Apakah kamu yakin, Yuma?"


"Yuma yakin, kak. Yuma tidak memilih diantara mereka."


"Hmm,. baiklah jika itu sudah menjadi keputusan mu!" ucap Raka yang hanya bisa mendukung adiknya saat ini.


Ternyata, tanpa kekasih mereka masih dapat tertawa bersama jika saling terbuka.


Yuma dan Raka sama-sama dapat tertawa lepas dibawah cahaya bulan.


Siapa mata memandang, mereka akan mengira jika kedua insan itu adalah sepasang kekasih.


Dari kejauhan, nampak seorang pria berdiri menatap kakak beradik dengan rasa tak menentu. Dia adalah Alone.


Alone sedari tadi mengintai dan mengikuti kakak beradik yang sedang menghabisi malam bersama menikmati cahaya rembulan yang terang.


"Yuma, aku senang melihat mu baik-baik saja. Jika memang kamu tidak ingin memilih diantara kita berdua, baiklah. Aku akan disini menunggumu untuk menyelesaikan pendidikan mu tanpa menganggu belajarmu," batin Alone.


Tidak lama, handphone Alone berbunyi, lalu dia pun mengangkatnya.


"Apa ! baiklah, aku akan kerumah sakit sekarang!" seru Alone yang sangat terkejut.


Mendengar suara teriak seseorang, Yuma dan Raka pun menoleh kebelakang mereka dan melihat jika itu adalah Alone.

__ADS_1


"Alone!" panggil Raka.


"Pak, maaf menganggu kalian, tapi harus pergi sekarang," ucap Alone yang terlihat sangat buru-buru.


"Alone, tunggu! kamu mengatakan akan kerumah sakit, apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Selin!?" tanya Yuma.


Alone menatap Yuma dan sesekali melirik Raka. Dia sedikit ragu, lalu berkata," Selin telah tiada."


DHUAAAR!! bak tersambar petir, Raka langsung merasakan sesak didadanya.


"Mengapa kamu tidak mengatakan dari tadi. Ayo cepat kita kerumah sakit!" tukas Raka.


Karena mereka membawa mobil masing-masing, jadi mereka saling beriringan dijalan. Beruntung jalanan sudah sepi membuat mereka bisa menancapkan gas mobil mereka dengan tajam.


Raka adalah orang paling tidak percaya dengan berita kematian Selin.


Dia telah melakukan apapun yang Selin minta supaya dia bertahan hidup termasuk menyerahkan Alone kepadanya. Tapi, satu yang belum dapat Raka berikan kepada Selin, yaitu Kakaknya Angel.


Raka merasa sangat bersalah karena, sampai akhirnya hayatnya Raka masih belum dapat menemukan Angel.


****


Sesampainya dirumah sakit, Raka, Alone maupun Yuma sama-sama terkejut mengetahui jika kematian Selin bukanlah karena penyakitnya, melainkan Selin bunuh diri dengan cara membeset lengannya menggunakan pisau buah.


Melihat hal itu, sungguh Raka sangat kecewa dengan keputusan Selin yang lebih memilih bunuh diri dari pada harus berusaha untuk sembuh.


"Alone, aku serahkan pemakaman Selin kepadamu!" ucap Raka yang langsung keluar dari rumah sakit.


"Baik, kak!" sahut Alone. Tidak ada wajah sedih dari wajah Alone, dia hanya merasa iba dengan apa yang menimpa Selin. Dia sudah berusaha sebaik mungkin semasa hidupnya Selin, dan sekarang Selin memilih bunuh diri, Alone merasa itu keputusannya bukan salahnya.


Yuma menyusul kakaknya Raka. Di koridor, Raka terduduk karena ia benar-benar merasa sangat tak tahu harus bagaimana.


"Kakak, ini bukanlah salahmu. Dia yang memilih untuk mengakhiri hidupnya. Kakak sudah melakukan yang terbaik untuknya," ucap Yuma mencoba untuk menghibur Raka.


"Kakak tidak percaya dia tega melakukan ini kepada kakak. Kakak sudah melakukan apapun untuknya, tetapi dia malah memilih untuk menyerah."


"Kak, mungkin dia kesakitan, dan dengan cara seperti ini, dia tidak akan lagi merasa sakit. Kita doakan saja semoga tuhan mengampuni dosanya dan semoga dia tenang disisi Tuhan."


"Huuufft!" Raka membuang nafas dengan kasar.


",Amiin...!" lanjutnya.


***

__ADS_1


Usai menyelesaikan pemakaman sesuai keyakinan Selin.


Kini semua orang pergi berlalu meninggalkan makam Selin.


__ADS_2