FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Secepatnya


__ADS_3

Kita di perlihatkan Alone yang duduk berhadapan dengan Raka. Terlihat Alone yang menundukkan kepalanya pertanda dia sangat menghargai calon kakak iparnya itu. Hanya ada Raka dan Alone di halaman belakang.


Raka menatap tajam ke arah Alone.


"Apakah benar?" tanya Raka to the poin.


"Apa, Kak?" tanya Alone masih belum mengerti keadaannya, Karena dia buru-buru di paksa dateng oleh Yuma.


"kamu pergi ke Sidney mengunjungi adikku dan kamu tidur bersamanya!?" tanya Raka dengan tegas.


Alone pun langsung tertunduk lagi.


"Maafkan aku kak sebelumnya. Benar, aku memang datang mengunjungi Yuma dan aku aku tertidur di apartemen Yuma. Tapi sungguh, aku sama sekali tidak melakukan apa yang dapat merugikan Yuma. Aku mencintai Yuma dengan sangat tulus, aku menganggap dia berlian yang harus di jaga dengan baik!" sahut Alone tegas.


"Jika begitu, nikahi Yuma saat ini juga," ucap Raka membuat Alone membulatkan matanya.


"Kenapa, kamu tidak mau menikahi adikku?" tanya Raka.


"Tidak, Kak! Bukan begitu, aku mau! Aku mau, Kak! Ini beneran aku boleh menikahi Yuma. Gak pakai acara lamaran? tunangan? langsung aja nikah, gitu?" tanya Alone tidak percaya..


Raka pun tersenyum kepada Alone.


"Lebih cepat lebih baik," sahut Raka..


"Terima kasih, Kak. Terima kasih banyak. Jika begitu aku pamit undur diri untuk menyiapkan segalanya. Insyaallah, nanti malam semuanya akan siap, tapi karena waktu yang sangat singkat, kemungkinan acara tidak akan terlalu mewah," ujar Alone bersemangat.


"Tidak perlu repot-repot, Alone. cukup ijab saja dulu. Acara resepsi menyusul belakangan," ujar Raka.


Di ruang tamu, semua wanita hanya bisa diam menunggu hasilnya.


Sampai akhirnya, Raka dan Alone datang.


"Kakak! Bagaimana?" tanya Yuma merasa tidak sabar.


"Kalian akan menikah sekarang juga," ujar Raka membuat semua orang terkejut.


"APA! SEKARANG?" tanya Yuma syok.


"Kenapa, kamu tidak mau?" tanya Raka.


"Bukan begitu kak, tapi bagaimana dengan acara resepsi. Aku harus mengundang semua teman-teman aku di acara pernikahan aku, aku gak mau pernikahan yang biasa-biasa aja, aku mau pernikahan yang luar biasa megah!" ujar Yuma mengomel.

__ADS_1


"Kakak hanya ingin kalian menikah aja dulu. Resepsi akan menyusul belakangan," jelas Raka.


Mumut berjalan ke arah Raka dan membisikan sesuatu. Lalu mereka pergi meninggalkan semua orang.


Di halaman belakang terlihat Mumut melihat putranya dengan penuh pernyataan.


"Sayang, apa ini? mengapa sangat mendadak seperti ini? Kita bahkan belum meminta restu dari papah kamu maupun ayah kamu!?" tanya Mumut.


"Ibu, Raka hanya ingin menjaga Yuma. Raka akan segera menghubungi mereka, acara pernikahan kita lakukan malam ini juga," jawab Raka penuh keyakinan.


Mumut hanya bisa menghela nafas.


"Ibu jangan khawatir, Raka melakukan ini benar-benar hanya demi Yuma."


"Iya sayang, ibu mengerti. Ya sudah, ayo kita masuk."


Di dalam terlihat Yuma hanya duduk kalem dengan pipi yang begitu sangat memerah. Dia bersikap sangat kalem di depan Alone membuat Asih merasa jika Yuma bukanlah seperti Yuma kaya biasanya yang terlihat aktif dan crewet.


"Yuma?" bisik Asih.


"Iya kakak irap? eh, maksud aku kakak ipar?" sahut Yuma gugup. Padahal orang yang sedang dia saltingi( Salah tingkahi) sedang fokus dengan hp untuk memberi tahu keluarganya.


"Kamu kenapa? kamu sakit ya? pipi kamu kaya ondel-ondel," bisik Asih.


Dia pun dengan malu-malu meletakan ponselnya dan menutupi pipinya yang sudah seperti kepiting rebus. Tanpa Yuma sadari, Alone telah memperhatikannya dan tersenyum aneh ke arah Yuma.


"Ya tuhan! Ah Alone, kamu menganggetkan aku saja!" tukas Yuma kaget.


"Kamu kenapa? dari tadi aku duduk di depanmu, kenapa kamu sampe kaget gitu aku lihatin?" tanya Alone bergurau.


"Ah, em.. Itu karena dari tadi kamu fokus sama handphone kamu terus tiba-tiba kamu menatapku seperti itu, aku jadi kaget," jelas Yuma gugup.


Ketika Alone akan menjawab, Raaka dan Mumut datang.


"Alone?" panggil Raka.


"Iya kak!?"


"Kamu pulanglah dulu, nanti malam kita akan melakukan ijabnya. Aku akan mengabari Papah Yuda dan Ayah Pangeran terlebih dulu. Kamu bersiaplah."


"Baik, Kak!" sahut Alone antusias. Alone langsung pamitan untuk pergi. Tapi karena gugup, Alone sampai lupa kalo dia tidak berpamitan dengan Yuma seolah-olah terlihat seperti dia sedang menghindarinya.

__ADS_1


Yuma pun nampak langsung cemberut melihat sikap Alone.


"Yuma?". panggil Yasmin.


"Iya Aunty," sahutnya dengan malas.


"Hem, kamu jadi lemas begini. Aunty baru aja menghubungi Oom kamu Jaka, semoga dia bisa hadir nanti malam."


"Tidak hadir juga g papa kok, oom Jaka pasti sedang sibuk."


"Dia memang sudah sibuk sepanjang hari!"


"Em, Aunty, bagaimana kali aunty temani Yuma pilih baju?"


"Ide Bagus! Ayo kita berangkat!"


Yuma dan Yasmin pun bergegas untuk membeli baju. Sedangkan Mumut, dia kembali ke rumah untuk mengabari semua orang yang ada di rumah utama.


Raka terlihat duduk sambil memegangi kepalanya. Asih pun duduk mencoba untuk mendekati sang suami.


"Mas?"


mendengar Asih memanggil, Raka pun langsung menaiki pandangannya.


"Ah, iya?"


"Mas Raka kenapa? kok kaya lesu gitu?"


"Gak papa. Aku hanya sedikit berfikir."


"berfikir opo?"


"Yuma, dia akhirnya akan menikah. Anak manja itu, dia selalu membuat semua orang pusing dengan tingkahnya, tapi kini sudah dewasa," jelas Raka merasa sebenarnya dia sedikit berat melepaskan sang adik.


"Ya jelas dewasa to mas! orang aku yang baru 18 tahun udah nikah. Lah Yuma,.dia sudah 25 tahun, wajar kalo dia minta nikah!" sahut Asih dengan polosnya.


Raka benar-benar sangat terhibur dengan mimik bingung sang istri. Raka pun menariknya dan akhirnya Yuma pun jatuh dalam pangkuannya.


"Mas! nanti ada lihat!"


"Gak masalah. Aku sungguh sangat beruntung memiliki istri seperti mu. Oya, kamu sudah minum obat?"

__ADS_1


Asih pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Jika begitu ayo kita minum obat, setelah itu kamu harus istirahat. Nanti malam adalah hari paling bersejarah dalam hidupku, kita tidak boleh melewatinya."


__ADS_2