
Siang itu, semua orang berkumpul karena akan berpisah dengan Yuma yang akan langsung berangkat ke London untuk melanjutkan S2-nya.
Disana ada, Mumut, Yuda, Raka, Triple J, Nyonya Lauren, tuan Aska, Yasmin, Jaka, Pink, Pangeran dan Paula.
"Huaaaaaaa..... Oh, my Princess sweety please don't go, Baby... Don't! raung Aunty Yasmin terdengar sangat menyedihkan.
"Sorry Aunty, but Yuma harus pergi.. Hiks...hiks.. Jaga kesehatan Aunty ya?" balas Yuma yang memeluk erat aunty-nya.
"Cucuku, kenapa kamu memilih kuliah di Landon sayang? kenapa tidak disini saja. Jika nenek dan kakek meninggal bagaimana?" ucap Nyonya Lauren yang kini sudah menua dengan rambut yang ia biarkan memutih.
"Neneeeek! please jangan katakan itu, bertahanlah hidup sampai Yuma kembali. Jaga kesehatan ya?"
"Yuma, kakek akan selalu mendukungmu. Semoga dengan pisah dari kami, kamu bisa belajar mandiri dan lebih belajar bertanggung jawab," ucap Tuan Aska yang sangat mendukung cucunya.
"Kakek, terima kasih banyak. Kakek adalah yang terbaik didunia. Yuma sayang kakek!"
Terlihat Mumut yang nampak tegar sebagai orang ibu. Mumut tak menunjukan rasa sedihnya supaya Yuma merasa tenang untuk pergi.
"Mamah, mengapa dia mamah diam saja?" tanya Yuma yang mendekati ibu yang telah melahirkan dirinya.
"Yuma, ibu tidak papa. Yuma, meski kamu jauh disana Ojo lali pesan ibu, tetap jaga sholatnya ya nduk!" ucap Mumut menahan sebisa bisa mungkin menahan air matanya.
"Iya, Mamaah..."
"Papah Yuda dan Ayah Pangeran, Yuma minta kalian yang akur dan jangan suka berantem lagi dan jangan suka berdebat lagi, ingat umur oke!" ejek Yuma kepada dua lelaki terhebatnya.
"Hahaha.. Yuma kamu kayak tidak tahu ayah kamu saja!" sahut Yuda meledek Pangeran.
"Yuma, bukankah kamu tahu siapa yang sering dulu membuat Ayah kesal!" balas Pangeran yang tidak ingin kalah.
"Yuma, kamu tahu bukan siapa yang mudah tersinggungan!" ucap Yuda lagi.
"Yuma, tidak akan ada api jika asap membuat sesak nafas!"
Semua orang hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat dua pria yang sudah menua tapi masih hobi untuk berdebat, bahkan untuk hal-hal kecil.
"Hahahaha... kalian adalah yang terbaik. Yuma akan merindukan ini..hiks..hiks..!" sahut Yuma yang langsung memeluk Yuda dan Pangeran secara bersamaan.
"Kami juga akan merindukan ke bawelanmu sayang!" balas Yuda dan Pangeran yang juga sebenernya merasa sangat berat harus berjauhan dari putri mereka.
Kini, Yuma melihat ketiga adik kembarnya yang terlihat mematung dan tak bergeming.
"Jay, Jim, Ju apakah kalian tidak ingin memeluk kakak?" tanya Yuma yang merentangkan kedua tangannya untuk menyambut adik-adiknya.
Tetapi, hanya Ju yang bersedia memeluk Yuma.
"Kakak, jaga dirimu baik-baik. Disana jauh dari siapapun, aku menginginkan mu pulang dengan selamat dan utuh !" ujar Ju.
"Terima kasih sayang. Semoga kamu juga berhasil masuk rumah genius, impianmu!"
"Terima kasih, kak!" balas Ju senang.
__ADS_1
Disisi lain, Jay dan Jim masih enggan untuk melepaskan Yuma.
Meski dirumah itu merekalah yang sering ribut dengan Yuma, tetapi nyatanya mereka jugalah yang paling mencintai Yuma.
Terlihat dari ketidakmauan mereka memberi selamat jalan kepada Yuma.
"Jay, Jim sini peluk kakak. Akan butuh waktu yang lama jika kakak sudah pergi untuk berpelukan dengan kalian!" ucap Yuma yang tak tahan membendung air matanya.
"Kakaaaaaaak!" Jay dan Jim pun akhirnya tak tahan untuk memeluk kakak terjahil mereka.
"Hiks.. hiks.. kak, lekas kembali!" ucap Jay dan Jim memeluk erat Yuma.
"Kak, kami akan merindukan mu!" ucap Pink uang juga ikutan memeluk Yuma.
Tak ingin berlama-lama, akhirnya Yuma memutuskan untuk segera pergi. Sungguh ini sangat berat baginya sehingga dia tak ingin berlama-lama.
"Yumaaaaaaaaaaaa!" teriak Yasmin histeris melihat mobil Yuma yang mulai menjauh.
Didalam mobil, Yuma di antar oleh Raka.
Raka hanya bisa mengelus rambut adiknya dengan lembut.
"Sayang, kakak punya hadiah untuk mu. Kakak mohon, kali ini terima dan pakailah," ucap Raka yang mengeluarkan kotak kecil dari jasnya.
Itu adalah sebuah sepasang perhiasan. Ada anting dan kalung yang sudah dipasang kamera tersembunyi disana.
Semenjak Yuma tahu jika barang pemberian kakaknya terdapat pengintai, Yuma selalu menolak apapun yang diberikan oleh Raka.
Yuma merasa jika kakaknya terlalu berlebihan dan terlalu menguntit privasinya.
"Baiklah, kali ini Yuma akan memakainya. Terima kasih banyak, kak!" ucap Yuma memeluk lengan kakaknya yang masih menyetir.
"Jangan lupa kalo mandi dilepas!" gurau Raka.
"Hahaha,, memang kenapa, dengan kakak sendiri saja. Wek!" ledek Yuma.
"Bagaimana jika sistemnya di rentas oleh orang lain, maka orang itu dapat melihatnya juga!" balas Raka memperingati Yuma supaya lebih hati-hati.
"Iya-iya kak!"
Sesampainya di bandara, disana ternyata sudah Alone yang menunggu Yuma.
"Alone, kamu disini!?" tanya Yuma terlihat sangat senang.
"Emm, Alone! mumpung kamu ada disini, saya titipkan Yuma sampai lepas landas, Saya sedang ada urusan penting. Yuma, jaga diri baik-baik!" ucap Raka yang langsung pergi. Sebenarnya, Raka tidaklah benar-benar pergi. Dia hanya sedikit menjauh untuk memberikan luang kepada Alone untuk berbicara kepada Yuma.
"Yuma, satu yang harus kamu ingat disana. Tidak ada buih yang bertahan lama dalam kekeringan, tapi percayalah, di hatiku untuk mu akan selalu terjaga sampai kau kembali."
Yuma tersenyum malu mendengar ucapan manis dari bibir pria yang sudah mengombanb-ngambingkan perasaannya selama ini.
"Alone, jika waktu itu tak kunjung sampai, carilah wanita lain yang dapat menghangatkan hatimu. Sungguh aku sudah merelakan mu!" ucap Yuma terdengar sangat tegar.
__ADS_1
Alone langsung memeluk Yuma dengan sangat erat. Dari jauh, Raka ingin menjauhkan mereka, tetapi ketika dilihat lagi, Alone hanya memeluknya. Raka pun mengurungkan niatnya dan masih memantaunya.
"Kamu harus ingat ini. Sampai rambut memutih, aku akan selalu menantimu, jadi niatkan hatimu untuk pulang ke labuhan hatiku ini!" bisik Alone membuat Yuma sangat-sangat merasa terharu dibuatnya.
BUGH...!
Dengan tiba-tiba Alone diserang dari belakang.
"Jack! apa yang lakukan!?" teriak Yuma yang terkejut melihat Jack yang tiba-tiba berbuat kasar.
"Yuma, come with me! I will take you to USA and I will send you to school there. Please! ucap Jack memegang erat tangan Yuma.
(Artinya:
yum, ikut dengan ku! Saya akan membawa kamu ke Amerika Serikat dan saya akan mengirim kamu ke sekolah di sana. please!")
Alone sengaja terdiam, dia ingin tahu jawaban apa yang akan Yuma berikan kepada Jack.
"I'm sorry Jack! I really can't accept your love anymore. I love him, not you. You're just my past, Jack! sorry." Yuma memalingkan wajahnya menatap Alone meski Jack ada didepannya.
("artinya: Maafkan aku Jack! Aku benar-benar tidak bisa menerima cintamu lagi. Aku mencintainya, bukan kamu. Kau hanya masa laluku, Jack! maaf.)"
Jack terlihat sangat sakit hati mendengar pengakuan Yuma.
"Ikut dengan ku atau aku akan membatalkan kerjasama kita!" ancam Jack membuat Yuma bingung sesaat, karena Yuma tidak ingin di cap sebagai anak yang sudah merusak nama baik perusahaan.
"Silahkan, Tuan! saya tidak keberatan jika anda ingin membatalkannya!" sahut Raka yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka.
"What!" pekik Jack.
"Kakak, kamu masih disini?" tanya Yuma merasa sangat lega.
"Maafkan atas ketidaknyamanannya. Tetapi, saya mengundang anda kemari hanya untuk membicarakan kerjasama kita. Jika anda ingin menyangkut pautkan dengan perasaan apalagi itu dengan adik saya, maka saya tidak dapat mempertaruhkan hati adik saya hanya untuk kerjasama kita. batalkan saja jika anda ingin!" ujar Raka.
"F*CK you!" umpat Jack.
"Sorry!" sahut Raka santai.
Akhirnya, Jack pun pergi dari negara itu dengan hati yang hancur. Kerjasama gagal dan cinta pun tak ia dapatkan.
"Kakak, terima kasih banyak!" ucap Yuma yang langsung memeluk Raka.
"Kebahagiaan mu nomor satu, Yuma!" balas Raka.
Alone hanya bisa tersenyum senang karena pada akhirnya dialah yang memenangkan hati Yuma dari segala cobaan yang sudah mereka lalui.
...
pesawat Yuma akhirnya lepas landas. Raka dan Alone berjalan bersama untuk keluar dari bandara.
"Jika sampai kamu menghianati adikku, maka tidak hanya perusahaan mu yang hilang, tapi juga nyawamu!" ancam Raka sambil memakai kacamatanya.
__ADS_1
"Anda bisa percaya kepada saya, Pak!" sahut Alone sambil membungkukkan tubuhnya.
Raka langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan bandara.