
06
Terlihat Tini sambil menangis membenarkan sepeda Jay yang ternyata setangnya penyot karena tabrakan yang terjadi di antara mereka.
"Pokonya saya gak mau tahu! Sepeda itu harus kembali seperti semula!" bentak Jay yang seperti ada dendam pribadi.
"Hiks..hiks.. ini bukan salah aku! Ini salah kamu! Kamu yang ugal-ugalan! Lihatlah sepeda aku, rusaknya lebih parah! Aku nanti dimarahi bapakku. Hiks..hiks...!" teriak Tini sambil terisak-isak.
"Mana aku perduli, Wek!" sahut Jay yang nampak tak mau perduli.
Tanpa Jay sadari, ternyata di belakangnya sudah ada bapaknya Tini.
"Ehmm!" suara gelegar mampu membuat bulu guduk Jay berdiri.
Jay dengan perlahan menolehkan kepalanya kearah belakang.
"Bapak!" panggil Tini merasa senang sekaligus takut melihat bapaknya yang berkumis tebal lagi berjenggot tipis.
Jay menyengir ketika mendengar Tini memanggil bapak menyeramkan itu dengan sebutan bapak.
"Tini, opo Iki!?"
(Tini, apa ini?)" tanya Sang bapak dengan mata yang melotot.
Tini hanya bisa menundukkan kepalanya takut karena kedatangan bapaknya pasti bukan untuk menolongnya, tetapi untuk memarahinya karena sepedanya yang telah rusak.
__ADS_1
Jay yang melihat ekspresi ketakutan dari wajah Tini langsung mengerti sesuatu.
"Paman, ini adalah salah saya. Saya akan bertanggung jawab," ucap Jay mencoba untuk membela Tini dengan tiba-tiba.
"Koe Iki anak'e wong kuto ngerti opo! Kue arep tanggung jawab Karo opo! Karo bondone wong tuwo mu, Hah! Tini, balek Karo bapak!"
.."( Kamu anaknya orang kota tau apa! Kamu mau tanggung jawab sama apa! Sama hartanya orang tua mu, Hah! Tini, pulang sama bapak!)" sang bapak Tini sambil menyeret tangan Tini dengan kasar.
"Tunggu, paman! Saya tidak akan menggunakan uang orang tua saya. Saya akan melakukan apa saja supaya paman tidak marah dengan Tini! Dia tidak bersalah. Ini salah saya karena saya terburu-buru sehingga tidak melihat Tini yang keluar dari gang. Saya akan bertanggung jawab, katakan saja apa yang harus saya lakukan!?" ucap Jay dengan penuh tanggung jawab. Entah mengapa, melihat seorang pria kasar kepada wanita membuat hati Jay tak terima meski Tini adalah anak bapaknya.
sang bapak itu pun hanya tersenyum sinis menatap Jay. Akhirnya, Jay di ajak oleh sang bapak ke suatu tempat.
Di sisi lain, Ju dan Raka yang kebetulan lewat bengkel tidak sengaja melihat sepeda Jay yang sedang di dandani disana.
"Kak tunggu! Itu sepeda Jay!" ucap Boy Ju.
"Mas, ini sepeda adik saya kenapa ya?" tanya Raka.
"Alah, biasa cah cilik mas. Nek pedahan do ugal-ugalan. Iki Tini Karo adike pean tumburan!"
.."(Alah, biasa anak kecil mas. Jika pedahan suka ugal-ugalan. Ini Tini sama adike sampean tumburan!)" jelas tukang bengkel.
Sontak Raka dan Ju pun terkejut. Mereka takut jika luka adiknya sangat parah mengingat disana tidak ada bayangan Jay.
"Apakah kecelakaannya parah! Dimana adik saya!? Apakah di bawa kerumah sakit! Rumah sakit mana mas!?" tanya Raka mencerocos.
__ADS_1
Tukang bengkel hanya menggelengkan kepalanya mendengar cerocosan Raka.
Tukang bengkel lalu berdiri dan berjalan sambil menunjuk ke arah sebrang dimana disana adalah kebun semangka yang sedang panen.
"Adeke pean disana mas, dia dihukum sama bapaknya Tini untuk ikut memanen Semangka. Adiknya pean berkata jika dia ingin bertanggung jawab," jelas Tukang bengkel.
Raka dan Ju pun akhirnya dapat bernafas lega. Meski mereka kasihan dengan Jay, tetapi Raka memutuskan untuk membiarkan adiknya menuntaskan hukuman itu. Raka hanya berfikir, terkadang adiknya memang harus sedikit diberi hukuman.
"Ju, kita langsung saja. Biarkan Jay menerima hukumannya."
"Tapi, kak!"
"Apa kamu juga ingin disana membantu Jay!?"
"Tidak, kak. Kita pulang saja," sahut Ju. Bukan karena Ju juga tidak ingin membantu Jay. Semua karena dia sangat yakin jika Jay akan mengandalkan dirinya jika dirinya ikut membantu.
Ketika Raka sudah mengayunkan sepedanya. Jay sempat melihat Ju. Ju hanya bisa tersenyum dan menyemangati Jay sudah terlihat sangat letih karena ikut untuk memanen semangka milik bapaknya Tini.
"Ehmm...!" suara teguran dari bapaknya Tini membuat Jay langsung Kembali melakukan pekerjaannya yang dirasa sangat berat untuk seusianya.
Jay tidak memperhatikan bagaimana Tini yang terlihat biasa saja membantu orang-orang yang sedang memanen semangka milik bapaknya.
..
...
__ADS_1
..
Ojo Lali Like... 😁