FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Dapat Pembelaan.


__ADS_3

"HAAAAAAAAY!" teriak seseorang dari kejauhan. Dia adalah Chef asli.


Semua orang langsung menoleh ke sumber suara.


Asih baru mengingat sesuatu.


"Waduh, itukan mbak-mbak yang dikamar mandi tadi. Jangan-jangan baju iki.! Waduh, jangan-jangan baju ini adalah punya dia!?" batin Asih yang langsung bergetar seluruh tubuh.


Dengan wajah geram wanita seksi dengan rambut acak-acakan itu berjalan menghampiri Asih.


"Kamu! Mengapa kamu memakai baju saya!?" teriak Chef wanita itu dengan suara yang menggelegar.


"Oh, nganu ... nganu mbak, saya kira iki memang baju saya. Saya karyawan baru masuk, jadi saya ndak paham baju mana yang untuk karyawan, soalnya baju ini hampir sama warnanya," jelas Asih dengan ekspresi canggung melihat semua orang yang menatapnya dengan sangat sinis.


"Halah! Kamu hanya mencari alasan saja kan!? Dasar pencuri!" teriak Chef itu dengan sangat murka.


"Pantas saja, dari awal saya juga sudah curiga dengannya. Mana ada seorang Chef hebat berpenampilan seperti dia!" sindir salah satu seorang finalis.


"Nyonya, maafkan atas keributan ini. Sungguh ini adalah salah saya yang sudah menerima orang asing begitu saja untuk bekerja disini. Saya akan langsung memecatnya," ucap sang kepala pelayan didepan Yasmin.


"Bos, ampuni saya bos. Sungguh saya ndak tahu apa-apa. Saya hanya menggunakan baju yang sampean berikan, dan ketika keluar dari kamar mandi terus bude-bude ini datang memanggil saya Chep. Saya kira, saya kira memang itu pekerjaan baru saya disini," jelas Asih sambil menunduk dalam.


"Hay, apakah kamu tidak punya akal! Mana ada orang seperti kamu bisa jadi Chef di restoran mahal seperti ini!" cetus Chef wanita itu.


Asih hanya bisa tertunduk. Dia sudah sangat pasrah jika dia memang akan dipecat lagi. Bahkan, kali ini dia dipecat sebelum ia mulai bekerja.


Tetapi, Yasmin memandang dari sisi lain. Dia berjalan mendekati Chef wanita itu lalu mendengus-dengus tubuh Chef wanita itu.

__ADS_1


"Chef, bau apa ini? Apakah kamu mabuk di siang bolong!?" tanya Yasmin membuat Chef itu langsung mati kutu.


"Darimana saja anda setelah 10 menit berlalu? Apakah anda tidak menyadari jika baju kalian tertukar!?" lanjut Yasmin mengintimidasi Chef itu.


"Emm, maaf Nyonya, ini adalah salah saya. Saya sedang masuk angin sehingga tadi ketiduran dikamar kecil. Maafkan saya." Chef cantik itu terlihat sangat sedang berbohong.


"Apakah orang masuk angin bagus meminum alkohol?" tanya Yasmin.


"Ah, hahaha.... Apa maksud anda, Nyonya? Saya tida meminum alkohol!" ucap Chef itu mengeles.


"Apa kamu pikir dapat mengelabuhi saya. Pergi kamu dari hadapan saya!" Perintah Yasmin membuat semua orang langsung menundukkan kepala mereka.


Dari sini, terlihat jika Yasmin sedang membela Asih, membuat mereka yang sudah memarahi Asih langsung merasa takut jika diri mereka juga akan di kena semprot.


"Nyonya, saya sungguh tidak berbohong!" Chef itu masih tak mau mengakui.


"Chef itu, Nyonya. Kami sangat faham dengan bau alkohol ini," sahut beberapa para wanita finalis.


"Kamu dengar itu. Sekarang, keluarlah!" Yasmin melebarkan matanya pada Chef itu.


Dengan langkah kilat, Chef itu pun bergegas pergi dengan hati yang sangat marah.


Asih yang pertama kali mendapatkan pembelaan, merasa sangat terharu sekaligus senang. Sampai-sampai air mata tak dapat ia bendung.


"Hiks...hiks.. bude, makasih banyak sudah membela saya. Sungguh saya tidak berkata bohong. Saya bener-bener ndak tahu kalo ini bukan baju untuk saya. Awalnya saya juga sudah mengira jika baju ini kok bagus banget. Tapi saya gak kepikiran kalo baju saya tertukar."


Yasmin merasa sangat aneh ketika dirinya dipanggil bude-bude oleh Asih. Tapi entah mengapa, dia merasa enjoy mendengarnya.

__ADS_1


Yasmin tidak berkata apapun. Dia berjalan melewati Asih begitu saja dan mendekati meja masak.


Yasmin menatap pindang ikan yang terlihat sangat menggoda itu.


Dari aromanya saja, sudah membuat senyum manis Yasmin mengembang.


Yasmin mengambil sendok lalu mengambil sejumput kaldu pindang.


"Emmmm.... Rasa ini, ini sangat mirip dengan masakan kakak ipar," batin Yasmin langsung melirik Asih dengan tajam dari atas kebawah.


"Fix! Dia sangat sempurna dan murni. Hanya butuh polesan dikit saja," batin Yasmin kembali dengan ide barunya.


Asih yang mendapatkan tatapan tajam dari Yasmin merasa sangat tidak nyaman. Dia sangat takut jika masakannya sangat kacau dan Yasmin akan memarahinya.


Yasmin tersenyum dan berjalan kearah Asih.


"Kamu, ikut dengan saya!" ucap Yasmin langsung menggandeng tangan Asih untuk pergi dari tempat itu.


"Tunggu Aunty! Bagaimana dengan kami!?" tanya salah satu finalis.


Yasmin menoleh kebelakang lalu berkata," Kalian semua telah didiskualifikasi!" sahut Yasmin yang langsung menggandeng Asih pergi dari restoran itu dengan begitu saja.


Semua orang hanya ternganga tidak percaya. Tapi menurut saya, yang lebih tidak terkejut dan tidak percaya adalah Asih.


Dia hanya bisa mengikuti langkah Yasmin tanpa berani bertanya "apa".


.....

__ADS_1


__ADS_2