FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Haluan Yuma..


__ADS_3

Jack dengan senyum tampannya menatap Yuma yang masih setia dalam mimpi haluannya.


"Sir, let our Miss Yuma take care of it?"


"(Pak, biarkan Nona Yuma kami yang mengurusnya,?)" ucap salah satu karyawan.


"Tidak, biarkan dia disini bersama dengan saya. Saya akan menjaganya. Oya, Emm tolong ambilkan saya minyak kayu putih," ucap Jack membalasnya dengan bahasa nasional.


"Oh, baik, Sir!"


Ketika karyawan itu pergi.


"HIAAAAAAK!" Yuma tiba-tiba mengigau membuat Jack sangat kaget dibuatnya.


Yuma bergaya seolah-olah dia sedang memasang pedang ke leher lawannya.


"Heh, Alon! Apakah kamu siap mati bersama dengan wanita mu! Hahahaha...." Suara Yuma terdengar sangat mengerikan.


"apakah dia bermimpi! Alon, siapa dia?" batin Jack. Dia memutuskan untuk diam dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


Didalam mimpi Yuma.


kita diperlihatkan Alon yang berlutut di bawah kaki Yuma.


"Yuma, maafkan aku. Sungguh aku telah diguna-guna oleh wanita ini. Aku akan pergi bersamamu, mohon jangan bunuh aku!?" ucap Alon dalam mimpi Yuma.


Didalam mimpi, Yuma pun sangat tersentuh dengan sikap Alon yang tiba-tiba sangat baik kepadanya.


Tapi, ternyata sikap baik Alon hanyalah sandiwara saja. Ketika Yuma luluh, Alon langsung mengambil pedang yang ada ditangan Yuma dan menyerang Yuma begitu saja.


JLEB....


pedang itu menusuk sampai kedalam uluh hati Yuma.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaahhkk!" teriak Yuma didalam mimpi dan dengan gaya lebay dia terkulai lemas sambil tangannya memegang hatinya yang tertusuk.


Bahkan teriakkan itu terjadi didunia nyata.


Yuma bergaya memegang hatinya dan ternganga membuat Jack mendekatkan kepalanya kewajah Yuma untuk memastikan sesuatu.


Didalam mimpi,


Yuma melihat ada seorang pangeran yang datang menghampiri dirinya yang sekarat.


Yuma sangat yakin jika apa yang sedang terjadi pada dirinya adalah sebuah dongeng yang nyata.


Pangeran mencium wanitanya yang sekarat, lalu keajaiban pun datang.


"Oh pangeeeraaaann.. ciumlah aku.. Aku sekaraaat. Ooh Pangeran ku!?" ngiggau Yuma yang langsung menarik kepala Jack dan dia memanyunkan bibirnya sampai seperti ****** ayam yang akan memeti(melahirkan)


Adegan nyata lebih dramatis dari pada apa yang ada didalam mimpi Yuma.


Tapi, ketika satu inci lagi dua bibir itu bersatu, tiba-tiba karyawan yang mengambil minyak kayu putih untuk Yuma pun datang.


Ceklek..


"Oh, astaga! maaf Tuan saya tidak melihatnya!" ucap Karyawan itu yang langsung membalikan tubuhnya.


Jack yang merasa tidak enak pun langsung membenarkan posisinya dan menjauhi Yuma.


Didalam mimpi,


Yuma melihat jika Pangerannya tidak jadi menciumnya dan malah menjauh dan pergi meninggalkan dirinya.


"Tidak, jangan tinggalkan aku PANGERAAAAAAAAAAAAAAAN......!" teriak Yuma dengan keras sampai sepertinya gendang telinganya sendiri pun serasa akan pecah.


Jack dan Karyawan itu pun menutup telinga mereka, dan setelah beberapa saat Yuma terlihat mendelik dan menutup mulutnya ketika dia sadar apa sebenarnya yang terjadi.

__ADS_1


Yuma tersenyum-senyum merasa sangat malu dengan Jack yang ternyata beneran nyata ada didepannya. Dia pun sangat malu mengingat adegan dimana Jack mencium keningnya yang masih perawan.


Sampai disini, Yuma belum sadar dengan apa yang sudah dia perbuat ketika sedang bermimpi.


"Jack, maafkan aku yang meragukan kedatangan mu," ucap Yuma tiba-tiba membuat Jack terbengong.


"Kamu tidak ingat dengan apa yang barusan saja terjadi!?" tanya Jack.


"Aaah, Jack! aku mohon jangan membahas itu. Sungguh aku sangat malu. Kamu mencium keningku yang masih suci dengan sangat lembut, aaaah aku malu sekali," ucap Yuma sambil bergaya lebay menutupi wajahnya yang memerah.


Jack yang mengetahui jika Yuma memang benar-benar tidak ingat dengan apa yang baru saja terjadi langsung menatap karyawan itu dan memberinya kode supaya tutup mulut.


"Em,,, Yuma. Aku, sungguh aku minta maaf karena telah mengambil kesucian keningmu. Sungguh hal seperti itu ditempatku sudah biasa," jawab Jack dengan gaya gentleman nya membuat Yuma tambah tidak karuan merasakan hatinya yang tiba-tiba bersemi dan berbunga-bunga.


"Ohhaahaha... Jack, aku hanya bercanda kok. Sebenarnya keningku sudah tidak sepenuhnya perawan lagi. Karena kak Raka, Papah, Adik-adik ku, Ibu, kakek dan nenek, mereka sering mencium keningku," jawab Yuma dengan senyumnya yang manis.


Jack menaikan salah satu alisnya.


"Apakah pacar kamu tidak pernah melakukannya?" tanya Jack.


"Ah, apa yang kamu katakan Jack. Pacar aku sedari dulu adalah kamu, hehehe...."


"Lalu Alon siapa?" tanya Jack yang mengingat nama pria yang Yuma sebutkan ketika mengigau.


Mendengar nama pria yang baru saja menusuk hatinya didalam mimpi, seketika Yuma langsung naik pitam dan meremas kuat hatinya yang barusan telah tertusuk pedang.


"Dia hanyalah pria kejam, tidak tahu diri, pria brengsek dan pria terjelek didunia!" umpat Yuma dengan nafas yang memburu.


Meski itu hanyalah mimpi, entah mengapa Yuma merasa jika itu sangat-sangat nyata.


"Alon, tunggu saja. Sebentar lagi aku akan menusuk hatimu kembali dan membalas dendam. Hahahahaaa!" batin Yuma merasa sangat bahagia karena ada Jack yang akan membantunya untuk membalas dendam kepada Alon.


Jack yang melihat wajah bengis Yuma hanya bisa mengangguk mengerti jika sepertinya Yuma sedang patah hati. Senyum senang pun tersamar dari wajah Jack.

__ADS_1


__ADS_2