FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Kembalinya Laras


__ADS_3

3 Hari usai kepergian Yuma. Semua berjalan dengan biasa.


Meski masih ada ketidak relaan mereka atas kepergian Yuma, namun mereka harus tetap semangat supaya Yuma juga semangat meraih ilmu di negeri orang.


Ini adalah sebuah lomba masak untuk semua wanita-wanita pilihan Yasmin. Mereka adalah wanita elit dari beberapa kalangan. Semua terlihat sangat modis dan berkelas. Cara memang pisau saja seperti mereka memegang batang kotor. Semua berlagak sangat anggun meski celemek ada ditangan mereka.


"Oke ladies! Apakah kalian siap! kalian cukup memasak ikan yang ada didepan kalian dengan baik dan benar. Kalian harus memberikan sesuatu yang seunik mungkin karena..... calon ibu mertua kalian yang akan menjadi juri...!" jelas Yasmin.


Apa.. mengapa dia tidak mengatakan jika ada carmut disini..!


Ya tuhan, ada carmut ternyata disini..


Apa! aduh, bagaimana penampilan aku, apakah sudah oke... bagaimana jika carmut ku kurang puas dengan penampilan ku..


Ah, aku sangat yakin akan jika carmut akan memilihku, secara aku adalah calon mantu yang pandai memilih masakan..!


Ya, kamu hanya pandai memilih tetapi tidak bisa masak, jika begitu aku pun bisa..!


"SEETOOOOOOOOP!" raung Yasmin yang mendengar keributan pada ladies yang baru tahu jika calon ibu mertua mereka juga ada disana.


"Hmm... baiklah, saya beri waktu kalian untuk memasak ikan selama 20menit. Selesai atau tidak, kalian harus berhenti dan hidangkan masakannya dimeja, apakah kalian mengerti!"


"Siap! Aunty Inces!" sahut para ladies antusias.


Yasmin sangat puas dengan wajah para wanita-wanita yang dia pilih. Semua terlihat sangat cantik, seksi dan pastinya sangat berkelas.


Dari sisi lain, Mumut yang menyaksikan calon mantu yang disiapkan oleh Yasmin merasa kurang puas. Dari lantai dua, Mumut melihat bagaimana tingkah wanita-wanita itu yang hanya memasak ikan tetapi seperti mereka sedang memasak tumpeng. Sangat ribut, tidak teratur dan berantakan.

__ADS_1


...


Seorang pria menatap di laptopnya dengan rasa mual. Raka tidak pernah berfikir akan mendapatkan calon istri yang dipilih oleh auntinya, Yasmin.


Raka mengetuk-ngetuk pena ke meja sambil berfikir.


"Dimana aku akan mendapatkan calon istri yang tepat. Aku tidak mungkin menerima salah satu dari mereka!" gumam Raka sambil melirik tajam ke laptopnya.


"Heh, lihatlah mereka. Hanya memasak ikan saja seperti akan mau perang!" lanjutnya tersenyum sinis.


Tok... tok.... suara pintu membuyarkan Raka..


"Masuk!"


Langkah kaki terlihat sangat anggun. Sepasang mata menatap penuh kejutan.


"Laras..!"


"Miss you to, sayang!"


kakak beradik ini saling berpelukan erat lepas rasa rindu setelah 12 tahun tak bertemu.


"Hay, kamu sendirian? Mama Sarah mana?" tanya Raka.


"Mama tidak ikut, dia sedang sibuk dengan pekerjaannya," jawab Laras.


"Tapi dia sehatkan? dia tidak papa kamu kemari?"

__ADS_1


"Tidak, kak. Mama bilang, jika Laras disini sudah mapan, dia akan meninggalkan karirnya sebagai disainer dan ikut dengan Laras disini!"


"Jika begitu, jangan kecewakan mama kamu. Kamu harus bekerja dengan giat dan jadilah orang hebat!"


"Baik, kakak. Ehm, mohon bimbingannya, Pak!" sahut Laras yang langsung berdiri tegap dan membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada Raka.


"Hahaha... ada-ada saja kamu ini. Hmm, selamat bergabung Sekertaris Laras..!"


"Hahaha... kakak ada-ada saja. Oya, dimana Yuma?"


"Yuma, dia melanjutkan pendidikan di London."


"Apa! mengapa tidak memberi tahu aku!? aku sangat rindu dengannya. Harusnya dia menunggu ku datang baru pergi!"


"pendaftarannya ke buru ditutup, jadi memutuskan untuk langsung terbang."


"Hmm... jika dia pulang, aku akan menjewer kuping anak itu!"


Raka memandang adiknya dengan lembut. 12 tahun berlalu, Raka dulu melihat adiknya belum terlalu bisa berjalan dan kini, dia memiliki kaki yang indah.


"Kamu sudah makan?" tanya Raka.


Laras menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, makan yuk. Kakak juga lapar nih..!"


"Baik, kak. Oya, Laras ingin makan bakso!"

__ADS_1


"Apapun mau mu, sayang,!"


Laras berjalan beriringan dengan Raka membuat semua mata pegawai itu menatap iri. Mereka mengira jika Laras adalah wanita biasa yang menjadi sekertaris baru Raka. Mereka tidak tahu jika Laras adalah adik Raka juga, hanya saja beda ibu.


__ADS_2