FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Berpergian


__ADS_3

Di rumah sakit milik keluarga Tuan Aska. Terlihat semua orang bertepuk tangan untuk keberhasilan operasi untuk Paula.


Kedua orang tua Paula ikut hadir untuk melihat cucu yang sangat mereka nanti-nantikan. Mereka tidak percaya akhirnya mereka memiliki penerus untuk keluarga mereka.


Kedua orang tua Paula sudah terlihat keriput dan menua. Usia 70 tahun bukan usia muda yang aktif. Tetapi tubuh mereka masih terlihat sehat dan bugar.


"Pah, mah? kalian datang?" sapa Pangeran.


"Tentu kami akan datang. Bagaimana kami tidak datang ketika cucu kami lahir!?" Sampai sini, kedua orang tua Paula masih belum tahu apa yang sudah terjadi kepada anaknya. Karena mereka sepakat untuk tidak memberi tahu mereka.


"Iya, Mah. Em, Pangeran akan kembali ke rumah untuk mengambil beberapa keperluan Paula dan bayinya."


Di sisi lain, di kediaman Mumut, dia dan Yuda terkejut melihat kedua orang tua Mumut yang sudah ada di rumah mereka beserta kedua orang Yuda.


"Mamak, bapak!?" sapa Mumut senang. Dia baru pulang dari rumah sakit.


"Gimana kabar kamu, sehat?" tanya Mak Item.


"Alhamdulillah, sehat, mak. Mamak kok ndak bilang kalo mau ke sini?" tanya Mumut.


"mamah yang meminta mereka untuk datang ke sini," sahut mama Lauren.


"Bagaimana ke adaan Paula? tanya Tuan Aska.

__ADS_1


"Alhamdulillah operasinya lancar, Pah. Semoga mereka bisa lekas sembuh," sahut Yuda. " Em, aku akan membersihkan badan dulu. Sayang, kamu juga habis mandi dulu." lanjutnya.


"Iya, mas!" sahutnya.


"Mut, kami mau mengajak kedua orang tua kamu untuk umroh. Awalnya kami akan mengajak Ratu dan Suroto. Tapi gak tau mereka akan jadi ikut atau tidak. Mengingat Paula saja melahirkan. Semua udah kita rencanakan jauh-jauh hari, kita gak tau kalo Paula akan melahirkan prematur," jelas mama Lauren.


"O gitu. Kalo memang kalian mau pergi gak papa. Soal Paula, biar nanti aku yang temenin Paula. Ada aku, Yasmin, Mumut, dan Laras. Paula gak akan kesepian," jawab Mumut.


"Kalo gitu 3 hari lagi kami akan berangkat. Tiket udah di siapkan semuanya."


"Iya mah. Niat baik tidak bagus di tunda-tunda," sahut Mumut tersenyum.


...****************...


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Alone.


"Suami, aku akan menginap di rumah kak Raka. Dia akan melakukan perjalanan ke Singapura. Aku akan menemani kakak ipar untuk sementara," jawab Yuma antusias.


"Loh, bukannya biasa ada ibu Mumut?" tanya Alone.


"Mamah dan Aunty Yasmin menjaga mama Paula. Karena semua kakek dan nenek akan melakukan umroh hari ini. Sedangkan Kak Raka kebetulan juga ada pertemuan penting, Laras juga ikut dengan kak Raka," jelas Yuma.


"Terus aku kaya mana?" tanya Alone.

__ADS_1


"Suami, kamu juga akan ikut dengan ku menginap di rumah kak Raka. Aku sudah siapkan baju ganti untuk mu." Yuma selalu tersenyum dan bersemangat membuat Alone hanya bisa setuju.


"Hem, meskipun rumah kak Raka jauh dari tempat kerja, aku tetap akan memikirkan kebahagiaan mu. Jadi ayok kita berangkat!" seru Alone.


"Aaa.. Suami so sweet. Emuach!" Yuma dengan manja memeluk sang suami.


"Oya, kalo di depan Kakak ipar maupun kak Raka, jangan panggil aku suami ya? panggil Alone saja?" Alone sepertinya ada rasa malu-malu.


"Memang kenapa. Justru aku akan menambahkan kata-kata romantis seperti "Hay suamiku yang tampan dan manis tiada duanya di dunia. Aku ingin selalu berada di dekapanmu sampai fajar bertemu senja. Sampai matahari berganti bulan. Lalu akan memeluk dan mencium mu di depan kak Raka. Hahahaha.. aku sangat yakin kak Raka tidak akan doyan makan selama tiga hari!" seru Yuma yang sangat bersemangat ingin menjahili kakaknya.


Alone hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mungil sang istri. Dia pun berjalan mendekati Yuma dan memeluk pinggang rampingnya.


"Sebelum besok kita berangkat bagaimana jika membuat adonan?" bisik alone.


Tapi tidak di sangka Yuma melepaskan pelukannya Alone.


"Suami, kata siapa kita akan berangkat besok pagi. Kita akan berangkat sekarang juga," ujar Yuma sembari menyengir kearah Alone.


"Loh, kenapa harus malam ini? kenapa gak besok pagi aja!?"


"Aku lebih suka perjalanan malam-malam. Gak ada drama kemacetan, hehehe."


"Hem!"

__ADS_1


__ADS_2