FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Perubahan Ju


__ADS_3

Yuma dengan nada sedih menggeret kopernya dengan malas.


"Hiks..hiks.. Mama, papah, adik-adik ku dan kakek nenek. Yuma, Yuma pamit pulang duluan ya.. hiks.. hiks.. kalian jangan merindukan Yuma."


Semua orang hanya bisa saling memandang dan berdecak melihat tingkah lebay Yuma.


"Kak, semoga ban mobilnya tidak bocor dijalan. Jika bocor, jangan lupa dibawa ke tambal ban. Jika tambal ban jauh, kakak bisa kan ganti sendiri!" ucap Jay mencoba menasehati Yuma, tapi jelas jika itu ejekan yang disimpan rapi dalam nasehat.


Yuma cemberut dengan menaikan salah satu sudut bibirnya.


"Ya tuhan, nasib punya adik seperti ini. Tidak ada romantisnya sama sekali!" batin Yuma.


"Sudah.. sudah.. kalian ini ada saja yang diributkan. Yuma cucuku, hati-hat ya dijalan. Mulai saat ini, kamu harus menjadi dewasa cucuku, kita semua harus belajar dari kakakmu Raka. Mbah uti dan Mbah Akung sudah sangat tua, sebelum Mbah pergi kita ingin melihat kamu dan semua cucu-cucu Mbah pada akur."


"Nenek, apa yang nenek katakan!? maafkan Yuma Nek, Yuma janji setelah ini Yuma akan lebih giat belajar. Bukankah semua demi kebaikan bersama," jawab Yuma sok-sokan berkata bijak.


"Yaelah, kakak baru sadar! kemanee ajaaaa!" ejek Jim.


"Jay, Jim lebih baik kalian bermain saja sana! kalian ini sukanya menjahili kakaknya saja," ucap Yuda.


"Baik pah. Kak Yuma, awas ban'nya bocor dijalan. Hahahaa...!" Tawa Jay dan Jim yang langsung berlari kedalam.


"iiiiihhh!" Yuma merasa greget.


"Sudah sayang jangan didengarkan. Kamu hati-hati ya, nak! Kami mungkin seminggu lagi disini. Mulai saat ini, kamu harus benar-benar fokus bekerja karena kakak Raka mengatakan jika kamu masih seperti dulu dia akan memecat kamu," jelas Mumut.


"Iya Mah. Yuma janji jika Yuma akan serius kali ini. Doakan Yuma supaya tidak dipecat oleh kak Raka."


"Kak, kakak jangan khawatir. Karena jika kakak dipecat Ju siap akan menggantikan posisi kakak," ucap Ju terlihat sangat serius. Tak terlihat jika dia sedang bergurau, dan itu yang membuat semua orang meliriknya dengan tajam.


"Ju, masuklah kedalam bersama dengan saudara-saudara mu yang lain!" perintah Yuda.


"Baik, Pah."


..


"Yuma, pamit!" ucap Yuma terlihat sangat patah hati dengan perkataan Ju. Mumut dan Yuda mencoba untuk membujuknya tetapi Yuma terlihat enggan.

__ADS_1


Dia membawa mobil dengan sedikit gesit keluar dari desa. Semua orang nampak cemas, awalnya Yuda ingin memanggil supir tetapi Yuma menolak.


Akhirnya mereka masuk dan mendapati si Triple J sedang sarapan dengan nikmat.


Mumut dan Yuda mencoba mendekati anak- anak mereka.


Dan si mbah terlihat bersiap akan ke ladang untuk menjaga pari yang sudah sebentar lagi siap panen supaya tidak dihabiskan burung.


"Anak-anak ibu, kalian itu kenapa sih suka jahil sekali dengan kakak kalian Yuma?" tanya Mumut.


"Kita hanya bercanda mamah seperti biasanya," jawab Jay yang masih terus mengunyah makanannya.


"Bener, mah! kak Yuma juga sering meledek kami. Tapi pada akhirnya kami akan saling menyayangi," lanjut Jim.


"Lalu, ada denganmu, Ju?" tanya Yuda.


"Aku, memangnya aku kenapa Pah?" tanya Ju.


"Mengapa kamu berkata kasar kepada kakak kamu, dan apa yang kamu katakan tadi! kamu ingin menggantikan posisi kak Yuma! Jelas itu tidak bisa. Kamu adalah pewaris keluarga Maherndra! mana bisa kamu menggantikan posisi Kak Yuma yang bekerja untuk perusahaan Pangeran!?" ucap Yuda yang nampak kesal.


Ju hanya bisa terdiam, bahkan dia mengehentikan makannya karena sentakan dari Papahnya, Yuda.


"Jika kak Yuma boleh, mengapa Ju tidak pah? Ju hanya ingin selalu bersama dengan kak Raka?" tanya Ju.


"Itu karena Yuma adalah anak Pangeran dan kalian adalah anak-anak papah!" sahut Yuda.


"Apa! jadi... Jadi kami dan kak Yuma lain bapak sama seperti Kak Raka!? Pantas saja kami merasakan seperti tidak ada aliran darah. Apakah masih ada saudara lain yang kami tidak ketahui?" tanya Ju.


Mendengar apa yang dikatakan Ju tentu membuat hati Mumut merasa sangat tersinggung dan sakit hati. Bagaimana pertanyaan itu keluar dari lisan anaknya Ju yang sangat patuh dan penyayang.


"Ju, apa yang kamu katakan!?" bisik Jay mencoba untuk menegur Ju.


Ju hanya diam sambil mengaduk-ngaduk makanannya.


Mumut yang tak bisa berkata apa-apa memilih untuk pergi.


Yuda menatap tajam kearah Ju, ingin sekali dia menjewer kupingnya dan menegurnya. Tapi Mumut menenangkan Mumut lebih penting untuk saat ini.

__ADS_1


"Jay, Jim jaga adik kalian Ju supaya tidak kemana-mana!" perintah Yuda yang langsung berlari menyusul Mumut.


..


"Ju! apa yang kamu katakan hah! kamu tanpa sengaja telah mengatakan jika ibu adalah pelacul*r!" sentak Jay.


"Aku tidak mengatakan itu!"


"Ayolah Ju! semua orang tahu apa maksud kamu. lagian, kita sudah tahu lama jika kak Yuma adalah anak dari Ayah Pangeran. Lalu mengapa kamu mengatakan seolah-olah kita tidak tahu apa-apa!" tanya Jay lagi. Kali ini dengan ekspresi yang sangat menahan kesal.


Namun Ju masih diam dengan seribu teka-tekinya.


"Semua karena dia ingin masuk rumah genius. Dia sengaja membuat Mama marah dan kesal supaya dia izinkan untuk meninggalkan rumah," ucap Jim membuka suara.


Ju melirik Jim dengan tajam.


"Dari mana kamu tahu!?"


"Malam itu disaat kamu dan kak Raka, aku mendengarnya!"


"Udah gak waras nih anak! cuma karena ingin masuk rumah genius kamu tega melakukan ini kepada mama, Ju! Sadis Lo ya!?" tukas Jay.


"Hanya ini yang dapat aku lakukan."


"Cih, kamu pikir jika kak Raka tahu begini cara kamu untuk masuk kerumah genius dia akan membantu kamu! Orang yang paling berharganya didunia ini bagi kak Raka adalah mamah. Jika kamu berani melukai hati mamah, apakah kamu pikir kak Raka akan melepaskan kamu!" sahut Jim yang ikut kesal.


"Kalian tidak tahu apa-apa karena kalian tidak ada keinginan untuk pintar," ucap Ju yang langsung beranjak pergi meninggalkan Jay dan Jim.


Ketika Ju sudah masuk kamar. Jay dan Jim mengumpat dengan sikap Ju yang tiba-tiba sangat dingin.


"Ada apa dengannya?" tanya Jim.


"Mentang-mentang anak pintar dia berlagak seperti itu. Sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan Mamah!" umpat Jay.


"Aku lebih suka begini, meski kita bodoh tetapi setidaknya kita selalu berusaha untuk tidak meninggalkan mamah, meski sebenarnya bukan kita yang mama harapkan," sahut Jim.


....

__ADS_1


__ADS_2