
Ketika sedang sibuk mencari Asih dan Tini, Pink tidak sengaja melihat mommy nya yang berada di ruangan kerja sang Daddy.
"Hay, kalian duluan ya, aku mau ruangan Daddy aku bentar," ucap Pink kepada Triple J.
"Oh, oke!" sahut mereka.
Pink pun masuk dan melihat Yasmin yang terlihat sangat menyedihkan.
"Mommy, are you oke?" tanya Pink membuat Yasmin terkejut.
,
"Oh, sayang!" Yasmin yang terkejut langsung menghapus air matanya. "Yes darling, i'm oke," lanjutnya tersenyum.
"Mommy menangis?" tanya Pink mendekati ibunya.
"Ah, tidak. Tadi mata mommy terkena debu, seperti agak terinfeksi, tetapi ini sudah membaik setelah di bersihkan dan di beri obat oleh Daddy mu," jawab Yasmin berbohong.
"Ouwh, begitu. Terus Daddy dimana sekarang?" tanya Pink.
"Dia sedang mengobati pasien darurat sayang," jawab Yasmin.
"Hem, ya sudah, lebih baik mommy sekarang istirahat ya. Biar cepat membaik matanya. Oya, lebih baik mulai saat ini mommy pakai kaca mata deh, supaya tidak lagi terkena debu. Soalnya mommy kan orangnya lebay sekali, terkena debu secuil saja langsung heboh," gurau Pink.
"Aaah.. itu ide yang sangat bagus sayang. Terima kasih banyak sarannya ya Baby," ucap Yasmin terlihat penuh haru.
Pink yang melihat tingkah lebay ibunya hanya bisa tersenyum.
"Mommy, kalo gitu Pink keluar dulu ya? Pink mau lanjut cari Kak Asih dan Tini," ucap Pink.
"Loh, memangnya Asih kemana?" tanya Yasmin.
"Tadi selepas pulang sekolah Pink dan yang lain lihat kak Asih berjalan sendirian di jalanan. Ketika kami tanya kenapa dia jalan, terus di jawab gak punya uang. Hem, mungkin maksudnya paling dompet dia ketinggalan ya mom, masak iya istri dari kak Raka gak punya uang," ucap pink panjang lebar.
Yasmin sedikit mengerutkan keningnya mendengar itu.
"Ya sudah sana. Kalo udah ketemu bawa kak Asih kedepan mommy. Mommy ingin bicara dengan dia."
"Yes, Mom!"
__ADS_1
...
Diruang kamar Angel, bahkan kini Raka mengunci pintunya supaya tidak ada lagi yang masuk dalam untuk membujuknya atau ada yang ingin membawa jasad Angel.
Sungguh, saat ini adalah saat-saat terberat Raka. Dia tidak pernah hidup serapuh ini selama hidupnya. Hatinya benar-benar hancur ketika dia mengetahui semua ini dan berkahir seperti ini.
Jaka, mungkin setelah ini dia harus berhati-hati dan menjaga jarak antara dirinya dan juga Raka, karena tidak tahu apa yang akan di lakukan Raka kepada Jaka yang selama ini telah membohonginya.
Semua orang hanya bisa memijat kepala mereka melihat sikap Raka yang sangat keras kepala seperti ini.
Yuda dan Mumut hanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Mereka masih setia berdiri di depan pintu kamar Angel dan membujuk Raka dari balik pintu.
Entah di mana semua orang, batin Yuda. Tapi sebagai Ayah, meski ayah sambung, tetapi Yuda ingin berusaha untuk menasehati anaknya untuk sadar dengan apa yang dia lakukan itu tidak benar.
Kita di perlihatkan Raka yang tutup telinga dengan nasehat Mumut dan Yuda. Dia memandang wajah cantik itu dengan sayu. Raka menyentuh lembut wajah Angel seolah-olah enggan untuk kehilangan wajah itu.
Semakin lama semakin dalam semakin kalut pula pikiran Raka. Dia tenggelam dalam pikiran dan kesedihannya sendiri.
Di sisi lain, kita di perlihatkan jika Triple J kini telah berhasil menemukan Asih dan juga Tini.
"Kak, Asih. Kami cari kemana-mana ternyata disini," ujar Jim.
"Ya sudah, kak Asih di panggil ibu. Ibu mau ngomong sama kak Asih," ucap Ju.
"Nanti kalo udah temui mommy aku ya, mommy juga ingin bicara sama kak Asih," tambah Pink yang tiba-tiba datang.
Asih mengerutkan keningnya. Dari tadi dia di cuekin, sekarang semua ingin bicara dengan dirinya.
"Mbak, ayo? Bude mumut mau ngomong sama sampean, kok malah diem saja!?" senggol Tini membuyarkan lamunan Asih.
"Oh, Iyo Tini. Kok aku malah melamun, hehehe. Yo wes, ayo!" sahut Asih.
Sepanjang jalan menuju ruangan Angel, entah mengapa hati Asih benar-benar merasa tidak enak. Asih benar-benar merasakan akan ada sesuatu yang pasti tidak baik.
` Astaghfirullah halazim. Ya Allah gusti, aku ndak boleh berfikir macam-macam. Semua akan baik-baik saja. Pasti! batin Asih mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Dari jauh Mumut melihat Asih yang mendekat arah dirinya. Rasa tidak enak pun menyelimuti hatinya. Karena sikap Raka, membuat Mumut merasa jika dirinya telah gagal di mata Asih.
"Ibu?" sapa Asih merasa kikuk.
__ADS_1
Mumut tersenyum lalu melirik ke arah anak-anak.
"Sayang, ibu minta kalian pulanglah dulu. Ganti pakaian kalian dan istirahatlah dulu di rumah. Karena kakak kalian masih belum bisa di bujuk," ujar Mumut kepada anak-anak.
Tripel J, Tini dan Pink hanya bisa mengangguk meski sebenarnya mereka berat untuk meninggalkan tempat itu.
"Baik, mom. Kita pulang duluan ya," ujar Jay kepada Mumut.
"Ibu, jika kak Raka sudah mau bicara. Bolehkah kita ke sini lagi?" ucap Ju.
"Kita bahkan belum melihat kak Angel untuk yang terakhir kalinya, mah!" sahut Jim kecewa.
"Sudahlah, kalian jangan cemas. Kita pasti akan melihatnya. Tapi kita harus menunggu kak Raka mau bicara kepada kita. Hem, aku sangat kasihan kepada kak Raka. Sekian lama menunggu, eh pas ketemu malah kak Angel sudah pergi untuk selama-lamanya," timpal Pink.
Mendengar itu pun, lagi-lagi hati Asih merasa sangat sakit. Entah mengapa Asih tidak nyaman jika suaminya meratapi kepergian wanita lain sampai seperti ini.
Akhirnya, anak-anak pun memutuskan untuk pulang. Ketika anak-anak pulang, datang lagi Laras. Usai marah-marah dengan ibu tirinya, kini Laras datang dengan membawa dendam kepada Asih.
"Ibu Mumut, bagaimana kak Raka?" tanya Laras.
"Dia masih belum mau bicara dengan kita. Bahkan dia kini mengunci pintu kamarnya. Kasihan Angel, dia harus segera di makamkan," ujar Mumut merasa gusar.
"Apakah Yuma sudah tahu soal ini?" tanya Laras.
Mumut menggelengkan kepalanya.
"Saya minta jangan ada yang memberi tahu soal ini kepada Yuma. Biarkan dia fokus untuk belajar. Kasihan dia, dia pasti akan kepikiran dan malah tidak fokus belajar. Oya, di mana pangeran?" tanya Yuda.
"Oh, papah sedang ada pekerjaan keluar negeri menggantikan kak Raka. Aku juga sebenarnya harus ada pertemuan dengan klien. Maaf jika Laras tidak bisa membantu banyak," ucap Laras.
"Tidak apa-apa sayang. Maafkan Raka yang telah membuat kalian kerepotan seperti ini," ucap Mumut sedih.
"Ibu, ibu Mumut jangan seperti itu. Ini sudah tugas aku sebagai sekretaris kak Raka. Aku ikut prihatin dengan keadaan ini. Sebenarnya aku juga ingin melihat kak Angel yang terkahir kalinya, tetapi sepertinya untuk sekarang belum bisa."
Ceklek... Raka tiba-tiba membuka pintu membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Asih, masuklah!" ucap Raka meminta Asih untuk masuk ke dalam.
DuoAAR....
__ADS_1
Semua orang pun tercengang ketika Raka tiba-tiba meminta Asih untuk masuk.