
07
Di dalam vila, Jim terlihat sangat buru-buru.
"Mami, Papah....! Dimana kak Yuma!?" tanya Jim.
"Ada didalam kamar sayang. Ada apa?"tanya Yuda.
"Kak Raka datang!" jawab Jim yang langsung berlari menuju kamar Yuma.
"Apa! Ya Gusti, bagaimana ini pah!?" tanya Mumut yang ikutan khawatir dan cemas.
"Kita akan menahan Raka didepan pintu," jawab Yuda mencoba untuk memberi ide.
Mak Item dan Pak Alim hanya duduk santai sambil mendengarkan lagu keroncong kesukaan mereka. Mereka tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi dengan anak dan cucu-cucunya.
"Ono opo to Jane?"
"Ada apa to sebenarnya?" tanya Mak item pada pak Alim.
"Wes koyo ora weroh anak-anak Mumut wae. Meski do pinter, tapi polahe wes Podo koyo Mumut biyen, sering gawe polah."
"Sudah kaya tidak tahu anak-anak Mumut saja. Meski pada pinter, tapi polahnya sama saja kaya mumut dulu, sering buat masalah.") jawab Pak alim yang masih menikmati lagu keroncong.
"Dramane mulai neh pak!" sahut Mak item yang mendapatkan anggukan dari pak Alim.
...
Jim dengan susah payah mencoba untuk membangunkan Yuma yang ternyata masih tertidur.
"Kakak, ayok bangun!" teriak Jim sambil mencoba menyeret-nyeret Yuma.
"Mmmm....!" sahut Yuma yang enggan untuk bangun.
"Kakaaaak cepatan bangun, kamu harus segera bersembunyi!" teriak Jim lagi.
"Apa sih dek.. kakak masih ngantuk!" sahut Yuma yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
"Kakak ini, sudah tadi subuh tidak bangun, pagi masih molor aja!" umpat Jim kesal.
"Kakak lagi dapet dek, kakak lagi gak sholat!" jawab Yuma.
"Kak Raka datang!" ucap Jim kesal, mampu membuat mata Yuma melek 10wat.
"APAAAAAA!" teriak Yuma yang langsung terjingkat.
"Kak Raka datang dengan helikopter. Dia sekarang sudah menuju kesini. Cepetan kakak bersembunyi. Jika perlu kakak langsung pulang saja," ucap Jim memberi saran.
"Oke, kakak siap-siap dulu!" ucap Yuma berniat untuk mandi.
"Tidak usah mandi, sudah kaya gitu saja. Kak Raka sudah berjalan kearah sini!" tegur Jim memperingati.
"Oh, oke!" jawab Yuma yang langsung bergegas untuk keluar dari kamar.
Ketika akan keluar, Yuma melihat Raka yang sudah ada didepan pintu yang disambut oleh Mumut dan Yuda yang mencoba untuk menghalangi Raka untuk mencari Yuma.
"Assalamualaikum ibu, papah?" sapa Raka yang mencium tangan Mumut dan Yuda.
Sedangkan Yuma yang melihat ada celah, dia berusaha untuk pergi ke halaman belakang bersama dengan Jim. Mereka berniat melarikan diri dari halaman belakang.
"Iya buk, sebenarnya Raka Habis dari Kalimantan melihat tambang kita yang disana. Setelah pulang, Raka memutuskan untuk langsung kesini," jawab Raka.
"Uhuk..uhuk..!" Suara mbah alim terbatuk-batuk.
"Mbah, kenapa?" tanya Raka langsung menghampiri kakek neneknya.
"Walah, cucucku kamu datang juga?" tanya Mak item.
"Iya, Mbah." Raka mencium tangan kakek neneknya.
"Mbah tadi ke sedak teh, kaget soalnya mbah kaya liat bayangan pergi kolam renang. Mbah pikir hantu," jelas Pak alim.
"Memang ada apa, Mbah?" tanya Raka mencoba untuk melihat.
"Ah, bukan apa-apa nak, mungkin hanya bayangan daun atau ranting saja," jelas Mumut mencoba untuk menghalangi Raka.
__ADS_1
Dari sini, Raka sudah mengerti apa sebenarnya yang sedang mereka tutupi darinya.
Dengan gerak cepat Raka berlari kearah halaman belakang.
BYUUUURRR....!"
suara seseorang jatuh kedalam air.
"Yuma!" teriak Raka. "Cepat naik keatas."
Tetapi, ternyata yang muncul kepermukaan air adalah Jim.
"Hay, kak ini aku. Kak Raka datang juga kesini?" sapa Jim yang sambil menahan Yuma di dalam air. Terlihat Yuma yang sekuat tenaga untuk menahan air didalam kolam.
Jim memberi kode kepada mumut supaya mengajak Raka untuk masuk kedalam.
"Raka sayang, Kita masuk dulu yuk? Kamu harus minum teh buatan papah kamu yang sangat enak," ucap Mumut mencoba untuk membujuk Raka.
Raka mengerutkan keningnya.
"Sejak kapan papah bisa membuat teh yang enak?" tanya Raka.
Yuda yang ditanya pun terkejut. Dia juga baru sadar jika istrinya telah menyebutkan namanya.
"Ah, sejak tadi. Maksud papa pagi ini papa sudah belajar dari nenek kamu dan hasilnya enak," jawab Yuda dengan gugup. Dia sangat khawatir dan cemas jika Yuma mati kehabisan napas didalam air.
"Nah, itu iya begitu. Ayo kita masuk sayang!" Ajak Mumut lagi membujuk anak pertamanya.
Melihat gelagat keluarganya yang aneh, Raka pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti permainan mereka. Dia tersenyum tipis sambil memikirkan ide untuk mengerjai Yuma yang sedang coba-coba untuk mengelabuhi dirinya.
..
..
..
LIKE dulu sebelum lanjut ! ☺️
__ADS_1