
12
Dengan terengos-ngos Jay menaiki vila yang ada di atas bukit. Sambil menuntun sepeda dan 2 semangka yang sangat besar, akhirnya ia sampai kerumah harapan.
Mata Jay berbinar-binar menatap pintu vila yang sudah ada didepan matanya. Rasa lelah dan letih akhirnya terbayar lunas ketika sampai dirumah.
Jay membuka pintu dan melihat pemandangan yang sangat membuatnya cemburu.
Yuma dan Raka saling berpelukan di sofa. Nenek, Jim dan kakek menari-nari bersama. Mumut, Yuda dan Ju sedang asyik di dapur sambil tertawa bersama dan bermain tepung.
Jay menetaskan air mata karena cemburu. Dirinya sudah susah payah mencari uang tetapi dirumah semua orang sedang berbahagia tanpa memperdulikan dirinya rasanya sudah ingin mati karena menahan rasa lelah.
Usia labil masih menjalar pada pemikiran anak yang baru akan berusia 13 tahun.
"TIIIDAAAAAAAAAAAAAK!" teriak Jay didepan pintu dengan gaya menaikan kepalanya diatas sambil merentangkan kedua tangannya. Entah apa maksud Jay yang tiba-tiba berteriak tidak jelas.
Semua orang akhirnya menatap Jay. Dari Raka yang masih sesegukan karena meratapi nasibnya yang malang. Kakek, nenek dan Ju yang sedang menari. Mumut, Yuda dan Ju yang sedang didapur.
Melihat penampilan Jay yang terlihat sangat aut-autan/berantakan mampu menarik perhatian semua orang untuk berlari kearahnya. Hanya Raka yang terdiam dan masih tetap duduk ditempatnya.
"Sayaaang! Ya Allah Gusti ... kamu kenapa, nak!?" tanya Mumut yang langsung meraba anaknya yang terlihat sangat kotor.
"Hiks..hiks..., Jay habis bekerja, mah! Rasanya sangat lelah sekali," jawab Jay sambil menyeka air matanya haru.
Mendengar jika Jay anak manja bekerja sontak membuat semua orang ternganga tidak percaya.
"Bohong, dia bukan bekerja! Tapi dia sedang dihukum oleh bapaknya Tini karena dia sudah menabrak sepedanya Tini," sahut Raka dari kejauhan dan mendapatkan anggukan dari Ju, membuat Jay benar-benar kesal dibuatnya.
"Apa! Jaaaaaaaaaaaay!" teriak Mumut terdengar kesal.
__ADS_1
"Mah, tidak perlu berteriak. Aku sudah mendapatkan hukumannya," jawab Jay membuat Mumut yang sedang berteriak langsung mingkem/tutup mulut.
"Haaa... ?" Mumut terdiam.
" Hm, papah sungguh sangat pusing hari ini melihat kalian yang selaluuuuu aja ribut! Bisakah jika berlibur kerumah kakek dan nenek kalian itu ada kediaman! Heran papah sama kalian," tukas Yuda terlihat sangat menahan kesal.
"Sayang ... kita istirahat saja, yuk?" ajak Mumut sambil mengedipkan matanya.
Melihat inisiatif Mumut yang mencoba untuk meredakan emosinya membuat Yuda pun senang meski ekspresinya wajah masih ditekuk didepan anak-anak.
Akhirnya Yuda merangkul Mumut dan mengajaknya kedalam kamar untuk istirahat. Meski mereka sudah berumur, nyatanya itu tidak membuat keromantisan mereka memudar.
Semua orang terdiam melihat kedua orang tua mereka pergi meninggalkan mereka disana. Mumut hanya bisa tersenyum kepada anak-anaknya. Mumut berharap, setelah istirahat siang semuanya Kembali normal dan pada melupakan kejadian yang sangat membengongkan hari ini.
"Hmm,, Ju ikut dengan kakak kekamar!" Ajak Raka memanggil Ju.
"Baik, kak!" sahut Ju yang langsung mengikuti Raka.
"Em, Jay! Sepertinya aku harus menyelesaikan misi aku dulu," ucap Jim.
"Misi apa?" tanya Jay.
"Game! Hehehe," jawab Jim yang langsung pergi kekamarnya meninggalkan Jay sendirian didepan pintu.
Tidak tahu apa yang terjadi dengan orang-orang yang tiba-tiba menjauhi dirinya.
Mak item dan pak alim yang melihat cucu kesayangannya masih terdiam akhirnya berdiri dari duduk santai mereka setelah melihat pertunjukan drama gratis dari keluarga Mumut yang selalu membuat onar.
Ketika Mak alim dan pak item mendekati Jay, ia terlihat sangat lesu.
__ADS_1
"Cucuku, kamu kenapa diam saja, kok tidak masuk?" tanya Mak item mendekati Jay.
"Mengapa semua orang pergi? Apakah mereka juga marah kepada Jay? Padahal Jay sudah menebus kesalahan yang sudah Jay buat!?" tanya Jay.
"Hmm, sebelum kamu datang tadi dirumah sudah ada sidang. Mungkin papah kamu perlu istirahat dan juga yang lain. Tidak ada maksud papa, cucuku!" jelas Mak item.
"Bener, leee...! Mbak kamu Yuma tadi habis di marahi habis-habisan sama Raka. Mereka juga tadi berendam di air lama sekali," lanjut pak Alim menjelaskan.
Jay yang teringat dengan masalah kakaknya Yuma akhirnya dapat mengerti.
"Hmm, mereka mungkin sudah lelah. Tetapi barusan mereka bersenang-senang," batin Jay galau. Padahal dia saat ini butuh dukungan untuk melengkapi kebahagiaannya yang telah berhasil menuntaskan hukumannya.
"Si Mbah gak ikut istirahat? Apakah si Mbah mau mendengarkan cerita Jay?" tanya Jay.
Mak item dan pak alim saling memandang.
"Iya cucuku, kami akan dengarkan ceritamu. Sekarang kamu mandi dulu. Mbah tunggu di sofa sana," ucap Mak item.
Mendengar itu Jay pun kembali bersemangat. Dia langsung berlari kekamar untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, Jay dengan semangat kembali untuk bercerita kepada kakek dan neneknya. Namun, ketika kembali Jay terdiam lemas ketika melihat kakek dan neneknya tertidur pulas diatas sofa.
Karena tidak ingin menganggu akhirnya Jay hanya bisa menyelimuti kakek dan neneknya. Dia sendiri memutuskan untuk berendam di kolam untuk meredam kekecewaannya.
..
..
..
__ADS_1
Ojo LALI LIKE !