FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Sebenarnya tentang Raka.


__ADS_3

Raka benar-benar tercengang mendengar pengakuan Asih yang mengatakan jika dirinya keren. Dirinya saja mengutuk perbuatannya tapi Asih malah memujinya keren.


"Asih, apakah kamu sadar mengatakan hal itu?" tanya Raka serius.


"Sebenernya Asih Yo takut mas. Tapi semua alhamdulillah baik-baik saja to? Asih bertahan bukan karena hanya demi mas Raka aja. Tapi Asih juga udah sayang sama Aunty Yasmin dan ibu Mumut. Ketika ada yang menyakiti Asih, mereka datang untuk membantu Asih. Ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang perduli dengan Asih. Kamu benar, mas. Wajah ini memang selalu gak pernah di anggap di mana pun. Sepertinya orang-orang lebih suka jika wajah ini hilang dari muka bumi ini. Tapi, keluarga ini berbeda. Kalian bisa saling mendukung dan membantu. Asih ndak mau kehilangan keluarga ini, mas. Apalagi, Asih tau kalo sebenernya mas Raka cuma gila atau setres sesaat."


"Kamu tau dari mana kalo setres sesaat. Gimana kalo kembali gila seperti tadi?"


"Kan aku udah bilang mas. Aku pernah menjinakkan anjing gila," sahut Asih.


"Apakah aku seperti Anjing gila!?"


"Gila nya sih iya, tapi Anjing nggak. Kan mas Raka manusia," jawab Asih menjelaskan.


Raka samar-samar tersenyum mendengar ucapan Asih. Sepertinya, Asih memang berbakat menjinakkan Anjing gila.


Setelah sampai di rumah, Asih langsung keluar dan langsung menuju kamar yang akan dia tiduri. Asih memilih kamar bawah karena di atas adalah kamar Raka.


Tanpa menunggu aba-aba dari Raka. Asih langsung pergi begitu saja meninggalkan Raka. Raka mengerutkan keningnya melihat sikap Asih.


Tapi dia akhirnya tersadar, pasti sikap Asih itu di karenakan ucapannya yang tidak ingin di ganggu.


Raka pun hanya bernafas berat dan berjalan menuju kamarnya.


Setelah masuk kamar, Raka pun langsung melihat bayangan Asih yang menari-nari untuk menggodanya. Di pikir-pikir, itu sangat menggemaskan, gumam Raka.


Tapi karena rasa lelah, Raka pun menepis bayangan itu dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur.


Saat ini Raka tidak bisa memikirkan apapun termasuk untuk memikirkan kematian Angel. Jiwanya benar-benar sangat lelah setelah bertahun-tahun harus berhadapan dengan semua masalah yang menimpa hidupnya.


Kita tahu, sedari kecil Raka genius ini selalu saja tertimpa masalah bersama dengan ibunya. Ada banyak hal yang membuat Raka harus dewasa sebelum waktunya. Raka kecil sudah harus menanggung beban.


Ketika semua sudah membaik, Angel malah pergi begitu saja dan menambahkan beban di jiwanya yang baru saja membaik. Setelah dua tahun menahan segalanya, akhirnya Raka dapat menerima Asih.


Tapi, ketika baru saja Raka akan membuka hati untuk Asih, Angel datang membawa seribu duga.


Raka benar-benar tidak bisa menahan semua beban yang selama ini dia pikul. Tidak hanya masalah Angel. Ternyata masalahnya di waktu kecil, itu sudah membekas di memori Raka dan itu membuat mental Raka sedikit terganggu ketika puncak keputusasaan telah sampai ujung.

__ADS_1


Sebenarnya, Raka tidak ingin menatap Asih bukan karena dirinya bermaksud untuk mencuekinya. Tetapi Raka tidak sanggup untuk melihat Asih terluka dan Asih melihat wajahnya yang sangat menyedihkan.


Semua masalah tercampur menjadi satu membuat Raka kehilangan kesadarannya dan akhirnya setan apa yang merasuki dirinya sehingga dia bisa berfikir akan mengubah Asih menjadi Angel.


Raka mengusap wajahnya dengan kasar, lalu dia pun mencoba untuk meminum obat penenang.


Di lemari, terlihat ada beberapa botol obat penenang. Dari sini, kita bisa simpulkan bahwa selama ini Raka memang sudah lama terkena penyakit mental. Hanya saja dia selalu mencoba mengontrol dirinya dan berusaha untuk menahannya.


Inilah Raka yang sebenarnya. Tidak sekuat yang orang pikirkan.


Orang yang pertama mendapatkan prilaku kasarnya ada Yuma. Tanpa semua orang sadari, jika sikap kasar Raka kepada Yuma itu ada salah satu dampak dari mental Raka yang terganggu.


Tapi Raka masih dapat menahannya karena kasih sayangnya kepada keluarganya sangatlah besar.


Ketika Raka mencuak, hanya obat penenang inilah yang membantunya untuk tetap berfikir jernih dan terlelap lalu melupakan segalanya dan memperbaiki apa yang sudah dia perbuat.


Tapi ini bukanlah solusi. Jika semua orang masih tidak juga menyadari perubahan Raka. Maka mental Raka yang rusak akan tetap ada dan bisa kambuh kapan saja.


Raka harus di temani secara ketat dan di berikan masukkan positif untuk hidupnya.


Terkadang, meski kita dapat menasehati seseorang, tapi kita tidak bisa menasehati diri kita sendiri. Kita masih tetap membutuhkan masukan dari orang lain untuk diri kita sendiri.


Asih bertekad, bahwa dia akan bisa memenangkan hati Raka karena lawannya kini telah damai di syurga.


"Asih, kamu pasti bisa, semangat! Aku akan belajar dengan Aunty Yasmin supaya aku jadi pintar dan layak untuk jadi istri mas Raka. Aku akan membuktikan kepada mas Raka, jika dengan wajah ini aku bisa di hargai oleh orang, tidak perlu menjadi mbak Angel supaya aku bisa disegani, dengan wajah ini, aku akan membuat mas Raka segera melupakan mbak Angel..!" gumam Asih mencoba menyelamati dirinya sendiri.


Asih pun bangkit dari rebahannya dan menatap dirinya sendiri di cermin. Asih mengecek beberapa wajahnya yang kusam karena jarang dia rawat, bahkan tidak pernah.


"Aaah.. usiaku baru 19 tahun, tapi sudah terlihat pantas berjalan dengan om-om. Mas Raka kan usianya udah 30an. Heem... wajahnya mas Raka awet muda apa wajah aku yang terlihat boros ya?" gumam Asih. "Asih! Semangat, yakin jika di tangan Aunty Yasmin kamu akan menjadi wanita yang cantik, hehehe... Orang kaya memang beda ya. Mau perawatan aja gak bingung, gak kaya aku dulu, mau beli sabun muka aja ndak bisa, Hem.."


"Aunty Yasmin dan ibu Mumut sangat baik. Aku gak mau kehilangan mereka hanya gara-gara mas Raka. Lagi pula, aku yakin aku bisa menjinakkan mas Raka. Secara, anjing gila saja pernah jinakkan," lanjutnya sembari tersenyum. Asih memikirkan bagaimana caranya menjinakkan Raka dengan cara tidak menganggu dan mengusiknya. Karena jika salah jalan, bisa saja Anjing gila malah akan mengigitnya, gumam Asih.


Karena merasa sangat lelah, Asih pun memikirkan strategi sembari rebahan dan akhirnya pun terlelap seribu ide di pikirannya.


:


:

__ADS_1


:


:


:


:


:


:


:


:


.


.


.


:.


:


.


:


.


.


Jangan lupa kasih dukungan supaya Aku tetap semangat berkarya ya teman-teman.


Maaf apabila aku belum bisa memberikan karya yang terbaik untuk kalian, tetapi aku selalu berusaha untuk menampilkan karya sesuai dengan alurnya 😁😁🙈

__ADS_1


Oke, selamat membaca dan jangan lupa DUKUNGNYA YA 😃😃😃😃


LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2