
Di rumah pribadi milik Yuda, semua anak-anak dengan gila melonjat karena tidak tahan menahan pedas.
"Huhah..huhah... Tini, kamu masukan berapa cabai di sambal petis ini!?" ujar Jay yang tak tahan dengan rasa pedas.
"Kata bulek tadi disuruh masukin 5 aja, tapi karena cabenya kecil-kecil aku masukin 10," jawab Tini.
"Tapi ini enak kok, nggak pedes!" lanjutnya.
"Tidak pedas kepala lu somplak! itu cabe riwit Tini... pedes banget!" sahut Jim.
"Ada apa ini?" tanya Mumut.
"Mom, sambal petisnya pedes banget. Buatkan yang baru yang tidak pedas ya?" pinta Jay.
"Loh, cabenya cuma 5kan Tini?" tanya Mumut.
"Hehehe.. karena cabenya kecil-kecil jadi Tini masukin 10 bulek," jawab Tini.
"Walaaaah Tini... itu cabe rawit nduk. Yo wes, biar ibu buatkan yang baru lagi. Oya, yang itu kasihkan Ju aja, diakan suka pedas," ucap Mumut.
"Ju masih tidak mau membuka kamarnya, Bu." sahut Jim.
"Hmm, ya sudah gak papa, biarkan saja. Nanti jika dia lapar pasti akan membuka kamarnya."
"Setok makanan didalam kulkas Ju sepertinya penuh, dia baru akan keluar jika setok makanannya di kulkas sudah habis," ujar Jay.
"Apa dari kalian ada tahu kenapa Ju seperti itu?" tanya Mumut.
Jay dan Jim saling memandang lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, mom!" jawab Jay dan Jim..
__ADS_1
"Hmmm... !" Mumut hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, ibu akan buatkan kalian sambal petis yang baru. Tunggu disini jangan kemana-mana!"lanjutannya.
"Baik, mom!"
..
"Apa karena aku ada dirumah ini, jadi Ju tidak mau keluar ya? kayaknya dia ndak suka sama aku," ucap Tini merasa baper.
"Ini bukan salah kamu Tini!" sahut Jim.
"Benar Tini, sebenarnya kita tahu sesuatu. Nanti aku akan ceritakan ini sama kamu. Tapi kamu diam saja, jangan ngomong-ngomong sama Mamah aku!" bisik Jay..
"Oh, oke!"
...
"Yuma.... tunggu aunty sayaaaaang.. My princess!" teriak Yasmin memanggil Yuma.
"Yasmin, ada apa?" tanya Mumut.
"Anak kamu Yuma sedang sedih. Dia ada dikamar sekarang. dia tidak mau bicara apa-apa , aku sangat cemas jika dia melakukan hal-hal yang tidak-tidak!" jelas Yasmin.
"Apa! jadi Yuma sekarang sudah didalam kamarnya!?" tanya Mumut yang mendapatkan anggukan dari Yasmin.
Ketika akan pergi kekamar Yuma untuk melihat keadaanya, Mumut terhenti karena ingat sesuatu.
"Tunggu! apa yang terjadi dengan Yuma? mengapa dia bisa galau?" tanya Mumut.
Akhirnya, Yasmin menceritakan segalanya yang dia ketahui tentang Raka yang telah tega merebut pria yang Yuma sukai untuk di berikan ya kepada Selin, adik dari Angel.
__ADS_1
"Kakak ipar, anak kamu Raka dia sangat persis seperti Ayahnya Pangeran. Sungguh aku tidak anak mengampuni anak itu jika sampai terjadi apa-apa kepada my princess!"
"Apa! jadi Raka telah melakukan hal itu kepada adiknya! Ya Allah gusti, Ono opo Karo anak-anakku Iki. Wes Ju dari kemarin marah-marah ngk jelas, Saiki Raka malah wes gawe polah! Yasmin, sepertinya kita harus segera menikahkan Raka dengan wanita lain, kalo tidak dia bakalan edan gara-gara mikirin Angel seng emboh ngendi sekarang.!"
"Kamu benar kakak ipar, Raka harus segera kita nikahkan. Aku setuju dengan ide kamu!" sahut Yasmin.
"Tapi Karo sopo?" tanya Mumut.
"Kamu tenang saja kakak ipar, aku melakukan saimbara untuk mencari wanita dari kalangan elit!"
"Gak perlu yang kayak, Yasmin. Yang biasa-biasa saja wes ora Popo!"
"Hm... sudah kakak ipar, kamu tidak perlu cemas. Kamu cukup duduk manis disini dan serahkan segalanya kepadaku!"
"Tapi tolong cariin yang waras ya,? Aku emoh ndue mantu edan!"
"Ish.. udah kamu tenang saja. Hmm, sekarang kita urus dulu Yuma. aku takut dia kenapa-kenapa. Bagaimana jika dia bunuh diri didalam kamar. Aaaah, kan tidak oke jika ada hantu dirumah ini!"
"Koe Ki ngomong Yo min! kamu Mendokan anak saya mati dan jadi hantu!?"
"Bukan begitu kakak ipar. Hmm, apakah ada kunci cadangan? kita harus membuka kamar Yuma sekarang!"
"Oh, ada! Aku ambilkan sebentar."
...
Didalam kamarnya, Yuma seperti patung tak bernyawa. Dia tidak mengerti mengapa Kakaknya yang dia kenal baik dan bijaksana telah tega melakukan hal itu kepada dirinya.
"Ini kah yang dinamakan"Tidak ada mahluk yang sempurna"... Tapi sungguh jahat sekali apa yang sudah kak Raka perbuat kepadaku.. hiks..hiks...!"
"Jika memang itu yang kak Raka inginkan baiklah, aku akan menikah dengan Jack dan hidup bahagia bersamanya. Tidak masalah jika aku harus menikah dengan Jack, toh lagian dia adalah cinta pertama ku..!" gumam Yuma yang tak tahu arah kemana arah tujuan yang dia harapkan.
__ADS_1
.....