FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Kejutan (Jay)


__ADS_3

13


Setelah puas berendam di air kolam.


Sore itu, Jay memutuskan untuk pergi berkeliling ke kebun.


Disana juga ada sebuah wisata taman buah-buahan. Jay pergi sendirian dengan sepedanya karena semua orang masih menghindari dirinya didalam rumah. Jay sangat merasa jika dirinya sedang diasingkan.


Di kebun stroberi, Jay sendirian menikmati senja yang sangat indah.


Jay terdiam dan melamun. Dia merasa sangat tidak berguna didepan keluarganya. Jay jadi merindukan kakek dan neneknya di kota, yaitu Kakek Maherndra dan nenek Laurent."Hanya mereka yang sayang padaku. Mereka tidak pernah menghukum kami, mereka selalu membela kami. kakek..nenek... Jay rindu!"


"Hay!" sapa Tini menganggetkan Jay.


"Loh, kok kamu ada disini!?" tanya Jay heran.


"Kalo sore gini aku sama adikku emang sering bermain disini, sekalian momong," jawab Tini ramah.


"Lah, dimana adik kamu?" tanya Jay heran karena Tini datang sendirian.


"Itu, lagi gendong sama pakde," jawab Tini.


Jay hanya mengangguk.


"Kamu kenapa? Oya, aku minta ngapuro (maaf) ya, karena aku kamu mendapatkan hukuman. Andai aku lebih hati-hati, kita gak bakalan tabrakan," ucap Tini dengan tulus.


"Ini bukan salah kamu, kok! Ini salah aku yang sudah ugal-ugalan," jawab Jay merendah.


"Oya, kita koncoan(temenan) ya mulai hari ini?" ucap Tini yang mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Jay hanya tersenyum dan menerima tangan Tini.


Dan mulai saat ini, Jay dan Tini resmi berteman.


Hari sudah mulai petang. Jay dan Tini pulang bersama. Adiknya Tini dibawa pulang duluan sama pakdenya .


Dijalan mereka bisa saling tertawa ketika Jay mencoba untuk belajar berbicara Jawa. Dia memang mengerti jika ada yang berbicara bahasa Jawa, tapi dia sendiri tidak dapat mengucapkannya.


"Ikuti aku ya. Kulo nyuwon ngapuro, njeh! Artinya, saya minta maaf ya," jelas Tini.


"Kuluwo nyuwo ngapa'uro'enjeh!" ucap Jay mempraktekan.


"Hahaha.. sedikit lagi! Sudah ya,.kita belajar besok lagi Yo. Sekarang pulang dulu, sudah gelap Iki," ucap Tini.


Jay mengangguk.


"Dada..... Tini, kita besok pagi bermain ya?" teriak Jay tetapi sepertinya tidak didengar oleh Tini.


..


"TAAARAAAAAA!" sambut semua orang.


"Ada apa ini?" tanya Jay terkejut.


"Ini adalah perayaan keberhasilan anak ibu yang sudah berani bertanggung jawab,!" ucap Mumut sangat antusias.


Ceritanya, siang itu setelah berargumen tentang Yuma, ketika semua orang sudah dalam baik-baik saja. Mumut sempat menanyakan dimana Jay karena hanya dia tidak kelihatan.


Akhirnya, Raka yang tadinya sedang sesegukan meratapi nasibnya yang tidak nikah-nikah, menjelaskan bagaimana nasib adiknya yang sedang dihukum.

__ADS_1


Mendengar itu sontak Mumut sangat senang. Karena selama ini anaknya tidak pernah mendapatkan hukuman jika salah, semua karena keluarga mertuanya selalu membela dan mendukung anak-anak Mumut meski mereka bersalah.


Mendengar anaknya menerima hukuman atas kesalahannya jelas itu membuat Mumut sangat senang. Dia berfikir ingin memberikan hadiah untuk anaknya karena berani bertanggung jawab. Sebelum itu, mereka berniat untuk mengerjai Jay terlebih dahulu.


"Jadi.. kalian tidak marah kepada aku!?" tanya Jay merasa sangat senang sekali.


"Tidak sayang! Papah dan semua orang disini sangat bangga terhadap kamu. Kamu adalah anak papah yang sangat gentleman!" puji Yuda.


Mendengarkan pujian dari papahnya. Jay dengan tidak sabar merogoh kantongnya untuk mengambil uang 50rb yang dia dapatkan dari membantu memanen semangka.


"Papah lihatlah! Jay menghasilkan uang sendiri! Ini adalah uang Jay, Pah!" ucap Jay yang sangat antusias dan bangganya.


Mumut menetaskan air mata haru. Jelas uang itu dapat dibandingkan dengan uang jajan sering yang mereka beri untuk anak-anaknya. Tetapi, yang kecil itu bisa terlihat sangat berarti ketika didapatkan dengan jerih payahnya sendiri.


"Ibu bangga dengan mu sayang," puji Mumut.


Jay merasa sangat senang, ia langsung menatap Raka.


"Semua ini berkat kak Raka. Karena dia, aku menjalankan tanggung jawab ku dengan baik," ucap Jay yang merasakan ketegasan Raka bukanlah kejahatan, melainkan didikan yang sangat berarti baginya.


"Kalian adalah adik-adik kakak. Kakak melakukan ini demi kalian dan untuk masa depan kalian. Maafkan jika ketegasan kakak selama ini terlalu jahat menurut kalian," ucap Raka mampu membuat semua tersenyum haru.


"Kami sayang kakaaaak!" ucap Jay, Jim, Ju dan Yuma. Mereka langsung memeluk Raka dengan penuh kasih dan sayang. Mereka merasa sangat beruntung karena memiliki kakak seperti Raka.


Mumut ikut pun ikut terharu. Dia sadar jika Raka adalah kakak yang sangat menyayangi adik-adiknya, meski Baby J bukanlah adik sebapak, nyatanya Raka tak pernah membedakan antara Yuma dan Baby J. Semua metegasannya bukan tak beralasan, Raka pun memiliki alasan untuk bertindak tegas dan kasar pada adik-adiknya.


..


..

__ADS_1


...


Setop! Like dulu 😉


__ADS_2