FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Kasih sayang Raka.


__ADS_3

14


Malam ini semua orang dengan asyik membakar bebek yang telah mereka potong dan pastinya sudah di ungkep. Mak item dan pak alim yang menggunakan gigi palsu akhirnya bisa memakan apapun yang mereka inginkan.


"Jaka sibuk yo, Mut!?" tanya Mbah Alim.


"Ho'oh, pak! Dek Jaka sekarang sudah jadi kepala rumah sakit milik mas Yuda. Katanya jika besok ada waktu, dia akan main kesini," sahut Mumut sambil menyiapkan sambal terasi.


"Alhamdulillah." Puji syukur Mak Item merasa sangat bersyukur dengan segala karunia Allah yang diberikan pada anak-anaknya. Sejatinya mereka hanyalah orang miskin yang akhirnya mendapatkan rezeki melimpah dari perantara yang sama sekali tak terduga. Meski berawal dari penderitaan Mumut, tetapi kini mereka dapat menikmati hasilnya bersama-sama.


"Ibu dan bapak apa masih tidak ingin ikut dengan kami?" tanya Yuda.


"Iya Mbah! Kami akan senang jika si Mbah ikut dengan kami!" sahut Jim dan mendapatkan anggukan dari yang lain.


Mak item dan pak Alim hanya saling menatap.


"Jika si Mbah ikut ke kota dan tinggal disana, terus yang menjaga villa ini sopo?" tanya Pak alim.


"Bapak tidak perlu kawatir, kami akan membayar seseorang untuk menjaga villa ini," ucap Yuda meyakinkan.


"Ora(tidak) anakku. Mamak sama bapak cukup disini saja. Meski setiap hari mamak rindu karena jauh dari kalian, tapi mamak lebih suka seperti ini. Sensasi ketika kalian datang kesini karena merindukan mamak dan bapak," jelas Mak Item.


"Hmm..." Mumut menghela nafas.


"Yo wes, tapi Mumut nyuruh orang untuk mbantu mamak sama bapak disini yo?"

__ADS_1


"Yo uwes karepmu.."


"(Hmm, ya sudah terserah kamu ...)" sahut Pak alim.


Bebek bakar dan semua lalapan sudah siap. Makan malam benar-benar nikmat jika menggunakan tangan ketika memakannya. Sambal terasi adalah lauk paling di wajibkan jika ada si lalap.


"Kak, Raka. Besok pagi kita bermain sepeda ya?" tanya Jay.


"Kakak besok mau pergi lagi ke Kalimantan. Sebenarnya urusan kakak belum selesai. Kakak datang kesini hanya karena ingin menjewer kuping adek kakak satu ini!" jawab Raka sambil melirik Yuma yang sedang rakus memakan bebek bakar ditangannya.


Mulutnya penuh sehingga dia hanya tersenyum menjawab tatapan Raka.


Semua pun sangat terkejut dengan penjelasan Raka. Jauh-jauh dari Kalimantan ke desa hanya untuk menghukum Yuma.


Mumut pun tersadar, betapa tegasnya Raka kepada Yuma. Tetapi apa mau di kata, dasar Yuma ini memang memiliki sifat yang sangat manja dan sulit di atur.


"Semua bukan karena gen. Tapi karena kebiasaan Yasmin yang telah memberi pengaruh buruk pada anak-anak ku!" batin Yuda.


"Raka, ibu sangat menghargai didikan yang kamu berikan kepada Yuma. Semua ketegasan kamu. Bahkan, ibu sendiri merasa telah gagal mendidik putri ibu satu ini," jawab Mumut sendu.


"Mamaaaah...!" rengek Yuma, tetapi dia masih tidak dapat melepaskan bebek di tangannya.


Raka tersenyum.


"Ini tanggung jawab Raka, Ibu. Raka adalah kakak laki-laki. Ibu yang melahirkan dan membesarkan kami. Jadi sangat wajar jika ibu tidak tega untuk berbuat kasar pada anak-anaknya. Biarkan ini jadi tanggung jawab Raka, asalkan ibu mengizinkan Raka untuk menghukum anak ini jika dia berbuat salah lagi," ucap Raka sambil melirik Yuma dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Yuma yang merasa kesal dari tadi namanya selalu jadi topik trending pun mengeluh kesal.


"Isht...Papah! Kita lagi makan, apakah boleh sambil menggibah!" sindir Yuma.


"Emm, sebenarnya tidak boleh sih, tetapi jika menggibahin kamu tidak tahu juga," jawab Yuda Sambil meledek Yuma.


Yuma yang mendengar itu pun merasa kesal. Dia menaikan sudut bibirnya dan Kembali makan. Jika bukan karena bebek bakar yang sangat nikmat, Yuma tidak akan mau ada lagi di samping mereka yang membicarakan dirinya dengan blak-blakan.


"Sudah-sudah! Kita habiskan makan malam ini setelah itu istirahat!" ucap Mumut.


Dasarnya Raka adalah kakak yang sangat baik dan penyayang. Meski dia telah mengomeli adik-adiknya. Nyatanya kini adik-adiknya merasa senang karena suapan dari tangan kakaknya.


Jay, Jim, Ju dan Yuma, mereka terkadang merasa jika mereka adalah anak Raka. Kasih Raka benar-benar tidak dapat di bandingkan oleh siapapun.


Bahkan, jika ada kesempatan. Si kembar terkadang masih di mandikan dan pakaikan baju oleh Raka.


Yuma pun Sampai sebesar ini, dia masih masih sering disuapi oleh kakaknya jika makan. Entah di rumah, di kantor ataupun ketika mereka jalan-jalan.


Sampai terkadang, orang mengira jika Yuma adalah kekasih Raka, bukan adiknya..


..


..


...

__ADS_1


LIKE DAN KOMEN YA 😉


__ADS_2