
Di taman, Yuma terdiam tak menunjukan ekspresi apapun mendengar segala penjelasan dari Selin.
"Yuma, maafkan aku yang telah menjauhkan dan merebut Alone darimu. Kini, aku sudah rela melepaskan Alone untuk hidup bahagia bersamamu. Hidupku didunia hanya tinggal menunggu waktu saja. Yuma, semua ini adalah ku. Aku mohon jangan kamu salahkan kakak kamu Raka karena aku yang telah mengancamnya untuk membantuku supaya aku bisa dekat dengan Alone. Yuma, sekali lagi maafkan aku," ucap Selin terdengar sangat tulus. Tapi hati Yuma kini berasa mati rasa. Ia tidak menunjukkan ekspresi apapun untuk menjawab segala ucapan Selin.
Tak percaya, itulah yang kini sedang Yuma rasakan.
"Mbak Selin, ini sudah waktunya minum obat?" ucap perawat yang menjemput Selin.
"Baik Sus, tolong bantu aku." Emm,, Yuma aku duluan ya?" ucap Selin berpamitan, tapi Yuma masih diam tanpa menoleh sedikit pun.
Ketika Selin pergi, Raka datang untuk menghampiri Yuma yang masih setia dalam pangkuan lamunannya.
"Sayang...?"panggil Raka menyapa Yuma. Tapi Yuma masih tak bergeming.
Raka kini sangat mengerti bagaimana perasaan adiknya setelah mengetahui rahasia besarnya.
"Yuma, maafkan kakak. Sungguh kakak-..."
"Kakak tidak salah kok!" sahut Yuma memotong ucapan Raka sambil tersenyum sangat manis seperti biasanya. Tapi mata Yuma tidak dapat membohongi Raka betapa kecewanya dia kepada dirinya.
"Kakak tidak salah kok, kakak melakukan ini demi dia yang sudah kakak anggap adik sendiri. Kakak Raka adalah kakak terhebat didunia, semua orang tahu itu. Sampai-sampai dia yang bukan siapa-siapa bisa merasakan keadilan kakak," ucap dengan masih dengan senyumnya yang lebar, tapi kini air mata mengikuti setiap suara yang keluar dari lisannya.
__ADS_1
"Kakak sudah menganggap Selin seperti adik kakak sendiri dan kakak sudah memberikan hadiah yang sangat istimewa untuk dia, dan hadiah itu adalah dia pria yang sangat aku cintai. Waw... kakak keren, demi membahagiakan adik haluan mu kakak rela menyakiti adik kandung kakak sendiri, hahahahaa ... Yuma sangat salut dengan kakak, tepuk tangan untuk kakak..!" lanjutnya yang dengan wajah yang tak dapat ia kendalikan. Air mata mengalir begitu saja dengan tenangnya membuat Raka semakin bersalah.
PrOK..PrOK..." Yeeeee tangan untuk kakak terhebat didunia ini!"
"Yuma, dia sakit dan tidak ada siapapun disampingnya. Angel pergi entah kemana dan ayahnya juga sudah tidak tahu dimana kabarnya. Neneknya sudah lama meninggal!" Raka mencoba untuk menjelaskan.
"Oh, ya.... aku mengerti kakak! Aku sangat-sangat mengerti jadi kakak tidak perlu menjelaskan kepadaku apapun alasannya! Cukup! kakak membuat aku menjadi wanita yang sangat menyedihkan. Cukup! kakak membodohi aku dengan segala kekonyolan yang aku perbuat. Cukup,! Jika kakak pikir Selin sakit, aku juga sakit kak... hatiku sakiiiiiit sekali, apakah kakak tidak pernah melihatnya!? Cih, bagaimana kakak bisa melihatnya karena aku bukan siapa-siapa bagi kakak. Yang menjadi adik kakak sekarang adalah Selin bukan? Aku berdoa supaya kalian bahagia. Aku berdoa semoga Kak Angel pulang dan melihat betapa hebatnya kak Raka yang telah menjaga adiknya dengan baik. Waaaw, aku sangat yakin kak Angel akan langsung kembali ke pelukan kakak dan pada akhirnya, Kak Raka bahagia dengan kak Angel lalu Alone akan bahagia dengan Selin ketika dia sembuh. Sebelum itu terjadi, aku ucapkan selamat dari sekarang," cetus Yuma yang langsung pergi meninggalkan Raka yang hanya bisa tertunduk tak berdaya mendengarkan segala raungan dari adiknya, Yuma.
Dari kejauhan, ternyata Yasmine mendengar semua permasalahan yang telah menimpa ponakannya. Dengan langkah geram, Yasmine berjalan kearah Raka yang masih duduk terdiam.
"Raka!" sentak Yasmin.
"Aunty ..?"
"Aunty tidak percaya jika kamu tega melakukan hal itu kepada my princess. Heh, kamu benar-benar sama seperti Ayah kamu! bisanya hanya menyakiti hati seseorang hanya demi egoisnya sendiri. Ingat ini,
Jika sampai terjadi apa-apa kepada Yuma, aku tidak mengampuni mu dan aku akan menuntutmu!" gertak Yasmin menahan kesal kepada Raka. Lalu dia pun pergi untuk mengejar Yuma.
Di sisi lain, terlihat Alone yang membantu Selin untuk meminum obat.
Setelah selesai meminum obat, Selin tersenyum kearah alone dan berkata.
__ADS_1
" Alone, aku kini sudah baik-baik saja, jadi kamu tidak perlu lagi bersandiwara mencintai aku. Pergilah dan kejarlah Yuma, dia sangat mencintai mu. Maafkan aku yang telah merusak kebahagiaan kalian."
"Aku disini karena perintah. Kamu tidak perlu repot-repot mengatur ku," sahut Alone dingin.
"Alone, kenapa kamu sangat keras kepala. Kejarlah Yuma sebelum dia benar-benar pergi dari sisimu. Buang jauh-jauh sikap dingin mu itu. Semua hal tidak selalu tentang uang Alone, kamu jangan terlalu memikirkan perusahaan Ayah kamu, tapi kamu juga harus memikirkan perasaan mu. Aku sudah mengatakan jika aku tidak papa, kak Raka pasti mengerti dan mengizinkan mu untuk mengejar Yuma." Selin berusaha untuk membujuk Alone dan memulihkan keadaan.
Alone nampak berfikir.
"Dia sudah dijodohkan dengan pria lain," ucap Alone terdengar sangat pasrah oleh takdir.
"Bukankah kamu tidak merelakannya? Alone, aku melihat mu mencium Yuma ketika di kamar kecil. Aku melihat api cemburu di matamu ketika pria itu mengecup Yuma. Aku melihat semua Alone, jadi cukup jangan buang-buang waktu kamu disini. Aku tidak papa, aku mohon kejarlah dia, bahagiakan dia, dengan begitu maka aku akan dapat istirahat dengan tenang tanpa terbayang-bayang oleh rasa bersalah."
"Apa yang kamu katakan Selin. Aku ada disini untuk membantu mu supaya tetap hidup. Aku tidak mengizinkan mu mati begitu saja, kamu tahu berapa besar pengorbanan ku demi kamu dan kamu seenaknya mengatakan ingin istirahat! Jika kamu sedari awal ingin mati, kenapa kamu harus menyeret aku untuk datang kesini jika ujungnya hanya untuk melihat kematian mu!"
"Alone, maafkan aku. Aku juga merasa jika diriku ini sangatlah menjijikkan. Aku memanfaatkan penyakit ku hanya untuk mendapatkan dirimu. Alone, aku mohon kepadamu sekali ini saja. Bantu aku untuk menebus segala dosa-dosa ku. Aku mohon...?"
Alone terlihat sangat bimbang. Ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan Yuma kembali, tetapi Alone tidak yakin jika Yuma masih mau menerimanya setelah dia mengetahui semua ini.
"Yuma, aku akan datang. Tunggulah aku...!"
Tanpa berkata-kata lagi, Alone langsung lari keluar meninggalkan Selin begitu saja.
__ADS_1
Alone sangat berharap jika Yuma, dia masih mencintai dirinya dan sudi menerima dirinya kembali.