
Terlihat kini Raka sedang duduk berdua dengan ibunya. Dengan apa yang menimpa Yuma, jelas Mumut juga ingin tahu yang sebenarnya dari pengakuan Raka.
"Nak, ceritakan sama ibu apa sebenarnya yang terjadi. Mengapa kamu tega mengkhianati adik kamu sendiri?" tanya Mumut.
"Maafkan Raka ibu. Saat itu Raka tidak tahu harus bagaimana, Selin sakit parah, tidak ada siapapun orang disampingnya, Angel pergi entah kemana, Selin tidak memiliki semangat untuk hidup dan melakukan pengobatan, dia berkata kepada Raka jika dia mau berobat asalkan Raka mau membantunya untuk dekat dengan Alone. Saat itu, Raka sungguh tidak tahu jika ternyata Yuma sangat mencintai Alone dan begitupun sebaliknya. Raka fikir mereka hanya teman biasa mengingat tidak ada hubungan spesial diantara mereka. Raka baru sadar ketika Yuma mulai terpuruk dan mengacuhkan pekerjaannya sampai berbulan-bulan. Pada saat itu Raka sangat merasa bersalah sehingga Raka tidak menghukumnya apapun, Raka membiarkannya. Tetapi, Raka berfikir jika Raka harus melakukan sesuatu untuk Yuma, Raka mulai menegaskan Yuma untuk bangkit dari keterpurukannya, Raka fikir dengan memberinya banyak pekerjaan dia akan sedikit melupakan tentang cintanya, tapi semua sia-sia, sampai akhirnya Raka mendatangkan Jack. Raka fikir dengan kedatangan Jack akan membuat Yuma kembali bersemangat. Tapi sepertinya kini masalah semakin rumit, karena ternyata Alone juga belum bisa melepaskan Yuma. Hmmm... mengapa masalah cinta begitu rumit. Karena kerumitan inilah yang membuat Raka enggan untuk jatuh cinta lagi. Raka akan memilih menyindir seperti ini dan fokus bekerja untuk adik-adik Raka. Huuuft, sungguh Raka tak pandai mengelola yang namanya cinta."
Mumut menetaskan air mata haru. Betapa beratnya beban yang selalu Raka bawa. Dari dulu, Raka selalu memikirkan kebahagiaan orang-orang sampai dia sendiri tidak tahu caranya bahagia. Dari dulu, Raka sibuk menyatukan dua insan tapi nyatanya dia sendiri masih menyendiri sampai detik ini.
Mumut menatap Raka yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Mumut sangat mengerti jika Raka pasti sedang merasa sangat bersalah kepada Adiknya Yuma. Andai Raka tahu sedari awal jika Alone dan Yuma memiliki hubungan, pastilah Raka tidak akan seegois itu.
Alone dan Yuma memang tidak pernah memiliki hubungan spesial. Mereka selalu terlihat seperti teman biasa. Tetapi siapa tahu soal hati. Yuma telah memendam perasaannya sejak lama, begitupun dengan Alone. Hanya saja, Alone tidak ingin pacar-pacaran sehingga dia memutuskan untuk langsung melamar Yuma pada malam itu. Tapi semua harus dia telan pahit-pahit ketika tiba-tiba Raka menghubunginya dan memintanya untuk menemani Selin.
"Raka sayang, kamu sudah melakukan yang terbaik untuk adik kamu, nak. Mendatangkan Jack cinta kecilnya Yuma, ibu sangat yakin jika Yuma akan segera merelakan Alone. Hmmm, ibu berfikir jika memang Jack adalah orang baik, jadi ibu akan langsung menikahkan mereka. Tapi sebelum mereka menikah, ibu akan menikahkan kamu dulu," ucap Mumut membuat Raka mendelik.
"Apa! menikah!? dengan siap bu, kan Angel tidak ada!?" tanya Raka terkejut mendengar jika dirinya akan di nikahkan.
"Raka, ini sudah saatnya kamu untuk membuka mata kamu. Wanita di kota ini sangat banyak sayang, tapi hanya selalu terbayang-bayang oleh Angel. Hmmm, pokoknya kamu tenang saja. Aunty kamu Yasmin, dia sedang mengadakan saimbara untuk mencari jodoh untuk kamu," jelas Mumut.
"Apa! tidak Bu, Raka tidak akan mau menikah dengan siapapun terkecuali dengan Angel! tidak akan!" tegas Raka.
__ADS_1
"Raka, apakah kini kamu tidak mau mendengarkan ibu lagi!?" tanya Mumut dengan ekspresi kecewa.
Sungguh ini adalah kelemahan Raka. Dia tidak akan pernah menolak permintaan ibunya.
"Hmmm, baiklah Bu, Raka akan menikah. Tetapi Raka sendiri yang akan mencari calon istri Raka. Raka tidak percaya dengan pilihan aunty Yasmin."
"Baiklah, 1 Minggu ibu akan memberimu waktu mencari calon istri. Ibu ingin, di hari ulang tahun Triple J kamu sudah membawa calonmu."
"Apa, satu Minggu! ibu, aku butuh bertahun-tahun untuk mencintai Angel Deny tulus dan sekarang ibu hanya memberi aku waktu 1 Minggu!?" pekik Raka.
"Satu Minggu atau kamu akan menerima wanita pilihan aunty Yasmin!?" tegas Mumut.
"Baiklah, bu..."
"Bagus, begini lebih akan lebih mudah. Hmm, ibu mau masak untuk makan malam, kamu akan menginap disini?" tanya Mumut.
"Sepertinya Raka akan kembali kerumah sakit," jawab Raka.
"Loh, ngapain kerumah sakit? kamu mau menjenguk Selin?"
__ADS_1
"Tidak, Bu. Raka mau menemani Ayah."
"Ayah!? kenapa sama ayah kamu!?" tanya Mumut yang baru tahu jika mantan suaminya ternyata berada dirumah sakit.
"Ayah terkilir Bu. Hmm, ibu tidak perlu cemas karena ayah baik-baik saja," jelas Raka.
"Cemas, apakah wajahku terlihat begitu?" batin Mumut.
"Ah, begitu. Salam untuk Paula ya Sayang. Oya, sebelum kamu pergi, bisa tolong Raka untuk membujuk Ju? Dia dari kemarin marah-marah tidak jelas," ujar Mumut.
"Marah? Ju marah!? tidak seperti biasanya. Memang ada masalah apa Bu?" tanya Raka.
"Justru itu ibu meminta kamu untuk coba tanyain ke Ju. Mengapa dia bisa marah-marah tidak jelas seperti itu!?"
"Baiklah, Bu. Raka coba untuk tanyakan kepada Ju."
"Ya sudah, ibu masak dulu ya. Sebentar lagi papah kamu Yuda akan pulang dari kerjanya."
"Iya, Bu..."
__ADS_1
.....