
09
Raka menggunakan sepedanya untuk pergi menemui Jay. Setelah beberapa kali mengayuhkan sepedanya akhirnya Raka sampai ke ladang semangka yang sedang panen.
Raka langsung mencari bapaknya Tini untuk segera meminta maaf.
"Pak.. pak..!" panggil Raka.
Bapaknya Tini pun menoleh.
"Sopo (siapa)!?" tanya bapaknya menoleh kearah Raka.
Raka langsung menunjuk tubuh bapaknya Tini.
"Aku?" tanya bapaknya Tini memastikan jika dirinya lah yang di panggil.
Raka tersenyum dan mengangguk.
Orang-orang pun ikut menatap Raka.
"Yoh, ndelok kae gayane Sisu! Dicelok bule wae kemenyek!"
"( Yoh, lihat itu gayanya Sisu! Dipanggil bule saja belagu!)" cetus salah satu warga.
"Dia kakak aku, paman!" sahut Jay dengan senang dari kejauhan. Jay mengira jika Raka akan menyelamatkan dirinya.
"Ora ngandel leeee.....! Tampange wae wes bedo ora enek mirip-miripe blas! Koe ngerti, wong kae bule asli, lah raimu kui loh koyo wong Cino Londo. Hahahah!" sahut salah satu warga.
"(Saya tidak percaya naaak..! Wajahnya saja sudah berbeda tidak ada mirip-miripnya sama sekali! Kamu tahu, itu adalah orang bule asli, lah wajahmu itu loh kaya orang cina Londo. Hahaha)" sahut salah satu warga yang tidak mengenal keluarga Mumut.
Jay yang mengerti jika dirinya tidak dipercayai oleh warga jika dirinya adalah adik Raka hanya bisa diam sambil menunggu Raka memanggil dirinya.
__ADS_1
Wajah Tripel Boy J dan Yuma sangat berbeda dengan Raka. Karena Raka mewarisi wajah bule sedangkan Boy J dan Yuma mewarisi wajah Mumut yang lebih ke Jawa cina. Tapi ada bule-bulenya juga sih, yaitu mereka memiliki kulitan yang sangat bersih. Perpaduan antara Mumut dan Yuda sangat pas sehingga menjadikan Triple boy J menjadi mahluk yang sangat tampan.
Setelah sekian lama menunggu, Jay di kejutkan dengan kakaknya yang tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya.
"Kak Raka! Kaaaaak!" teriak Jay memanggil kakaknya yang malah pergi meninggalkan dirinya.
"Hey! Cepat kerja yang bener!" tegur bapaknya Tini sambil melotot ke arah Jay.
"Kenapa kakak aku pergi, aku melihat kakak aku memberi uang kepada paman!" ucap Jay dengan nada sendu.
"Kakak kamu datang kesini hanya untuk memberi uang ganti rugi sepada putri saya sudah kamu rusakin, paham!" bentak Bapaknya Tini.
Tini sendiri yang melihat bapaknya melototin Jay hanya bisa menunduk karena takut.
Jay mendengar hal itu sungguh hatinya hancur berkeping-keping. "Kakak jahat! Aku gak akan mau lagi melihat Jaka Raka!"umpat Jay merasa kesal dengan kakaknya yang tega membiarkan adiknya bekerja di tengah-tengah ladang.
Meski cuaca di pergunungan sejuk, tidak dapat menghalangi keringat Jay bercucuran karena lelah bekerja membantu memetik semangka yang lumayan besar-besar.
"Ibu...! Papah..Ju, Jim,. kenapa kalian masih berada di kolam! Cepat masuk dan hangatkan tubuh kalian!" teriak Raka terlihat panik melihat ibunya yang sudah menggigil kedinginan. Padahal baru Raka tinggal 15 menit, tetapi wajah ibunya didalam air sudah sangat memucat.
"Hhheerrrhghhh... Iiii...iii..buuu ti..ti..dak mau naik! herrgghhh .. kalo kamu belum memaafkan Yuma," ucap Mumut.
"Oke.. oke.. aku akan menghukum Yuma yang lainnya. Sekarang cepatlah naik ke atas!" ucap Raka yang mengulurkan tangannya untuk ibunya.
"Kakak jahat! Aku sudah akan membeku seperti ini tetapi kamu masih mau memberi hukuman yang lain untuk aku!?" teriak Yuma terdengar sangat kesal.
"Hukuman lain atau kamu akan benar-benar mati membeku disini!" ancam Raka.
"Hehehe..." Yuma pun akhirnya menyengir lalu mengikuti apa kata Raka. Yuma juga merasa bersalah dengan apa yang telah menimpa keluarganya karena telah membela dirinya.
Raka langsung mengambil handuk dan menyelimuti ibunya yang sudah basah kuyup. Raka tidak memperdulikan yang lain yang juga sudah basah kuyup. Di mata Raka, ibunya adalah nyawa yang paling harus dia jaga di bumi ini.
__ADS_1
"Heeerrrgghh..!" Mumut menggigil ke dinginan.
Raka merangkul ibunya dengan handuk hangat.
"Ibu, maafkan Raka?" ucap Raka dengan rasa yang begitu menyesal.
Raka pun membawa ibunya untuk masuk kedalam.
"Kakak! Apakah kakak tidak membawa handuk untuk kami!?" teriak Ju menghentikan langkah Raka.
Raka lalu mengambil handuk yang ada di kursi disebelahnya lalu melemparkannya kebelakang tanpa mau menatap adik-adiknya.
Yuma dan Ju pun dengan cepat memunguti handuk yang jatuh dibawah mereka.
Yuda hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat Raka.
"Meski dia anak yang baik, nyatanya sifat Pangeran menjalar dalam tubuhnya," batin Yuda.
"Papah, dingiin!" ucap Yuma manja memeluk Yuda.
"Uuh, anak-anak papa sayang.. sini!" Yuda pun merangkul anak-anaknya lalu mengajaknya untuk masuk kedalam.
....
Rangkuman untuk pemula supaya lebih paham alurnya.
(PANGERAN adalah Ayah dari Raka dan Yuma. Jadi, dulunya Mumut pernah menikah dengan Pangeran karena sebuah kecelakaan . Karena sifat bla..bla.. bla.... Pangeran, maka Mumut di ambil alih oleh Yuda yang memiliki sifat dewasa dan penyayang.)
Untuk lebih jelasnya. Silahkan untuk pemula mampir dulu ke judul " Anak Genius, milik wanita kurang se-On's"
Jangan takut ketinggalan karena karya ini tidak akan menghilang... Selamat membaca 😉💃💃
__ADS_1