FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Pengakuan Angel.


__ADS_3

CLIIING....


Sebuah cahaya mengehentikan aktivitas Raka. Cahaya itu memantul tepat ke mata Raka membuat Raka tersilau. Jika terlambat satu detik saja, maka wajah Asih akan tergores. Tapi beruntung, Ju dapat menghentikan aksi gila Raka untuk sesaat.


Raka yang melihat itu langsung mengerti jika itu adalah perbuatannya Ju. Raka pun merasa sangat kesal karena dari tadi dia baru menyadari jika dirinya telah di pantau dari luar.


Ketika Raka akan menginjak robot kecoa milik Ju, tapi tiba-tiba sebuah rekaman video menyala terang di tembok.


Raka pun teralihkan perhatiannya menuju vidio yang di buat oleh Angel.


Terlihat wajah Angel yang masih sangat fresh. Sebentarnya itu hanya make up. Karena ketika Angel meninggalkan Raka, penyakitnya sudah membuatnya sangat rapuh dan pucat.


Raka tersendu-sendu melihat wajah manis sang kekasih ketika masih hidup. Tatapannya tidak lepas dari pesona Angel yang tersenyum ke arahnya.


`Hay, Raka sayang. Apa kabar!? Hehehe... Aku sangat yakin jika saat ini kamu pasti baik-baik saja dan aku berharap kamu selalu baik-baik saja. Raka, ketika kamu melihat ini mungkin saat itu aku sudah berada di langit untuk mengawasi mu. Raka, aku mohon kepadamu, jika saat itu terjadi, aku minta tolong jangan berlarut-larut dalam kesedihan karena perginya aku. Ehem.. kamu harus janji ya. Itu supaya aku juga tidak sedih di atas langit sana. Aku selalu ingin melihat kamu tersenyum, okeh..!?


Oya, aku ingin menunjukan kepadamu perjalanan ku ketika berobat. Ini, ini adalah foto aku ketika berada di Singapura, kamu tahu, dokternya sangat tampan dan dia berkata jika dia menyukai ku. Tapi aku langsung menendangnya karena hanya kamulah satu-satunya lelakiku sehidup dan semati. Ini, ini adalah foto aku ketika berobat di Amerika. Kamu tahu, aku sangat merindukanmu setiap detik dan juga setiap jam. Lalu, ini foto aku ketika berobat di Korea, kamu tahu, ketika aku berobat di Korea, di sana lagi musim salju, dingiin sekali... Hehehe, aku ingin sekali mengatakan jika aku sembuh, kita akan berliburan ke sini, tapi sayang, sepertinya itu adalah mimpi. Ah, semoga kamu dan istrimu Asih bisa berangkat bulan madu ke korea, itu wajib, oke!


Raka, sebelumnya maafkan aku karena tidak memberi tahu kamu sebelumnya. Jujur, sebenarnya aku sudah tahu betapa seriusnya penyakit ku ini, tidak ada harapan untuk sembuh Raka. Aku tidak ingin kamu menyianyiakan waktu hanya untuk menemani aku berobat. Raka, aku juga berterima kasih banyak kepadamu karena kamu telah melindungi dan menjaga adikku sampai akhirnya dia pergi untuk selamanya. Aku bukannya tidak datang Raka, aku selalu berada di sisi adikku pada saat itu. Hanya saja aku masih belum berani untuk menatapmu.


Raka, aku juga minta jangan salahkan dokter Jaka. Karena akulah yang memintanya untuk diam.


Raka, aku mohon cintai lah Asih sebagaimana kamu mencintai aku. Dia gadis yang yang sangat baik dan polos. Jangan kamu sakiti dia atau aku akan murka dan selalu menghantuimu! Hehhee...


Raka, selamat tinggal sayang. Aku akan membawa kenangan kita ke syurga, tapi aku mohon jangan membawa kenangan kita di dalam rumah tanggamu. Hapus semua tentang aku. Aku tidak ingin Asih merasa di duakan padahal aku sudah tidak ada lagi di dunia. Aku tidak ingin menyakiti Asih meski aku sudah tiada.


Raka .... Aku pikir cukup sampai sini aku mengucapakan perpisahan untuk kita.

__ADS_1


Love you sayang...` Angel terlihat selalu tersenyum di setiap kata-katanya. Tidak ada mimik sedih ataupun memelas yang Angel keluarkan.


Tanpa sadar, Raka pun berderai air mata. Tidak hanya Raka, semua orang yang berada di luar ruangan pun ikut menangis haru dengan ketulusan hati Angel.


Yasmin yang awalnya masih marah kepada sang suami pun akhirnya langsung memeluk Jaka dengan erat. Dia merasa bersalah karena telah memarahi suaminya.


..


Raka, dia hanya bisa tertunduk sembari sesegukan. Rasanya sangat sakit Raka rasakan. Jantung terasa terlilit dan tersayat-sayat.


"Angel... Hiks...hiks... Mengapa kamu tidak mempercayai aku sayang. Kenapa kamu tidak mengizinkanku untuk ikut adil mengobatimu. Apa karena aku tidak terjun ke dunia dokter, lalu merasa jika aku tidak sanggup? Apakah kamu meragukan kemampuan ku?" Raka bergumam sendiri.


Lalu, sebuah lebah buatan menyengat leher Raka membuat Raka langsung tidak sadarkan diri. Itu adalah lebah khusus yang Ju buat.


Bertepatan dengan itu, pintu pun berhasil di robohkan. Bukan di dobrak lagi, tapi pintu akhirnya di robohkan lewat sisi tembok.


Sedangkan Yuda dan yang lain mencoba untuk menidurkan Raka ke tempat yang layak. Takut jika sadar Raka akan memberontak, akhirnya Mumut meminta supaya Raka di ikat di sisi ranjang juga.


Setelah Raka dan Asih di putuskan baik-baik saja dan hanya tertidur karena bius, akhirnya mereka serempak untuk memakamkan jasad Angel sesegera mungkin.


Ju, dia terlihat termenung menyaksikan segalanya yang ada di depan matanya. Seolah sedang berpikir jika, wanita sangat bahaya.


Tini yang melihat Ju diam saja, dia mencoba untuk mendekati Ju.


"Mas Ju, robot kamu keren-keren semua ya? Boleh ndak aku belajar?" tanya Tini sambil berbisik.


Tapi bukannya menjawab, Ju hanya melirik Tini dan pergi meninggalkannya. Tini pun hanya mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Kenapa lagi to mas Ju Iki. Suka marah-marah ndak jelas!" umpat Tini.


Di sisi lain Jay melihat semua itu. Dia sungguh sangat kesal dengan sikap Ju yang suka semana-mena kepada Tini. Kadang baik seperti siap selalu melindungi, kadang jika juga terlihat acuh tak acuh dengan tidak jelas.


"Sayang, ibu minta kalian untuk pulang saja ya. Situasi sedang tidak baik, kalian istirahat dan belajar. Nanti jika butuh apa-apa, ibu akan mengabari kalian," ucap Mumut kepada Jay dan Jim.


"Baik, mah!" Sahut keduanya.


"Ju dimana?" tanya Mumut.


"Ju sama Pink sudah pergi duluan, mah. Paling ada di depan," sahut Jay.


"Oh ya sudah. Kalian pulang saja dulu ya. Ibu minta kalian jangan ceritakan ini kepada kakek dan nenek, oke?"


"Siap, mah!"


"Bude, boleh ndak Tini disini menemani kak Asih?" tanya Tini yang merasa sangat prihatin dengan Asih.


"Aduh sayang, bukannya ndak boleh. Tapi kamu harus belajar di rumah. Biar Aunty Yasmin yang akan menjaga Kak Asih, ya!"


"Iya, bude."


"Ya sudah, kami pulang dulu ya, mah. Assalamualaikum"


"Walaikum salam."


Setelah anak-anak pergi, Mumut pun berjalan ke ruangan Raka. Ruangan Raka dan Asih sengaja di pisah. Mumut sangat takut jika Raka akan melukai Asih kembali.

__ADS_1


__ADS_2