FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Tragedi..


__ADS_3

Hari ini, Yasmin Mumut, Paula dan Laras serempak untuk menjemput Yuma di bandara. Karena Yuma hari ini akan pulang.


Mereka merasa tidak sabar menunggu kedatangan gadis yang sangat criwis dan ceria. Dia adalah Yuma.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya wajah yang menggemaskan itu akhirnya menampakkan batang hidungnya juga.


"Mamaaaaaa.... Aunty.......!" teriak Yuma antusias berlari ke arah mereka.


"Inceeesss.....!" Yasmin pun berlari untuk menyambut kedatangan ponakannya yang sangat dia cintai itu.


Semua orang tersenyum senang menyambut kedatangan Yuma terkecuali Paula. Dia terlihat terpaku dan membisu sembari melihat suatu arah.


"Mama Paula kenapa? Mama gak membalas pelukan Yuma? Mama Paula gak suka ya Yuma pulang?" tanya Yuma.


Semua orang pun terlihat aneh menatap Paula.


Laras hanya menatapnya dan tersenyum kecut.


"Iya lah Yuma, mau gimana pun dia kan bukan ibu kita," sahut Laras sewot. Entah mengapa dia masih saja belum bisa menerima Paula.


"Sayang, gak boleh bicara seperti itu, nak!" tegur Mumut menasehati Laras.


"Iya Laras, mau bagaimana pun Mama Paula adalah mama kita meski kita tidak memiliki aliran darah," tambah Yuma.


Laras hanya bisa membuang muka karena malas berdebat.


Paula hanya bisa tertunduk sambil menahan sesak di dada.


Mata Yasmin mendelik ketika dia melihat Pangeran dan Sarah jalan bersama. Mereka berdua juga baru turun dari pesawat yang sama. Yasmin yakin jika itu adalah alasan Paula terdiam.


Tanpa basa-basi Yasmin pun langsung berjalan geram ke arah Pangeran dan Sarah jalan bersama sembari ngobrol Asyik seolah dunia hanya milik mereka berdua.


"Yasmin kamu mau kema....-" Mumut pun terhenti ketika dia melihat Mantan suaminya yang berjalan dengan mantan madunya.


PLAK....!


"Dasar pria baj*ngaaaaaaan!"


Semua mata terbelalak ketika Yasmin berhasil menampar wajah pria yang sedari dulu tidak dia sukai itu.

__ADS_1


Dulu dia menyakiti kakak iparnya, Mumut. Kini, dia juga berniat menyakiti hati Sahabatnya, Paula. Tua ternyata tidak membuat Pangeran belajar tentang perasaan. Pikir Yasmin.


Sarah pun menutup mulutnya dan mencoba untuk menjelaskan.


"Yasmin, ini tidak seperti yang kalian duga!" ucap Sarah mencoba untuk menenangkan Yasmin.


"Kamu, kenapa dari dulu kamu tidak pernah berubah, Sarah!" amuk Yasmin kepada Sarah.


Yasmin pun berniat untuk menampar Sarah tetapi dihalau oleh Laras.


"Jangan berani-berani anda menyentuh Mamah saya!" gertak Laras memperingati Yasmin.


Terlihat Paula yang sangat terpukul dan sedih. Air mata benar-benar tidak bisa lagi dia bendung. Paula pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan semua orang.


"Mamah Paula mau kemana?" tanya Yuma..


Tetapi Paula tidak menjawab dan tetap berlari menjauh.


Pangeran yang melihat istrinya pun langsung mencoba untuk mengejarnya.


"Paula! Tunggu!" teriak Pangeran mencoba untuk mengejar Paula.


Sarah, dia pun mencoba menjelaskan kepada semua orang dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Tapi Pangeran sedang melakukan perjalanan bisnis ke Jepang! Sedangkan kamu berada di Prancis, bagaimana kalian bisa satu pesawat!" sentak Yasmin.


"Itu karena sedang melakukan pameran busana di Jepang. Kalian tidak perlu cemas karena aku sebenarnya sudah punya suami juga," jelas Sarah. Terlihat Laras mendelik ke Arah ibunya.


Sarah pun mengambil handphonenya dan memperlihatkan Poto dirinya dan juga seorang pria dengan baju pengantin.


Setelah melihat itu, semua pun akhirnya bernafas dengan lega. Akhirnya yang mereka khawatirkan tidaklah terjadi.


"Ouh, jadi begitu ya. Maafkan saya kalo gitu, Sarah. Aku tadi udah emosi duluan," ucap Yasmin.


"Tidak papa, Yasmin. Aku tau bagaimana perasaan kalian. Aku datang hanya ingin menjenguk anakku dan juga aku sedikit rindu dengan tanah kelahiran ku ini," jawab Sarah ramah.


Setelah semua orang pergi, Laras membawa ibunya ke apartemennya. Di sana Laras terlihat sedang ingin mengintrogasi ibunya.


"Mamah, mengapa mamah bohong. Mengapa mama mengatakan jika mamah sudah memiliki suami lagi, padahal mama sedang sendiri. Mamah, mengapa mama melakukan ini, mama masih bisa merebut papah dari Paula jika mama mau," ujar Laras terlihat membara.

__ADS_1


Ternyata foto itu hanyalah foto modeling Sarah. Selain menjadi desainer, Sarah juga masih melakukan pemotretan untuk mempromosikan karyanya sendiri.


",Sayang, apa yang kamu katakan, nak! Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu?" tanya Sarah merasa tidak suka dengan apa yang anaknya katakan.


"Laras ingin Papah dan mamah bersama lagi, Laras ingin merasakan kasih sayang kalian secara bersamaan. Laras ingin melihat mama bahagia. Laras ingin....-"


"Sayang.." Sarah pun memeluk anaknya.


"Maafkan mama, nak. Tapi ini adalah pilihan mamah. Mamah tidak ingin lagi memiliki pasangan dalam hidup mama. Meski ada kesempatan untuk mamah dan papah kamu bersama lagi, tapi tidak akan pernah terjadi. Mamah sudah nyaman dengan kehidupan mama yang sekarang. Yang penting ada kamu, itu sudah cukup untuk mamah," ucap Sarah menjelaskan. Bukannya tidak ingin menikah ataupun mencari pasangan lagi. Tetapi sendiri adalah pilihannya.


Laras pun terdiam. Laras pikir, mamahnya menolak semua pria yang datang itu karena dia ingin kembali bersama papahnya, Pangeran.


"Apakah mama yakin?" tanya Sarah.


"Iya sayang, jadi mama mohon. Jangan lagi kamu bersikap kasar dengan mama Paula. Dia wanita yang sangat baik. Dia wanita yang sangat tepat untuk menjadi teman papa kamu di masa tuanya."


Laras pun langsung memeluk ibunya dengan sangat sendu.


****


Di sisi lain, Pangeran mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi.


Paula yang merasa tidak tahan pun langsung mengepakkan barang-barangnya dan berniat untuk pergi.


"Paula, dengarkan penjelasan ku dulu sayang. Semua yang terjadi tidak seperti yang kamu pikirkan!" ucap Pangeran mencoba untuk menghentikan isterinya.


"Lepaskan aku Pangeran! Biarkan aku pergi. Dengan begitu, kamu bisa kembali dengan Sarah, wanita yang sangat kamu cintai!" ujar Paula dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sudah aku katakan kamu sedang salah paham, Paula!" teriak Pangeran sambil memegang kedua tangan Paula.


" SALAH PAHAM APANYA! sudah jelas-jelas kamu bersama dengan Sarah. Selain itu, beberapa ini Laras selalu memusuhi ku, jadi kalian berniat ingin membunuh ku secara perlahan!" teriak Paula Histeris. Sungguh rasanya dia sudah tidak tahan untuk menatap wajah Pangeran meski hanya sedetik.


Paula melepaskan tangannya dengan paksa dan langsung membawa kopernya pergi.


"Paula tunggu!" teriak Pangeran.


Ketika baru sampai pintu kamar, Paula seperti memegang kepalanya dan akhirnya pun pingsan.


Beruntung Pangeran dapat menangkapnya.

__ADS_1


Pangeran pun terlihat sangat cemas dengan keadaan sang istri yang terlihat lebih kurus dan memucat. Baru di tinggal dua bulan, kini isterinya nampak sangat menyedihkan.


Tanpa menunggu lama, Pangeran pun langsung membawa Paula ke rumah sakit.


__ADS_2