FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Sana Sini cemburu(Yuma)


__ADS_3

Seorang wanita berkaki panjang berjalan anggun memasuki aula kantor Raka.


Dia adalah Alinea kakak perempuan dari Alone.


Alone dan Aline berjalan memasuki kantor Raka bersama. Mereka juga mengikuti meeting yang akan segera dilakukan.


Dibelakang mereka ternyata Jack juga akan mengikuti meeting.


Jack berjalan dengan tatapan tidak lepas dari bok*ng Aline. Jangan salah faham dan jangan berfikiran mesum, karena Jack melihat jika resleting androk Aline rusak dan memperlihatkan sesuatu yang berwarna merah dibalik androk Aline.


Dengan gaya lelakinya, Jack membuka jasnya dan berjalan sangat cepat kearah Aline. Tanpa basa-basi Jack langsung merangkul Aline dari belakang dan menutupi bagian tubuh Aline.


Sontak Aline dan Alone pun terkejut dan sikap Jack yang tiba-tiba.


"Hay! siapa kamu!?" pekik Aline mencoba mengontrol emosi karena ada banyak klien penting disana. Alone pun hanya terdiam tetapi dia mengepalkan tangannya seperti menahan sesuatu.


Jack membisikan sesuatu ketelinga Aline membuat Aline langsung terkejut dan terdiam. Aline memberi kode adiknya alone supaya tidak terbawa emosi.


Jack menuntun Aline untuk pergi kekamar mandi dengan masih merangkul Aline tubuh Aline.


Siapa mata melihat pasti mereka mengira jika Aline dan Jack adalah sepasang kekasih.


mimik mereka sangatlah serasi. Jack dengan wajah bulenya dan Aline yang sangat anggun dan tinggi semempai bak model.


Yuma yang sudah siap dengan materinya berjalan dengan terburu-buru untuk memasuki ruang meeting. Tapi betapa remuk relung hati Yuma ketika melihat Jack merangkul tubuh wanita lain dengan sangat mesra dengan jasnya yang disandarkan pada bahu Aline.


Melihat Yuma, Alone tersenyum tipis dan menghampiri Yuma yang terdiam membisu.


Alone memepet tubuh Yuma dan membisikan sesuatu.


"Apakah kamu kini masih mempercayai dia? Hmm, percaya atau tidak aku tidak perduli. Ingat pesan aku, jadilah Yuma yang aku kenal!" Usai membisikan kata-kata provokator, Alone langsung masuk kedalam ruangan dan meninggalkan Yuma yang masih terdiam membisu.


Didalam kamar mandi Aline sangat berterima kasih kepada Jack karena menyelamatkannya dari rasa malu.


"Oh, thank you very much sir. If it's not you, I don't know what will happen to me!"


-


"(Oh, terima kasih banyak Pak. Jika bukan kamu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.!)" Aline membungkuk hormat kepada Jack.

__ADS_1


"Tidak papa, Nona! Emm, lalu bagaimana dengan itu?" tanya Jack menunjuk androk Aline .


"Oh, ternyata anda telah lancar berbicara Indonesia."


"Kekasihku adalah orang Indonesia!"


Aline tersenyum kecut mendengar jika Jack ternyata telah memiliki kekasih. Dia tidak tahu jika Jack adalah kekasih dari Yuma.


"Oya Tuan. Bolehkah aku meminjam Jas anda?" tanya Aline.


"Tentu!"


Aline langsung menurunkan legging yang dia gulung. Lalu dia membuka androknya dan memakai Jas Jack dengan benar.


Benar-benar sangat serasi. Ternyata warna merah yang Jack lihat adalah legging yang digulung oleh Aline.


"Waw.. ini sangat pas, Tuan. Warna jas anda dan legging yang aku gunakan sangat serasi. Bagaimana ini bisa kebetulan!" gumam Aline yang merasa sangat puas dengan penampilannya.


"Anda bisa menggunakannya dan tak perlu dikembalikan," ucap Jack.


"Ah, apakah anda yakin? terima kasih, Tuan. Ini akan menjadi kenang-kenangan tak terlupakan," sahut Aline.


"Mari.. meeting sepertinya akan segera dimulai," ucap Jack.


Di ruangan meeting. Kita diperintahkan Yuma yang sedang duduk disamping Raka dengan senyum yang sangat dibuat-buat. Jika seperti ini, kita ketahui pasti Yuma telah melakukan kesalahan.


Melihat materi yang sangat berantakan, Raka hanya bisa mendengus kesal. Dalam satu tekan Raka langsung menghapus semua materi yang sudah Yuma siapkan.


Tidaaaaaaaaak! l" suara hati Yuma menggema dalam pikirannya.


Melihat ekspresi adiknya, Raka hanya menggeleng kepalanya. Ia mengambil flashdisk dalam sakunya lalu memasangnya pada laptop Yuma.


Disana, ternyata materi yang akan digunakan telah siap. Raka tidak pernah mungkin mempercayakan hal penting seperti ini adiknya begitu saja.


Yuma menatap haru kepada Raka. Sungguh hatinya langsung berbunga-bunga ketika melihat ternyata materi yang sempurna telah Raka siapkan.


Tapi sesaat Yuma menatap tajam kearah Raka.


"Kak, jika materi sudah kamu siapkan, kenapa kamu menyuruh aku untuk menyiapkannya lagi! bikin repot saja!" bisik Yuma mengumpat.

__ADS_1


"Jika kamu merasa repot. selesai meeting bereskan barang-barang mu dan aku tunggu surat pengunduran dirimu!" sahut Raka.


Mendengar itu pun Yuma langsung kembali tersenyum sangat manis membuat Raka benar-benar ingin membuang adiknya satu ini ketengah laut.


Ketika acara akan dimulai. Yuma yang akan mempresentasikan materinya seketika terdiam melihat Jack dan Aline datang bersama. Bahkan Yuma tidak dapat mengerti mengapa Jas milik Jack bisa dipakai oleh Aline.


" Sekertaris Yuma!" tegur Raka.


"Ah, iya pak. Kita akan mulai," sahut Yuma yang mencoba untuk tenang.


Semua orang didalam terlihat profesional. Mereka tidak membawa masalah pribadi mereka keruangan itu, terkecuali Yuma.


Materi yang Raka siapkan sudah sangat bagus. Tetapi bisa sangat berantakan ketika Yuma yang menyampaikannya membuat semua orang mengerutkan kening mereka ketika mendengarkan presentasi Yuma.


Ditambah, Yuma melihat bagaimana Aline yang selalu menatap Jack seperti ada sesuatu di antara mereka. Padahal, Jack dan Aline tidak melakukan apapun yang terlihat mencurigakan.


Akhirnya, Raka menghentikan Yuma dan menariknya keluar dari ruangan meeting dengan kasar.


Raka mencengkram tangan adiknya dengan kasar sampai Yuma terlihat menahan tangis disana.


Semua orang nampak setuju dengan sikap Raka yang mengusir Sekertarisnya yang terlihat tidak becus dalam bekerja. Tetapi berbeda dengan Jack dan Alon. Mereka seperti ingin bangkit dari duduk mereka dan menolong Yuma dari cengkeraman Raka yang terlihat sedikit kasar. Tetapi mereka tertahan karena mengingat banyak orang penting didalam ruangan itu.


..


Raka melempar Yuna dengan kasar sampai Yuma hampir kehilangan keseimbangannya. Tapi beruntung Yuma tidak sampai terjatuh, karena jika sampai itu terjadi, itu akan sangat memalukan baginya.


"Kak, maafkan aku!" ucap Yuma yang tak berani menatap mata Raka yang terlihat memerah.


"Antar surat pengunduran mu ruangan saya. Jika sampai meeting selesai dan saya tidak menemukan surat pengunduran dirimu, saya akan mengeluarkan mu dengan secara tidak hormat!" tukas Raka terdengar sangat mengerikan.


"Saya akan membatalkan kontrak kerja sama kita jika sampai Yuma berhenti dari perusahaan ini!" Suara Jack dari belakang mereka.


Jack...!" Yuma menatap jack penuh dengan rasa malu.


"Ah, tuan Jacklin. Maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini. Tapi ini sudah keputusan perusahaan, Yuma sudah tidak perfesional dalam bekerja."


"Saya tidak perduli. Tetapi saya akan melanjutkan kerja sama ini jika Yuma masih bekerja di perusahaan ini."


Raka pun tidak dapat mengelaknya dan akhirnya tetap membiarkan Yuma tinggal di perusahannya.

__ADS_1


Raka masuk kedalam ruang meeting dan memimpin langsung acara meeting mereka. Sedangkan Yuma, dia sepertinya harus banyak istirahat supaya hatinya kembali setabil.


Sebelum masuk, Jack mengedipkan matanya kepada Yuma membuat Yuma semakin salah tingkah dan membenamkan wajahnya karena malu.


__ADS_2