
Asih terbangun merasakan kepalanya yang sangat pusing. Dia memegangi wajahnya yang tidak berubah, sakit, atau pun gimana.
Ketika sedang dalam keadaan bingung, Yasmin datang menghampirinya.
"Asih, kamu sudah bangun?" tanya Yasmin.
"Aunty,?"
"Iya, kami berhasil menggagalkan niat Raka. Hem, Asih, maafkan kami ya. Sungguh aku merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah Raka lakukan padamu. Asih, sekarang aku tidak akan memaksamu lagi. Jika kamu ingin pergi, maka aku akan membantu mu. Kamu tenang saja, aku akan tetap membayar kamu dengan jumlah yang kamu inginkan. Tapi tolong, jangan hanya meminta sejuta ataupun dua juta, mintalah dengan angka yang banyak," ucap Yasmin sambil memegang tangan Asih. Terlihat dari mata Yasmin jika dia merasa sangat bersalah.
Asih terdiam. Dia teringat dengan apa yang sudah Raka bisikan padanya.
Kata-kata Raka selalu terngiang-ngiang di pikirannya.
"Aku mencintaimu kalian berdua. Jangan pergi, aku hancur tanpamu" kata kata itu sangat membekas di hati Asih.
Selama hidupnya, dia baru pertama kali mendengar seseorang mengatakan cinta kepadanya secara langsung.
"Asih, apakah kamu bingung jumlah berapa yang kamu inginkan? Hem, aku 200 juta apakah cukup? Jika segitu kurang, kamu bisa meminta lebih," ucap Yasmin membuyarkan lamunan Asih.
"Aunty, apakah sekarang aku di pecat? Apakah ndak boleh aku tetap bekerja untuk mas Raka?" tanya Asih.
Deg..
Yasmin pun sangat terkejut dengan ucapan Asih. Dia pikir, asih akan sangat marah, trauma, ataupun akan meminta pergi dari sisi Raka karena sikap Raka yang sudah keterlaluan.
"Asih, apakah kamu yakin tetap ingin berada di sisi Raka? Apakah kamu tidak marah sama dia. Dia, dia hampir saja!"
"Aunty, jika memang boleh Asih tetap di sini, tolong biarkan Asih berada di sisi mas Raka."
"Apakah kamu kini sudah mencintai ponakan ku, Raka? Apakah kamu kini sudah mengerti tentang statusmu sebagai istri Raka? Kamu sudah mengerti semuanya?" tanya Yasmin.
Asih mengangguk.
"Aunty, dari awal Asih udah ngerti jika Asih akan di jadikan istri. Cuma Asihkan orang biasa, Asih sadar diri, wanita seperti kami palingan juga hanya akan di jadikan wanita simpanan orang kaya. Temen-temen Asih banyak yang seperti itu. Karena ndak punya uang, mereka rela jadi simpanan om-om. Tapi Asih beruntung karena Asih dapat Om-om yang belum punya istri, hehehe.." jawab Asih sembari tersenyum.
Yasmin yang mendengar pengakuan Asih pun merasa sangat senang. Dia memeluk Asih dan berkata," terima kasih banyak ya, Asih. Terima kasih banyak kamu sudah mau bertahan untuk tetap berada di sisi Raka. Aku harap, kamu bisa membuat Raka melupakan cinta pertamanya, Angel."
__ADS_1
Asih tersenyum.
"Oya satu lagi, mulai saat ini Aunty tidak perlu membayar Asih lagi. Asih ikhlas menjadi istri Mas Raka tanpa bayaran. Kata mas Raka, aku adalah tanggung jawabnya," ucap Asih.
"Uuuhh, manis sekali. Kalian benar-benar pasangan yang serasi. Kamu cantik dan muda, baik hati dan ramah. Hem, supaya Raka lebih menghargai kamu dan tidak membanding-bandingkan kamu dengan Angel, Aunty akan membuat kamu selalu cantik. Kita harus merombak penampilan kamu supaya layak menjadi istri Raka. Aunty juga akan memberi kamu kursus privat supaya kamu dapat mengimbangi status Raka. Aaah, Aunty tidak sabar memperkenalkan kamu kepada dunia jika kamu adalah Istri Raka," seru Yasmin Antusias.
Asih hanya tersenyum haru melihat bagaimana keluarga Raka sangat baik padanya. Jadi Asih tidak perlu merasa takut jika sampai Raka akan berbuat yang tidak-tidak padanya. Karena ada mereka yang akan melindunginya.
Di sisi lain, terlihat Raka yang masih terjaga. Wajahnya sangat tenang ketika dia terlelap. Mumut masih setia berada di samping Raka dan memegang tangannya.
Tidak lama Yuda masuk.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Yuda.
"Mungkin dia masih bermimpi indah mas. Lihatlah wajahnya, begitu sangat tenang," jawab Mumut yang masih menatap wajah putranya.
"Apa kita harus membawanya pulang kerumah kita?" tanya Yuda.
"Kita akan tanyakan dulu kepada dia, apakah dia bersedia. Mas, Terima kasih banyak atas semuanya. Kamu selalu bersikap baik dan memanjakan Raka."
"Mungkin dia sedang melampiaskan semua beban di hatinya selama ini. Kamu tahu mas, dari kecil perjalanan hidup dia tidak mudah. Dia selalu menahan emosi dan juga perasaan yang gundah. Cita-cita dia tidak banyak, dia hanya ingin hidup sederhana bersama wanita yang dia cintai dan melihat orang dia cintai hidup dengan damai. Tapi tuhan berkata lain, dia masih saja harus merasakan cobaan yang memakan perasaannya."
Yuda hanya bisa mengelus pundak Mumut supaya dia bisa tabah menghadapi semua ini. Raka adalah harta paling berharganya. Melihat Raka seperti ini, pastilah hati yang paling hancur adalah sang ibu.
....
Di sebuah Negara lain, terlihat Yuma sedang melakukan video call bersama dengan Alone.
"Hay... Kamu lagi apa?" tanya Yuma.
"Aku akan melakukan pertemuan penting dengan klien. Harusnya Tuan Raka juga hadir, tapi aku dengar kabar katanya dia sedang sakit, jadi hanya sekertarisnya yang datang," jawab Alone yang sedang duduk di sebuah restoran mewah.
"Apa, kak Raka sakit!? Kenapa gak ada yang mengabari aku?" ucap Yuma merasa kecewa.
"Mungkin mereka tidak ingin melihat kamu khawatir, sayang," ucap Alone dengan lembut.
Saat di panggil sayang, jantung Yuma pun langsung merasa cenut-cenut senang. Wajahnya pun langsung memerah karena malu.
__ADS_1
"Hay lihat wajah kamu!" ucap Alone menganggetkan Yuma. Spontan Yuma langsung menutupi wajahnya.
"Apa! Ada apa dengan wajah ku!?" tanya Yuma merasa sangat malu dan gugup.
"Sangat cantik," jawab Alone tersenyum.
"Aaaaaa.... Alooone....!" Yuma pun semakin tidak tahan untuk tidak merasa senang.
"Aku sangat rindu dengan mu. Janji, setelah pekerjaan ini selesai, aku akan mengunjungi mu," ucap Alone.
"Bener ya, aku tunggu loh pokoknya!" ucap Yuma.
"Ehem, sepertinya ada yang sudah tidak sabar untuk di jenguk nih!" ledek Alone.
"Ih, apaan sih! Kok jadi aku, kan katanya tadi kamu yang kangen sama aku?"
"Hehehe, iya sayang. Tapi apa kamu gak kangen sama aku?" tanya Alone.
"Kangen gak ya? Ngak deh, kamu kan jahat sama aku," sindir Yuma.
"Masalah yang dulu. Kamu masih marah sama aku?"
"Hem, kamu tau kalo selalu gak bisa marah sama kamu."
"Karena kamu sangat mencintai aku?"
"Ya, dan di sini hanya aku yang paling tulus mencintai."
"Terima kasih," ucap Alone.
"Ya, kamu harus berterima kasih banyak karena sudah aku cintai dengan tulus."
Ketika akan melanjutkan obrolan, Laras datang. Entah apa yang Laras pikirkan, dia sampai menabrak seorang pelayan dan dirinya sendiri harus terpeleset dengan minuman yang tumpah.
Spontan Alone pun berdiri dan menangkap tubuh Laras. Tapi karena Alone memegang handphone jadi dirinya kurang setabil keduanya pun oleng dan jatuh bersama.
Di sana, Yuma melihat semuanya ketika bibir Laras dan Alone saling bersentuhan.
__ADS_1