
Pagi menjelang siang, terlihat Mumut membawa sebuah plastik ke rumah anak dan menantunya. Mumut sangat antusias untuk berkunjung ke tempat menantunya itu.
Tok...Tok...Tok...
"Assalamualaikum...?" ucap Mumut sembari mengetuk pintu.
"Walaikum salam..!" sahut Asih yang antusias membuka pintu.
"Ibu? Ibu sama siapa?" tanya Asih senang melihat ibu mertuanya.
"Sendiri aja. Asih lagi apa?" tanya Mumut ramah.
"Lagi buat kue lemper. Asih sama mas Raka mau jenguk nenek, jadi Asih mau buat oleh-oleh untuk nenek," jelas Asih.
"Wah! kamu bisa buat lemper juga? Ibu juga suka banget loh sama lemper," ucap Mumut sembari berjalan masuk ke dalam.
"Walah, seng bener buk? untung Asih buat agak banyak," sahut Asih.
"Ibu bantuin ya?"
"Ndak usah, buk. Ini udah jadi kok. Tinggal di kukus aja," jawab Asih tersenyum.
Melihat menantunya terlihat bahagia, Mumut pun merasa bahagia. Dia pikir hubungan rumah tangga anaknya tidak bahagia karena mereka telah di jodohkan. Seperti yang kita tahu, Raka hanyalah mencintai Angel selama ini.
"Asih? apakah Raka berbuat tidak baik padamu? Jika sampai anak ibu berbuat nakal, kamu jangan sungkan-sungkan bicara ibu, Ya?" ucap Mumut mencoba memberikan semangat kepada Asih.
Asih pun tersenyum.
"Ndak kok, Bu. Mas Raka baik banget. Dia bahkan gak sama aku mesti aku udah masukin obat aneh ke dalam minumannya," ujar Asih keceplosan. Dia langsung menutup mulutnya karena Asih ingat nasehat dari Raka. Jika tidak boleh berbicara soal hubungan intim mereka ke siapapun.
"Apa!?" terlihat Mumut mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Obat apa yang kamu kasih ke anakku!?" tanya Mumut mengintimidasi. Tadinya Mumut khawatir jika anaknya berbuat tidak baik pada menantunya. Tetapi kini, Mumut merasa sangat takut jika anaknya di apa-apakan oleh menantunya yang terlihat polos.
"Ah, ndak kok buk. Bukan apa-apa, tenan!" jawab Asih gugup.
"Cepat jawab aku atau aku akan lapor ke polisi!? kamu tidak sedang meracuni anakku kan Asih!?" sentak Mumut terlihat sangat khawatir.
"Oh.. ndak! ndak! jangan lapor polisi, buk. Aku ndak masukin racun ke gelas mas Raka. Sumpah!" jawabnya cepat.
" Lalu!?" tanya Mumut tegas.
Ketika akan menjawab, handphone Asih berdering.
Asih melihat jika Aunty Yasmin lah yang menelepon. Asih nampak ragu-ragu membuat Mumut merasa curiga.
Mumut pun langsung merebut ponsel Asih dan melihat nama Yasmin di sana.
"Yasmin? batinnya sambil menerima telpon itu. Mumut tidak perduli dengan ekspresi wajah Asih yang terlihat sangat takut.
"Hay Asih. Bagaimana tadi malam? apakah berhasil. Di sini aku sedang bersama ibu mertuamu Paula. Cepet ceritakan apakah tadi malam berhasil? Apakah kamu sudah memasukan obatnya? Aku sangat yakin jika tadi malam pasti berhasil. Aaaaa... aku tidak membayangkan bagaimana ponakan ku yang dingin itu melakukan itu kepadamu," ucap Yasmin terdengar cekikikan bersama dengan Paula.
Mendengar hal itu, Mumut pun langsung merasa naik pitam. Bagaimana mereka bisa memaksa anak laki-lakinya untuk menyentuh wanita dengan paksa. Berhubungan memang sah ketika sudah menikah. Tetapi jika di lakukan dengan paksa, maka itu tidak akan baik. pikir Mumut.
Tanpa berkata apa-apa, Mumut langsung mematikan panggilan itu membuat Yasmin dan Paula merasa heran di sebrang sana.
"Apa! kenapa dia mematikan panggilan ku seperti ini!? dasar anak kurang ajar!?" umpat Yasmin.
"Mungkin Raka ada di sana," sahut Paula mencoba untuk menenangkan Yasmin.
"Ah, iya juga ya. bisa bahaya jika Raka sampai tau jika aku adalah dalangnya," pikir Yasmin.
"Udah tenang aja. Asih pasti tidak akan bicara apa-apa. Mending kita Shoping aja yuk? Aku sangat bosan akhir-akhir ini. Pangeran selalu sibuk sama pekerjaan. Gak sadar jika usianya udah tidak muda lagi, harusnya dia menyerahkan semua tanggung jawab perusahaan kepada Raka saja. Hem,!" curhatan Paula.
__ADS_1
"Mending kamu Paula. Pangeran tiap malam bisa pulang ke rumah untuk istirahat. Sedangkan suamiku. Dia bisa tidur di rumah sakit hanya karena mencemaskan keadaan pasiennya. Dia tidak sadar jika Istrinya sakit berdarah-darah di rumah karena lelah menunggu perhatiannya," sahut Yasmin yang juga ikut mencurahkan isi hatinya.
Dua sahabat pun saling berpelukan untuk saling mendukung dan menyemangati. Meraka adalah dua sahabat yang sangat aktif dan selalu ceria, tetapi nasib mereka telah mendapatkan jodoh yang dingin dan juga cuek. Padahal mereka adalah wanita yang sangat haus akan kasih sayang dan perhatian. Tapi, rasa cinta yang mendalam membuat mereka tetap bertahan.
Ketika mereka akan keluar rumah untuk belanja shoping, terlihat mobil Mumut datang dengan gesit.
Mumut terlihat sangat marah ketika dia keluar dari mobil.
"Kakak ipar! ada apa? tumben main kerumah?" tanya Yasmin ramah. Dia belum tahu jika Mumut kini sedang merasa sangat marah kepadanya.
"Asih, Keluar!" teriak Mumut membuat Asih yang masih berada di dalam mobil perlahan turun dari mobil.
Yasmin dan Paula pun sama-sama tercengang melihat Asih berada satu mobil dengan Mumut. Jika di lihat dari ekspresi wajah Mumut, sudah bisa di tebak jika kedatangannya adalah untuk marah-marah.
"Yasmin. Aku tidak percaya umur tidak juga membuat kamu berfikir dewasa. Bagaimana kamu bisa membuat anak sepolos ini melakukan hal seperti itu!" tukas Mumut marah.
"Ah kakak ipar, dengarkan dulu penjelasan aku. aku hanya...!"
"Cukup! Aku tidak aku lagi dengar apapun. Pokoknya aku minta, setelah ini jangan lagi kamu temui menantuku. Aku tidak habis pikir kamu bisa sejahat itu kepada ke ponakan mu sendiri. Raka belum mencintai Asih, bagaimana bisa kamu memaksa Raka untuk berhubungan intim dengan Asih!" tukas Mumut benar-benar mencuak.
Mendengar Mumut jika Raka tidak mencintai Asih. Entah mengapa Asih langsung merasakan jika jantungnya terasa sakit. Entah mengapa Asih merasa tidak suka dengan ucapan Mumut. Tapi Asih hanya bisa diam dan tertunduk.
"Mumut, aku harap kamu tenang dulu, Ya?" ucap Paula mencoba untuk menenangkan Mumut.
"Kamu! aku juga gak nyangka jika kamu bisa diam saja dan malah mendukung temanmu ini. Kamu tahu, Raka juga adalah anak kamu, bagaimana bisa kamu membiarkan Raka menerima semua perilaku yang menjijikkan ini!? apakah kamu sekarang sudah tidak menganggap Raka sebagai anakmu lagi?" sahut Mumut yang juga terlihat marah kepada Paula.
"Mut, jangan berkata seperti itu. Itu tidak benar, aku masih menganggap Raka sebagai anakku. Tapi apa yang di lakukan Yasmin itu adalah benarnya Mut. Meski Raka belum mencintai Asih, tapi bisa jadi setelah melakukan itu Raka bisa mencintai Asih dan melupakan Angel," jelas Paula mencoba menenangkan Mumut.
"Kata siapa aku tidak mencintai, Asih!" Suara dari belakang mereka mampu membuat mereka terkejut.
"Raka!? semua orang terlihat terkejut.
__ADS_1