FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Akhirnya Malam pertama.


__ADS_3

"Ah! mas... Sakiiiit! Apa yang sampean mau lakukan? Ah...!" teriak Asih ketika Raka mencoba untuk memasukinya.


Melihat wajah Asih yang terlihat menahan sakit, Raka pun mencoba untuk menerobos supaya segera tuntas. Karena di tunda pun rasanya akan sama saja karena Asih memang masih suci.


Raka tidak menjawab rintisan Asih. Dia hanya ingin segara ini cepat tuntas.


"Aaauuuuuuwwwww....!" teriak Asih. " Iiiiiiiiiiihhhhhhhhh.....!" Asih mencubit lengan Raka dengan sangat kuat membuat Raka meringis.


"Auw! Asih apa yang lakukan!?" ujar Raka yang langsung menghentikan aksinya.


"Sakit, Mas! sampean gak denger apa!?" bentak Asih.


"Ya terus kaya mana. Siapa suruh memasukan obat per*ngsang ke dalam minuman ku!" sahut Raka.


"Iissstt, keluarin dulu! Sakit loh, mas!" sentak Asih.


Raka pun langsung mundur karena di dorong paksa sama Asih.


Asih terlihat memerah ketika melihat mereka sama-sama terbuka. Sedangkan Raka yang menerima penolakan dari Asih, dia pun langsung menindih Asih kembali.


Sebenernya Raka juga tidak menginginkan hal ini, tetapi efek obat itu bener-bener membuatnya hilang akal.

__ADS_1


"Aku akan coba pelan. Mungkin akan sakit di awal, tapi aku janji akan membuat itu terasa nyaman," bisik Raka dengan suara beratnya.


Asih pun langsung merinding bulu kuduk ketika Raka menggigit telinganya dengan lembut.


Asih hanya bisa memejamkan matanya dan menerima perlakuan manis dari Raka. Terlihat jika mulai terkontrol saat ini. Jika Asih diam saja sedari awal, bisa saja Raka akan berprilaku seperti ayahnya Pangerannya. Yang kasar terhadap Mumut.


..........*******.......


Pagi hari terlihat sangat cerah, Raka melihat jika Asih sudah tidak ada di sampingnya. Raka pun mengingat kejadian semalam dan merasa sangat gusar. Raka terlihat sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi.


Raka mandi dan menggunakan baju dinasnya. Raka keluar kamar dan menuruni anak tangga. Di dapur, Raka melihat Asih yang biasanya ceria kini terdiam. Asih yang biasanya menyabut kedatangannya kini terlihat murung tanpa senyum.


di meja makan, Raka hanya bisa makan dengan tanpa nikmat. Dia sesekali melirik Asih yang terus menyantap makanannya.


"Aunty yasmin.. Wes, aku gak bakalan menerima saran apapun darinya," gumam Asih merutuki dirinya sendiri.


Melihat Asih yang semakin Acuh dan bahkan memalingkan wajahnya ketika Raka melirik, Raka merasa sangat bersalah.


"Asih..?" sapa Raka.


Asih yang mendengar namanya di panggil pun langsung memejamkan matanya dan bersiap untuk menerima kemarahan dari Raka karena dirinya telah lancang memasukan obat itu ke dalam minumannya.

__ADS_1


"Asih, maafkan aku. Semalam aku benar-benar tidak bisa menahannya. Obat itu sangat kuat, satu pil saja bisa membuat orang panas, apa lagi kamu memasukkan tiga," jelas Raka meminta maaf.


Asih pun tercengang mendengar Raka meminta maaf kepadanya. Asih langsung melirik Raka dengan perlahan.


"Mas Raka, sampean ndak marah sama aku? Aku udah lancang memasukan obat, terus aku juga tadi malam marah-marah sama mas Raka. Mas Raka ndak marah sama aku?" tanya Asih.


Melihat ekspresi bingung Asih, Raka malah tersenyum dan cekikikan.


"Mas Raka! Mas Raka kenapa?" tanya Asih heran.


"Aku pikir di jaman sekarang tidak ada lagi gadis polos seperti ibuku dulu. Ternyata aku salah. Kamu tahu, aku hanya merasa beruntung bisa mengenalmu," ujar Raka.


"Aku Iki ndak polos mas. Aku cuma goblok saja," ucap Asih sendu. Dia sendiri sangat menyadari kebodohannya itu.


"Hussst, jangan berkata seperti itu. Lebih baik sekarang, aku minta sama kamu untuk tidak lagi berbicara yang aneh-aneh kepada Aunty siap hubungan kita. Jika dia bertanya lagi, jawab saja sudah beres. Cukup, jangan katakan apapun lagi," jelas Raka menasehati Asih.


Asih pun tersenyum merasa sangat senang dengan sikap lembut dari Raka. Tidak menduga, pria yang pernah dia marah-marahi karena telah menabraknya di restoran akan menjadi suaminya. Meski sejatinya, Asih belum paham tentang keaslian status pernikahan mereka.


"Njeh mas. Mas, apakah boleh aku menjenguk nenek di kampung?" tanya Asih.


"Boleh, aku akan ikut denganmu. Habis pernikahan kita, kita belum lagi menemui nenekmu," ujar Raka.

__ADS_1


Asih hanya mengangguk senang. Kini, akhirnya Asih kembali seperti yang Raka kenal. Periang dan sedikit berisik.


.


__ADS_2