FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Mendadak Chef


__ADS_3

Sebuah mata menatap kertas bertuliskan lowongan pekerjaan. Asih dengan semangat 45 langsung berlari gembira menuju tempat dimana lowongan kerja itu berada.


Ternyata, lowongan kerjaan itu bertempat disebuah restoran lagi. Asih sedikit trauma jika harus bekerja di restoran, tetapi apa mau dikata, hidup ini yang harus ia jalani untuk mengobati neneknya yang sudah sakit-sakitan.


"Hmmm... Bismillah wae lah!" gumam Asih menyakinkan dirinya sendiri.


Ketika mendaftar diri, tidak disangka-sangka Asih langsung diterima karena alasan restoran sedang membutuhkan karyawan tambahan secepatnya.


"Kamu diterima bekerja disini. Sekarang, cepat ganti baju kamu karena sebentar lagi kita akan kedatangan tamu penting!" ujar kepala pelayan restoran.


"Baik, bos. Siap melaksanakan tugas!" sahut Asih yang sangat bersemangat.


Ketika akan masuk kamar mandi, ternyata disana juga ada seorang wanita yang terlihat seperti sedang mabok.


Huweeek...! Huweeekk...!


Wanita itu sepertinya hamil. Pikir Asih yang tak ingin ambil pusing.


Dia langsung masuk kekamar mandi dan mengganti bajunya.


Ternyata, wanita yang sedang muntah-muntah itu juga akan mengganti bajunya didalam kamar kecil sebelah Asih.


Karena warna baju yang sama dan mereka meletakan baju ditempat yang sama. Membuat wanita yang ternyata adalah chef malah salah mengambil baju.


Dan Asih, dia sendiri tidak menaruh curiga dengan baju barunya yang terlihat sangat bagus.


"Wah, baju pelayan kok koyo baju chef gini, hebat ini keren tenan!" ujar Asih merasa hidupnya sangat beruntung.


Disisi lain, chef asli yang sebenarnya sedang mabok alkohol itu terkapar tak berdaya didalam kamar mandi. Dia tertidur didalam kamar dengan memakai baju pelayan.


Asih keluar kamar mandi dengan buru-buru, dia berniat akan menuju ketempat kepala pelayan menunggunya.


Namun, ketika akan keluar dari kamar kecil, Asih tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita elegan. Dia adalah Yasmin.


"Oh, Maaf! Maaf, mbak!" ucap Asih yang langsung meminta maaf meskipun sebenarnya bukan dia yang bersalah. Karena pelajaran dari pengalaman sebelumnya, asih tidak ingin lagi kehilangan pekerjaan hanya gara-gara berurusan dengan orang kaya.


"Hay, chef!" sapa Yasmin yang langsung menyapa Asih karena baju yang dipakai oleh Asih.


Sebenarnya, hari ini adalah hari terakhir Yasmin akan menyelesaikan tesnya kepada wanita-wanita yang akan di calonkan oleh Raka.


Karena hasil memasak mereka pada beberapa hari yang lalu tidak ada yang memuaskan, jadi Yasmin memberikan satu kali kesempatan.


Bahkan, Yasmin dengan secara khsus mengundang chef handal untuk mengajar dan membimbing wanita-wanita pilihnya.


Baju yang digunakan Asih adalah baju yang khusus Yasmin pesan untuk Chef yang akan menjadi pemandu.

__ADS_1


Asih yang dipanggil chef langsung celinguk'an mencari keberadaan Chef yang dipanggil oleh Yasmin. Tapi tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan Yasmin disana.


"Chef, anda mencari siapa?" tanya Yasmin.


"Saya..!?" tanya Asih menunjuk dirinya sendiri.


"Hahaha.. Anda sangat menggemaskan ternyata. Baju yang saya pesan untuk anda sangat cocok sekali. Hmm, rambut dikepang memang kembali ngetrend lagi ya sekarang," ujar Yasmin yang membuat Asih tambah bingung dibuatnya.


Ketika Asih akan mengakui jika dirinya bukanlah seorang Chef, seorang pelayan lainnya datang menghampiri mereka.


"Nyonya, perlengkapan sudah siap!" ujar pelayan itu memberi tahu.


"Oh, baiklah. Chef mari...!" ucap Yasmin dengan sangat ramah.


Asih yang tidak tahu harus bagaimana, dia hanya mengikuti Yasmin dari belakang.


Disana tidak yang tahu siapa Asih kecuali kepala pelayan.


"Ya Allah Gusti... Piye iki!? aku kan bukan Chef!" batin Asih merasa jantungnya berdetak sangat cepat.


Dihalaman belakang restoran, dengan hamparan bunga dan ada kolam ikan membuat suasana sangat adem karena dipasang tenda. Jika tidak ada tenda, pasti gadis-gadis itu akan mengomel kepanasan.


"Oke gaes... Saya hari ini mendatangkan Chef handal untuk membantu dan membimbing kalian untuk memasak. Hmm, karena saya butuh pemenangnya Hari ini juga, jadi saya minta kepada kalian untuk serius. Apa kalian paham!?"


"Yes, Aunty!"


"Ah, ya..!?" Asih yang dari tadi diam karena syok, terkejut ketika Yasmin memandangnya.


"Iya, kita akan masak hari ini!?" tanya Yasmin yang mulai merasa curiga dengan Asih.


"Oh, Saya cek sek bahan-bahannya, yo! Apa wae yang tersedia dimeja," ucap Asih yang berlari menjauhi Yasmin.


Yasmin tersenyum tipis melihat tingkah Asih.


"Dia benar-benar Chef yang unik + aneh!" gumam Yasmin.


Para finalis menatap aneh kearah Asih. Mereka merasa jika Asih sama sekali tidak pantas menjadi Chef mereka.


Dari wajah yang tak perawatan.


Bau badan yang tak menggunakan parfum.


Rambut yang dikepang dua.


Bibir tanpa lipstik.

__ADS_1


Kuku yang hanya dipotong rapi tanpa perawatan.


Semua finalis berdecak jijik ketika Asih mendekati meja mereka untuk melihat bahan apa saja yang sudah disiapkan.


"Aduh, Chef! Apakah anda tidak mandi setahun. Bau sekali..!" ejek salah satu finalis.


"Aku wes mandi kok, mbak! Cuma tadi aku harus lari-lari waktu mau kesini. Hehhee..!" sahut Asih yang mencium ketiaknya sendiri untuk memastikan. Asih pun tersenyum canggung ketika mencium bau kecut pada dirinya.


"Memang kemana mobilnya?" tanya Finalis lagi.


"Nah iku, mbak! Mobil yang biasanya masih mogok!" sahut Asih. Mobil yang dimaksud asih disini adalah angkot yang biasa dia naiki.


"Oh.!" Wanita elit itu pun hanya bisa mengangguk mengerti. Dia pikir mobil Asih mogok membuat Asih harus berlari.


Usai melihat-melihat bahan yang ada. Akhirnya Asih memutuskan.


"Emm, Nyonya. Saya melihat hanya ada bahan ikan, bagaimana jika kita buat pindang wae. Pindang ikan dimakan sama nasi hangat pasti enak tenan!?" ucap Asih memberi saran.


"What! Aunty, bukankah kita akan belajar memasak sushi!?" sahut finalis itu.


Yasmin berfikir curiga.


"Apakah dia benar-benar Chef yang aku pinta. Dia sangat aneh," gumam Yasmin.


"Hmm ... Aku akan mencoba menguji dia dulu," batin Yasmin kembali.


"Chef, maaf sebelumnya. Saya hanya ingin memastikan sesuatu. Bisakah anda buatkan kami pindang ikan yang lezat?" tanya Yasmin mencoba untuk memastikan sesuatu. Benarkah wanita yang ada didepannya ini adalah Chef yang handal.


"Oh, baik Nyonya. Tapi, bayarnya bagaimana?" tanya Asih yang tiba-tiba menanyakan soal bayaran. Asih sendiri langsung menutup mulutnya. "Walah, kenapa aku membahas soal duet to, walah dasar mulut duitan!" batin Asih merutuki dirinya sendiri.


"Oh, anda tidak perlu khawatir. Berapapun yang anda minta, saya akan berikan," sahut Yasmin tidak mempermasalahkan pertanyaan Asih.


"Wah, baik tenan bude-bude Iki. Asih, ayo tunjukan dirimu!" batin Asih menyemangati dirinya sendiri.


"Baik, Nya..!" sahut Asih yang langsung mengambil pisau.


Tanpa ragu-ragu, Asih langsung mencengkram ikan itu untuk dibersihkan dan mutilasi sebelum akhirnya dimasak.


Setelah beberapa menit, akhirnya masakan Asih hampir selesai. Aroma masakan Asih sangat harum dan mampu menggoyangkan lidah.


"HAAAAAAAAY!" teriak seseorang dari kejauhan. Dia adalah Chef asli.


Semua orang langsung menoleh ke sumber suara.


Asih baru mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Waduh, itukan mbak-mbak yang dikamar mandi. Jangan-jangan baju iki.! Waduh, jangan-jangan baju iki adalah punya dia!?" batin Asih yang langsung bergetar seluruh tubuh.


....


__ADS_2