
Sebuah cincin yang sangat cantik dan indah telah terpasang dijari manis Yuma. Yuma memandangnya dengan sangat terharu. Bahkan matanya tak berkedip sampai beberapa saat karena tak kuasa menahan bahagia yang ia rasakan.
"Jack, apakah kamu akan menikahiku!?" tanya Yuma mata yang berbinar.
"Yes, Baby. Terima kasih karena kamu telah menerima aku. I love you, baby!" ucap Jack sambil memeluk Yuma dengan hangat,
dan Yuma pun seketika membalas pelukan yang Jack berikan.
Jack menatap wajah Yuma yang sangat ia rindukan, setelah sekian tahun akhirnya dirinya dapat melihat wajah manis yang sangat khas milik Yuma.
"Yuma, percayalah kepadaku," bisik Jack ditelinga Yuma membuat Yuma merasa sangat geli.
"Ssht, Jack! jangan ditelinga jika bicara, aku sangat kegelian," pinta Yuma.
Jack hanya tersenyum melihat wajah pujaan hatinya yang selalu memerah jika dirinya memberikan kesan syahdu.
"Jack, kenapa kamu menatapku seperti itu. Apakah wajahku ini jelek?"
"No, Baby. Kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat," sahut Jack langsung ingin mencium bibir Yuma kembali.
"Mmmmphh...!" suara Yuma yang terkejut dengan serangan Jack yang tiba-tiba.
Jack mencium Yuma dengan sangat lihai nan rakus. Kelembutan itu berubah menjadi beruntal. Jack seperti ingin menuntut lebih dari pada yang sudah dia lakukan kepada Yuma.
Yuma yang kesulitan bernafas pun mencoba untuk mendorong Jack.
"Mmmmpph... mmmppphh....!" suara Yuma tertahan.
Yang merasa sudah tak tahan langsung membopong Yuma untuk dibawanya masuk kedalam kamar.
"Jack! apa yang kamu lakukan!" teriak Yuma.
BUGH...
Jack melemparkan Yuma keatas kasur busa yang empuk.
"Shuuutttt! Baby, percayalah padaku. Aku akan bertanggung jawab!" ucap Jack yang langsung mengecup leher Yuma.
"Shhhhtt... Jack! lepaskan aku, kita belum boleh Jack melakukan ini!" suara Yuma terdengar berat menahan tangis. Sungguh dia ingin berteriak, tapi Yuma takut untuk menjelaskan apa kepada orang-orang.
Jack yang sudah diujung ubun-ubun tak bisa mengontrol dirinya sendiri yang sudah sangat naphsu kepada Yuma.
Tanganya Jack kini sudah mulai mengrayang kemana-mana. Bibirnya terus mengecup leher Yuma sampai ada beberapa bekas cinta disana.
"Shhht... Jack, please jangan lakukan ini," pinta Yuma dengan suara lirihnya.
Tapi sepertinya Jack sama sekali tidak menggubris permintaan Yuma.
Tangannya mulai kancing baju Yuma.
__ADS_1
Yuma yang tidak berdaya hanya bisa meneteskan air mata dan pasrah. Yuma hanya berharap jika Jack benar-benar akan bertanggung jawab atas yang sudah dia perbuat.
Namun, ketika Jack sedang membuka kancing baju Yuma, sebuah tendangan kuat mendarat ditubuh Jack sampai dia terjengkal.
"Alone !" teriak Yuma yang tersenyum senang melihat Alone datang.
"F*ck you!" raung Jack terdengar sangat marah.
"Jauhi dia atau kamu akan merasakan akibatnya!" ancam Alone dengan mata yang memerah.
"CUIH.. Who are you. He is my Baby, you know. Go! Go....!" bentak Jack yang juga menahan geram.
BUGH...! tanpa berkata-kata, Alone langsung menerjang Jack dengan sangat bruntal.
Jack yang memiliki tubuh kekar pun tidak ingin kalah.
perkelahian pun tak dapat terelakkan.
BUUUGH....
BUUUGH...
BUUGH...
Begitulah suara baku hantam antara Alone dan Jack.
"Setoooooop! apa yang kalian, berhenti....!" teriak Yuma yang langsung turun tangan untuk memisahkan Jack dan Alone.
Sampai akhirnya.
BUGH...
PRAAAAANG!" Yuma terpental dan tubuhnya membentur guci besar yang ada disudut Kamar.
"Yuma....!" teriak Jack dan Alone bersamaan.
"Baby, are you oke!?" tanya Jack yang mencoba untuk menolong Yuma.
Tetapi Yuma menepis tangan Jack maupun Alone. Yuma menatap kecewa dengan sikap kedua pria yang ada didepannya itu. Meksi wajah kedua pria itu dipenuhi oleh luka lembab, tetapi kini sudah merasa tidak peduli.
Beruntung Yuma tidak mengalami cedera serius setelah tubuhnya membentur Guci besar itu.
"Kalian berdua enyaalah dariku, jangan mendekat!" teriak Yuma histeris.
"Yuma, maafkan aku, aku hanya ingin menolong mu dari pria bajingan ini!" jelas Alone.
"F*ack you, shiiiit! dia adalah my Baby, you know!" pekik Jack yang menahan geram dengan kedatangan Alone yang tiba-tiba dan merusak keromantisan yang sedang dia lakukan dengan Yuma.
"SEETOOOOOOOOP!" teriak Yuma kini sudah benar-benar merasa sangat jengah.
__ADS_1
Yuma langsung melepaskan cincin pemberian dari Jack dan menyerahkannya kepada Jack.
"Jack, maafkan aku. Tapi aku tidak bisa menerima ini!" ucap Yuma dengan tatapan yang sangat tegas.
Alone yang melihat itu pun tersenyum.
"Yuma, ayo kita pulang," ucap Alone yang langsung menarik tangan Yuma.
Tetapi Yuma langsung menepisnya.
"Alone, Jack, dengarkan ini baik-baik. Aku tidak memilih diantara kalian berdua. Jadi, aku mohon kepada kalian berdua agar tidak menganggu dan mengusik hidupku. Apa kalian paham!" jelas Yuma dengan penekanan yang sangat tegas.
"No, Baby. You is my life, please jangan meminta aku untuk pergi," ucap Jack memohon kepada Yuma.
"Yuma, aku datang karena aku tidak percaya dengan pria ini. Jika aku tidak datang, maka kamu pasti sudah dimakan oleh pria baj*ngan ini!" jelas Alone mencoba membujuk Yuma.
"Sory, aku tidak mendengar kalian sebagaimana kalian tidak mendengarkan aku!" tukas Yuma yang pergi meninggalkan Jack dan Alone begitu saja.
Ketika Yuma pergi, Jack dan Alone pun ikut berlari dan berniat untuk mengejar Yuma.
Tetapi, ketika mereka saling merebut untuk membuka pintu, ternyata Yuma sudah mengunci mereka didalam membuat Jack dan Alone tidak bisa keluar.
"Apa! pintunya dikunci dari luar!" decak Alone terkejut.
"What!" Jack pun mencoba untuk membukanya, dan benar saja, pintunya sudah dikunci dan mereka tidak bisa keluar.
"Yuma......! bukakan pintunya, kita perlu bicara!", teriak Alon.
"Baby, maafkan aku, please bukanya pintunya Baby!" teriak Jack.
Dibalik Pintu, Yuma hanya tersenyum sinis lalu pergi begitu saja meninggalkan Jack dan Alone didalam apartemennya.
Yuma bergegas masuk kedalam mobil dan berniat untuk kerumah sakit untuk menjenguk Ayahnya Pangeran.
Yuma tidak tahu harus kemana dia menceritakan apa yang barusan terjadi kepada dirinya. Bahkan Yuma tidak berani untuk bicarakan hal ini kepada Yasmin karena dia takut Yasmin tidak dapat menjaga rahasianya.
Yuma memilih pergi kerumah sakit untuk menangkan dirinya sendirinya.
Yuma menatapnya dirinya di pantulan cermin yang ada didalam mobilnya. Disana, Yuma melihat ada beberapa bekas tanda kiss yang diberikan oleh Jack.
Yuma berdecak jijik lalu berniat untuk menghapusnya.
Yuma meminggirkan mobilnya lalu mengambil minyak kayu putih dan koin, dia berniat mengerok tanda itu dilehernya supaya terkesan jika dia telah masuk angin.
Yuma juga tidak bisa membiarkan keluarganya tahu tentang hal ini. Jika keluarganya sampai tahu, Yuma sangat yakin jika keluarganya pasti sangat kecewa kepadanya.
...
..
__ADS_1
...
JANGAN LUPA LIKE 🙏