FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
SAH


__ADS_3

Satu Minggu setelah kematian kedua orang tua Alone.


Terlihat Yuma yang berkunjung ke rumah Alone dengan membawa beberapa makanan di tangannya.


"Assalamualaikum!?" Yuma memberikan salam.


"Walaikum salam." Alone membuka pintu rumah dan melihat Yuma dengan tatapan sedikit gelisah.


"Ada apa?" Yuma pun mengerutkan keningnya heran melihat sikap Alone. "Kamu sakit?" lanjutnya.


"Eeem tidak. Aline telah kembali dari AS."


"Benarkah!? Dia pasti sangat terpukul ketika mendengar kabar om dan Tante telah tiada." Yuma merasa sangat prihatin. Karena di hari kejadian Aline sedang melakukan perjalanan bisnis ke AS.


"Dia datang dengan seseorang," ujar Alone.


"Siapa!? Apakah calon suaminya!? Wah, kita bisa melakukan pernikahan bersama. Itu pasti seru banget!" seru Yuma antusias. Yuma pun langsung berjalan menuju ruang TV di mana Aline sedang santai dengan kekasihnya.


Alone hanya bisa membiarkan Yuma. Sampai Akhirnya, Yuma pun tertahan ketika melihat sosok pria yang sedang mencoba untuk menenangkan Aline yang terlihat syok mengetahui kematian kedua orang tuanya.


"Jack!?"


Aline dan Jack pun menatap Yuma.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Kalian!?" Yuma masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Yuma? kamu di sini?" ujar Aline.


"Ah, calon kakak ipar, bisa anda jelaskan!?" Yuma sangat penasaran.


"Aku dan Aline resmi menjalin hubungan." Jack membuka suara.

__ADS_1


"Wow!" Yuma pun tersenyum tidak percaya.


"Kamu tidak papa?" tanya Alone memastikan perasaan Yuma. Karena maj bagaimana pun Jack pernah ada di hati Yuma.


"Jelas aku tidak papa. Justru aku sangat senang karena kita semua akan menjadi satu keluarga!" seru Yuma.


"Yuma, aku pikir kamu akan marah?" Aline masih merasa tidak enak. Tapi mau bagaimana lagi, sejak pertama dia bertemu dengan Jack, Aline sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Tidak ada alasan untuk aku marah calon kakak ipar. Justru aku sangat senang. Semoga kita semua bisa jadi keluarga yang bahagia."


Meski Alone masih merasa tidak setuju kakaknya memiliki hubungan dengan Jack. Tetapi Alone tidak dapat berkutik apapun selain menerimanya.


Kedua orang tua mereka sudah tiada. Alone tidak ingin ada perselisihan antara dia dan juga kakak satu-satunya.


...****************...


1 Bulan telah berlalu. Persiapan pernikahan mewah telah siap.


Kini tidak hanya satu mempelai tetapi akan ada dua mempelai yang akan melakukan pernikahan.


Yuma begitu sangat cantik dengan gaun pernikahannya.


Kebahagiaan menyelimuti hati setiap orang.


Mumut meneteskan air mata di pelukan sang suami.


Terlihat Pangeran yang dengan gugup menikahkan putrinya dengan pria yang akan menjadi anaknya.


..."Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Alone bin Wijaya dengan anak saya yang bernama Yuma Ra Aska dengan mas kawin berupa satu unit rumah dibayar tunai!" ...


..."Saya terima nikahnya dan kawinnya Yuma Ra Aska binti Pangeran dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai!" ...

__ADS_1


"Sah!"


"SAAAAAAH!"


Ketika semua orang mengesahkan pernikahan Yuma dan Alone. Pak penghulu pun berdoa keselamatan untuk keberkahan semuanya.


^^^Usai acara ijab selesai semua orang mulai menikmati acara resepsi pernikahan Yuma dan Alone. Bahkan Jack dan Aline pun terlihat sangat bahagia. ^^^


Jika Alone dan Yuma menikah dalam status islami. Aline dan Jack menikah secara Kristian.


Sebenarnya keluarga Alone memiliki keturunan kristiani. Tetapi kedua orang tua Alone memeluk Islam.


Islam maupun Kristian, keluarga mereka tetap kompak. Agama bukan lagi tempat perdebatan dan perselisihan.


Ada hadist yang mengatakan.


'Untukmu, agamamu dan untukku, Agama aku'.


Kembali ke KTP. :)


Semua orang terlihat sangat bahagia terkecuali Jay. Dia terlihat menekukkan wajahnya ketika semua orang tersenyum bahagia.


"Bu, Jay kenapa?" tanya Raka kepada Mumut.


Mumut pun tersenyum.


"Ibu memasukan Tini kedalam KK keluarga kita," jawab Mumut.


"Terus, apa hubungannya sama Jay? dia gak suka Tini jadi bagian dari keluarga kita?" tanya Raka.


Mumut menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bukan itu, tapi karena Jay menyukai Tini. Kepala ibu sangat pusing kalo pas Jay dan Ju berdebat sesuatu yang tidak jelas. Jay suka cemburu sama Tini yang suka deket sama Ju. Ibu takut kalo di biarkan mereka akan saling bermusuhan. Padahal ini bukan saatnya mereka memikirkan soal cinta-cintaan." Mumut menjelaskan.


Raka pun hanya mengangguk mengerti. Dengan cara ini, mereka akan sama-sama menganggap bahwa Tini adalah bagian dari keluarga mereka untuk sementara. Sesama keluarga di larang untuk saling mencintai dengan maksud ingin memilikinya. Tunggu sampai mereka dewasa, mereka akan mengerti dengan sendirinya.


__ADS_2