FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Hadiah....


__ADS_3

Malam ini adalah malam puncak hari ulang tahun Triple J.


Jay, Jim dan Ju terlihat sangat tampan dengan balutan toxedo senada berwarna hitam.


Acara hanya di hadirin keluarga besar. Bahkan keluarga Pangeran pun ikut hadir untuk memeriahkan acara.


Pink, anak dari pasangan Yasmin dan Jaka terlihat sangat anggun.


Dia berjalan dengan elok menghampiri sepupunya.


"Hay, sepupu! Selamat untuk kalian!" ucap Pink memberikan kado satu-satu kepada Triple J.


"Selamat untuk apa?" tanya Jay bergurau.


"Selamat untuk hari dimana kalian menyusahkan ibu kalian ketika dia akan mengeluarkan kalian. Paham!?"


"Ayolah, pink! Ini adalah hari bahagia kami. Sedikit saja kamu bersikap manis kepada kami," ujar Jim merasa tidak suka dengan ulasan Pink.


"Jay, apakah kamu keberatan dengan perkataan aku!?" tanya Yasmin.


"Seharunya sih tidak! Karena apa yang kamu katakan itu benar. Di tanggal ini, di bulan ini adalah saksi nyata dimana ibu sangat menderita ketika akan melahirkan kami 13 tahun yang lalu. Badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del.


Tetapi selama bersalin ibu akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan. Semua kenyataan ini tidak dapat dipungkiri," jelas Ju yang mendapatkan anggukan setuju dari Pink.


"Ayolah, Ju. Semua orang melakukan ini. Semua orang merayakan ulang tahun mereka. Ini sudah hukum alam!" sahut Jay.


"Benar, Ju! Kamu sendiri menikmati acara ini bukan. Gitu pakai acara ceramah segala," lanjut Jim.


"Aku hanya mengikuti mau kalian saja. Aku tidak pernah meminta untuk dirayakan," sahut Ju.


"Ah, kalian tidak asyik!" Jay terlihat mulai tidak bersemangat.


"Hm... Kalian ini masih saja tidak paham dengan apa yang aku ucapkan. Sini, aku akan tunjukan kepada kalian." Pink mengajak Triple J untuk melihat sesuatu.


Itu adalah wajah Mumut dari kejauhan. Terlihat Mumut yang sangat repot untuk menyiapkan hidangan untuk mencari tamu.


Meski sudah ada pelayan, tetapi Mumut yang masih sangat aktif enggan untuk berdiam saja.


Disana ada suaminya, kedua Mertua Mumut, ada Raka, ada Laras, ada Pangeran dan istrinya Paula. Ada juga nenek Ratu dan kakek Suroto orang tua dari Pangeran. Ada juga Dokter Jaka.


"Kalian lihatlah ibu kalian. Di tanggal ini, 13 tahun yang lalu kalian sudah membuat Ibu Mumut kesakitan dan kesulitan. Sekarang, kalian pun melakukan hal yang sama. Kalian membuat beliau kerepotan dan kelelahan, apakah kalian tidak ingin memberinya penghargaan di tanggal dimana beliau berjuang antara mati dan hidupnya," jelas Pink.


Mendengar hal itu, Triple J langsung terdiam dan memandang ibu mereka dengan nada yang sangat pilu. Mereka sadar, yang seharusnya diberi selamat hari ini adalah ibu mereka. Bukan diri mereka sendiri.


Seketika, Tripel J langsung bergandengan tangan dan berlari kearah Mumut yang sedang menyiapkan kue untuk tamu.


"Ibuuuu......!" teriak Tripel J yang langsung memeluk Mumut bersamaan membuat Mumut terkejut.


"Hay, ada apa ini anak-anak ibu? Mengapa kalian menangis? Apakah ada yang kurang di acara ini?" tanya Mumut cemas. Bahkan para tamu pun berdiri untuk melihat apa yang terjadi.


"Ibu, selamat untuk ibu. Di tanggal ini, di bulan ini, 13 tahun yang lalu, ibu telah berhasil selamat dari maut ketika melahirkan kami. Kehadiran kami adalah hasil dari perjuangan ibu yang sudah sudi mengandung dan melahirkan kami. Ibu, maafkan kami yang belum dapat membahagiakan ibu," ujar Jay yang memimpin saudara-saudara kembarnya.


Deg..


Semua orang pun langsung menangis haru mendengar ungkapan manis dari bibir Triple J.


Bahkan Mumut pun tidak dapat berkata apa-apa. Dia sungguh sangat senang dan terharu mendengar ungkapan manis dari anak-anaknya yang telah ia lahirkan dan besarkan.


"Sayang, ibu sangat mencintai kalian, ibu rela mempertaruhkan nyawa ibu demi kalian, semua karena kalian adalah harta yang paling berharga untuk ibu," ucap Mumut yang langsung memeluk ketiga anaknya.


Pink tersenyum melihat sepupunya ternyata memiliki telinga yang mau mendengarkan ucapan dan sarannya.


"Mbak Pink hebat."


Pink menoleh ke sampingnya.

__ADS_1


"Tini,!?"


"Aku terharu ... Hiks ... Hiks ...!"


"Tini, ada apa?"


"Ini adalah hari ulang tahun aku juga. Seharusnya aku ada dirumah dan memeluk mamak aku."


Pink tersenyum canggung.


"Ouwh, kamu bisa melakukan video call Tini jika kamu mau!?"


"Opo kui Vidio Call!?" tanya Tini.


"Kamu tidak tahu!? Di zaman ini kecanggihan tidak hanya ada di kota, tetapi juga sudah sampai ke pelosok desa, dan kamu kamu masih tidak tahu apa itu vidio call!?"


Tini hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Pink.


"Tini, satu yang dapat aku katakan kepadamu."


"Opo?"


"Sakno....!"


"( Kasihan....!)"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Acara puncak tiup lilin akhirnya pun tiba. Semua orang bertepuk tangan untuk memeriahkan acara.


Mumut ada di tengah bersiap akan meniup lilin. Yuda dengan semangat memvideokan acara itu menggunakan smartphonenya.


Pangeran nampak tersenyum riang membuat Paula sedikit panas. Dia masih terbayang-bayang dengan pikirannya jika Pangeran masih mencinta mantan istrinya.


Tiup lilinnya ... Tiup lilinnya ... Tiup lilinnya sekarang juga ... Sekarang juga ... Sekarang juga ....


"HOREEEEEE ....!" Sorak riang semua orang.


Acara berlangsung sangat meriah. Semua menikmati acara dengan sangat damai. Setelah mengucapkan kata manis kepada ibunya, Triple J akhirnya dapat memeriahkan acara mereka dengan damai dan tanpa ada rasa bersalah.


Ketika sedang memakan kue bersama, mereka dikejutkan dengan kedatangan Yasmin.


"Hay, sepertinya tidak ada yang memperdulikan aku. Acara berjalan dengan nikmat tanpa aku. Hmm, aku kecewa!" Yasmin melipatkan kedua tangannya.


"Come on mommy! Jangan lebay deh, mommy sendiri yang mengatakan di telfon jika mommy akan terlambat," sahut Pink.


"Hehehe ... Iya juga sih!" Yasmin menggaruk kepalanya yang tidak datang.


"Sayang, memangnya kamu dari mana?" tanya Jaka.


"Em, aku sedang menyiapkan hadiah. Tetapi, hadiahnya bukan untuk yang sedang ulang tahun, tetapi hadiahnya untuk kakak tamvan Raka...!" Yasmin menepuk tangannya merasa sangat bahagia dan antusias.


"Haaaa.....!?" Semua orang ternganga.


"Wait! tunggu sebentar," ucap Yasmin langsung memberi aba-aba.


"Masuuuuk!" teriak Yasmin dengan semangat.


Semua orang memiringkan kepala mereka bersamaan supaya dapat melihat siapa yang masuk di pintu utama.


Suara langkah kaki terdengar sangat penuh keraguan untuk memasuki rumah mewah itu.


Semua orang merasa tidak sabar dengan kejutan yang Yasmin bawa.


"What! Wanita itu!" pekik Laras dalam hati.

__ADS_1


"Apa, mengapa wanita itu ada bersama dengan aunty Yasmin!? batin Raka bertanya-tanya.


Dengan jalan yang sedikit kesusahan karena sandal tingginya, Asih ragu-ragu memperlihatkan wajah eloknya yang sudah di permak oleh mbak tukang salon.


"Loh, itu kan pak presiden!?" batin Asih yang melihat ada Raka disana.


"SURPRISE ...!" Yasmin membentangkan tangannya mengarah ke Asih.


"Yasmin, apa ini?" tanya Yuda.


"Dia adalah wanita pilihan aku yang sesuai keinginan kakak ipar. Raka, bagaimana?" Yasmin mengedipkan matanya kepada Raka.


Semua orang hanya bisa ternganga dengan kejutan yang Yasmin bawa. Awalnya Mumut sudah meminta kepada Yasmin supaya tidak lagi mencarikan Raka jodoh. Tetapi, sepertinya Yasmin enggan untuk menyerah.


Flashback ...


Dihari itu ketika di restoran, Yasmin membawa Asih untuk ikut bersamanya. Didalam mobil, Yasmin mulai membuka percakapan.


"Siapa nama kamu?" tanya Yasmin.


"Asih, Supriasih bude!" sahut Asih.


Yasmin menghela nafas berat.


"Emm .. Asih, pertama-tama saya pinta kamu untuk tidak memanggil saya bude, tapi cukup panggil saya Aunty!"


"Oh, njeh Onti!" Asih mengikuti dengan antusias.


"Asih, berapa usia kamu?"


"19 tahun, Onti!"


"Em, dengan siapa kamu tinggal?"


"Cuma sama nenek, Onti. Orang tuaku sudah meninggal."


Yasmin mengangguk mengerti.


"Emmm Asih, apakah kamu sudah memiliki pacar?" tanya Yasmin.


"Hehehe ... Sudah Onti," sahut Asih malu-malu.


"Oh, sudah ya? Sayang sekali. Memang pacar kamu siapa?" tanya Yasmin.


"Hehehe .... Sebenarnya cuma pacaran dalam mimpi saja Onti," ujar Asih tersenyum canggung.


Mendengar ulasan Asih membuat Yasmin mengelus dadanya.


"Astaga anak ini.!" gumam Yasmin.


"Ah, Asih. Apakah kamu ingin mimpimu menjadi kenyataan. Emm, begini! Aku sebenarnya sedang membutuhkan seorang wanita yang mau menjadi istri dari ponakan aku. Jika kamu mau, aku akan membayar kamu sangat mahal!"


"Wah, Apa! Dibayar? Berapa bayarannya, Onti!?"tanya Asih sumringah mendengar tentang bau-bau uang.


"Berapa pun yang kamu mau. Bahkan Aku akan membayar lebih jika kamu mau menyayangi ponakan aku, mencintai ponakan aku. Bahkan aku akan memberi kamu bonus jika kamu bisa memberikan anak untuk ponakan aku. Bagaimana!?"


"Berapa pun yang aku minta, Onti!? Jika aku meminta dua juta, dikasih ndak!?" tanya Asih dengan polosnya.


Apa! dengan semua keinginan aku dia hanya meminta dua juta. batin Yasmin.


"Deal!" sahut Yasmin.


"Wah! Alhamdulillah .... Aku bisa membawa Mbah kerumah sakit kalo gitu. Yo wes, aku mau Onti! Aku mau...!" sahut Asih antusias.


Apa, jadi uangnya untuk mengobati mbahnya yang sakit. Mulia sekali anak ini. Sangat murni dan polos. Aku yakin kakak ipar pasti senang memiliki menantu seperti dia. Apalagi Asih ini pintar memasak.

__ADS_1


akhirnya, Yasmin memutuskan untuk mencoba menjodohkan Asih dengan Raka. Yasmin sangat berharap, dengan kepolosan Asih dapat menghibur Raka yang selama ini telah kesepian.


__ADS_2