
08
Raka pun hanya tersenyum halus menjawab kedua orang tuanya.
"Baiklah, Raka akan tunggu disini. Udara pagi didesa sangatlah sejuk. Sangat cocok meminum teh dari sini," jawab Raka sambil merebahkan bokongnya di kursi dekat kolam.
Sontak tindakan Raka mampu membuat semua orang membelalakkan matanya tidak percaya, mereka langsung mencoba memutar-mutar otak untuk mencari cara untuk mengelabuhi Raka.
Raka hanya tersenyum melihat ekspresi keluarganya. Sebenarnya bukan ini yang dia harapkan, tetapi nyatanya dia kini harus menerima kenyataan jika keluarganya mencoba bermain-main dengannya dan mencoba membohonginya.
"Hay Jim, apakah tidak dingin pagi-pagi gini berendam dalam air?" tanya Raka terdengar seperti mengejeknya.
"Hehehe, ini adalah sebuah terapi kak," jawab Jim dengan asal.
"Benarkah!?" tanya Raka mencoba untuk memastikan.
"Benarkah kak. Sebentar, aku ingin menyelam," ucap Jim yang langsung mengambil nafas dalam-dalam lalu menyelam. Jim sengaja mengambil nafas banyak supaya bisa ditransfer ke kakaknya Yuma yang mulai kejang-kejang kehabisan nafas.
Setelah selesai memberi nafas ke kakaknya. Jim pun akhirnya naik kembali kepermukaan.
"Heeerrgghh, airnya sangat segar kak," ucap Jim yang terlihat wajah dan bibirnya telah membiru.
Mumut dan Yuda hanya bisa menatap iba kepada Yuma dan Jim yang menahan dinginnya air perbukitan di pagi hari.
"Jim, naiklah ke atas!" ucap Raka yang mulai jengah dengan segala sandiwara keluarganya.
"Tidak, kak. Ini segar sekali.. Heeerrrgghh!" ucap Jim yang sudah ngewel didalam air.
__ADS_1
"Jim, ini perintah dari kakak, naiklah!" Kini Raka lebih menekankan suaranya.
Akhirnya Jim pun memutuskan untuk naik keatas karena takut dengan Raka. Terlihat didalam air jika Yuma mencoba menahan Jim supaya tidak keluar dari air.
Tetapi Jim dengan berat hati menepis tangan Yuma.
"Ya tuhan, mati aku!" batin Yuma panik didalam air.
Ju dengan sigap membawakan handuk untuk Jim yang sudah akan membeku.
"Herrggghh... Heerrgghh...kletak, kletak, kletak!" Suara gigi Jim yang menggigil karena kedinginan.
"Hmmm... Aku hitung sampai tiga, jika tidak naik keatas, maka jangan naik ke atas untuk selamanya," ucap Raka tiba-tiba. Semua orang tahu jika perintah itu untuk Yuma yang masih ada didalam air.
Mendengar ancaman dari Raka, Yuma pun akhirnya dengan perlahan memperlihatkan wajahnya. Yuma masih berada didalam air, dia tidak berani untuk naik ke atas.
Yuma hanya bisa menunjukan giginya yang rapi kepada Raka. Dia tersenyum sangat manis berniat untuk menggoda kakaknya.
"Sayang, ibu bisa jelaskan," ucap Mumut yang mencoba untuk memegang kedua tangan anaknya.
"Tinggalkan dia disini. Biarkan dia berendam sampai jam 12 siang. Siapa yang ingin menolongnya, maka temani saja dia berendam didalam air," ucap Raka terlihat sangat marah.
Semua orang tahu, amarah Raka tidak akan dengan mudah di bujuk. Tapi, Mumut juga tidak bisa membiarkan putrinya kedinginan sendiri didalam air.
"Baiklah, ibu akan ikut menemani adikmu Yuma!" ucap Mumut mencoba menggertakan Raka, tetapi Raka terlihat sangat acuh.
Akhirnya, Mumut dengan ragu-ragu masuk kedalam air.
__ADS_1
"Raka, Ibu masuk nih!" ancam Mumut. Tetapi Raka masih acuh.
"Mamah jangan! Ini salah Yuma, biarkan Yuma saja yang menerima hukumannya," ucap Yuma terlihat sangat terharu dengan sikap ibunya.
Tetapi Mumut tetap memaksakan diri untuk masuk kedalam air yang sangat dingin.
Melihat istri yang sangat dia cintai kedinginan jelas Yuda tidak bisa tinggal diam.
"Papah akan menemani ibu kamu, Raka. Papah harap kamu dapat berfikir dengan jernih!" ucap Yuda yang langsung menjeburkan tubuhnya ke kolam.
"Jika begitu, Ju juga akan temani ibu dan papah," ucap Ju yang juga langsung masuk kedalam air.
Jim yang sudah tidak sanggup lagi berendam didalam air hanya bisa berdiri sambil menggigil.
Raka melihat tidak percaya jika keluarganya bisa membela orang yang telah berbuat salah.
"Baiklah, ibu maafkan Raka. Tetapi Raka tidak memaksakan ibu melakukan ini," ucap Raka yang langsung masuk kedalam dan meninggalkan keluarganya yang mulai menggigil kedinginan.
Didalam, Raka melihat kakek neneknya yang sedang berdansa bersama sambil mendengarkan lagu keroncong.
Raka tersenyum lalu melewati mereka begitu saja.
Raka berniat untuk pergi ketempat dimana Jay dihukum. Sebenarnya Raka tidak berniat untuk melepaskan hukuman Jay, dia pergi hanya untuk bertemu dengan bapaknya Tini untuk meminta maaf atas perbuatan adiknya.
..
..
__ADS_1
......
Setop! LIKE dahulu sebelum lanjut ! ☺️