
Ini adalah ajaran tahun baru.
Triple J memasuki kawasan sekolah elit pilihan aunty mereka Yasmin.
Triple J masuk ke sekolah menengah pertama dengan gaya mereka yang membuat wanita-wanita ABG klepek-klepek pada pandangan pertama.
Bagaimana tidak, tiga anak kembar dengan branded mahal yang mereka pakai, bisa di tebak dari mana asal mereka.
Ciri khas Jay, Jim dan Ju tidak pernah lepas dari warna rambut yang mereka pakai.
Jay dengan rambut warna merah. Jil dengan rambut warna biru dan Ju dengan warna tetap hitam.
Tini dengan kesulitan berjalan mengikuti langkah kaki tiga pria di depannya.
Tini bagaikan secuil kuman yang sama sekali tidak terlihat oleh mata siswi-siswi ABG di sekolah itu yang mencoba untuk mendekati Jay, Jim dan Ju.
"Haaay Tampa, boleh minta nomor handphone..!
"Hay kakak, boleh minta tanda tangan tidak!?
"Kak, aku juga mau dong!
"Aku dong!
"Pleeeease....!"
Siswi-siswi itu pun dengan tidak perdulinya mendorong siapapun yang menghalangi jalan mereka yang ingin meminta tanda tangan kepada Triple J.
Tini yang melihat Jay dan Jim yang sumringah meladeni ciwi-ciwi genit pun merasa sangat jengah.
Ketika akan mendekati Triple J, Tini tidak sengaja tersenggol oleh anak-anak yang lain yang membuatnya harus terjatuh dari tangga.
"Aaaaahhhkkkk.....!" teriak Tini.
Semua orang terbengong melihat Tini yang terjungkal.
"Tiniiii....!" teriak Jay panik.
Triple J pun langsung membopong Tini ke ruang UKS.
Mereka bertiga sama-sama menggotong tubuh Tini.
Terlihat senyum samar-samar dari bibir Tini yang pura-pura pingsan. Ketika Jay dan Jim tidak memperhatikan, Ju tahu jika sebenarnya Tini sedang berakting. Ju pun hanya tersenyum sinis melihat akting Tini.
__ADS_1
Siswi-siswi yang melihat Triple J membopong Tini pun langsung teriak histeris. Mereka juga ingin jatuh dari tangga dan pingsan supaya di bopong oleh tiga pria idaman mereka.
Tapi, tidak lama bel sekolah pun berbunyi. Semua anak-anak bergegas untuk masuk ke kelas. Mereka sangat berharap jika Triple J akan masuk ke kelas mereka.
Di UKS, Ju meminta soudaranya untuk masuk ke kelas duluan sebab, dia yang akan menjaga Tini sembari menunggu dokter datang. Karena hanya Ju yang mengerti soal medis, akhirnya Jay dan Jim pun menyerahkan tanggung jawab menjaga Tini kepada Ju.
"Jika begitu kami duluan ya!? kalo ada apa-apa sama Tini, panggil kami segera!?" ujar Jay.
"Tenang aja!" sahut Ju.
Akhirnya, Jay dan Jim pun pergi ke kelas. Meski Jay merasa berat meninggalkan Tini bersama dengan Ju karena Jay tahu jika Ju tidak menyukai Tini, tetapi Jay tidak bisa berbuat banyak karena hanya sodara itu yang dapat menjaga Tini karena kepintaran medisnya.
setelah semua pergi, Ju mendekati Tini yang masih memejamkan matanya.
"Bukalah matamu!" ucap Ju membuat Tini kaget.
Merasa jika dirinya sudah ketahuan jika berpura-pura, akhirnya Tini mencoba untuk membuka matanya. Tapi, akting masih berlanjut.
"Auwh! kepalaku sakit!?" pekik Tini meringis kesakitan sakitan sambil memegang kakinya.
Ju hanya menggeleng kepala dan mendekati Tini. Ju memegang kaki yang Tini pegang untuk memeriksanya. Tapi, Ju langsung menyempar kaki Tini.
"Ahk!" teriak Tini.
"Hehehe,.." Tini hanya bisa menyengir.
Ju langsung mengambil kotak obat dan mengobati luka pada sikut tangan Tini yang mana Tini sendiri tidak sadar jika sikutnya terluka.
"Meringis sesuai tempatnya supaya di tertawai," sindir Ju.
"Hehehehe... maap mas Ju," ucap Tini.
"Huft..!"Ju menghela nafas berat. "Mengapa kalian suka sekali memanggil aku mas sedangkan kepada Jay dan Jim kalian bersikap biasa saja. Sangat menjengahkan!" ucap Ju.
Tini terdiam dan berfikir.
"Ya karena mas Ju sangat pintar," jawab Tini yang sebenarnya juga tidak tahu.
"Hem, aku sudah selesai mengobati lukamu, sekarang istirahatlah karena sebentar lagi dokter akan datang. Aku duluan," ucap Ju.
"Em, Mas. Bisa ndak temenin aku di sini, aku takut sendirian," ucap Tini memohon.
Ju melirik ke arah Tini membuat Tini langsung menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu bisa berjaga diri menggunakan cincin yang sudah aku berikan," ucap Ju.
"Tapi mas, bagaimana jika yang mengganggu aku adalah Vampir Edward!"
"Vampir Edward!?" tanya Ju tak mengerti.
"Itu loh mas, Vampir ganteng yang ada tipi-tipi !" jelas Tini.
Ju menggelengkan kepalanya mendengar tuturan Tini.
"Jika kamu mau ikut saja sekalian bersamanya," sahut Ju yang langsung pergi meninggalkan Tini yang terbengong.
Iishh... dasar nyebeliiiiin.... batin Tini.
Di dalam kelas, Ju langsung duduk di samping Pink.
"Hay, bagaimana kabar Tini!?" tanya Pink yang mendapatkan kabar dari Jay dan Jim.
"Tidak papa," jawab Ju singkat.
Jay dan Jim melirik Ju yang duduk belakangnya.
"Kamu yakin dia tidak papa?" tanya Jay memastikan.
"Hem," jawab Ju singkat.
*****
Akhirnya, pelajaran telah usai dan kini mereka bergegas untuk beristirahat di kantin sekolah. Tapi sebelum itu, Triple J dan juga Pink mencoba menjenguk Tini ke UKS karena Tini tidak kunjung masuk kelas.
Setelah sampai ke UKS, ternyata Tini sudah tidak ada di sana.
"Loh, kemana dia?" tanya Pink.
Namun semua hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Akhirnya mereka memutuskan tanya ke dokter yang masih berada di kantor guru.
Dari info yang mereka dapat, Tini sudah dari tadi keluar dari UKS dan masuk kelas.
Pink dan Triple J akhirnya sadar jika Tini pasti sedang tersesat di sekolahan ini.
"Kamu dan Pink cari ke arah sana dan aku sama Jim cari ke sana!" ucap Jay memberikan arahan.
__ADS_1
dengan panik, Ju berlari mencari Tini, bahkan dia meninggalkan Pink yang tidak bisa menyesuaikan langkahnya.