FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Encok


__ADS_3

Yuma duduk didalam ruangan Pangeran. Dia menangis sendiri meratapi kekonyolannya.


"Ada apa denganku.hiks..hiks..?" gumam Yuma yang terlihat sangat menyedihkan.


Pangeran yang baru selesai dari menemui klien langsung menuju keruangannya. Pangeran nampak terkejut melihat ada suara horor didalam ruangannya.


Pangeran melihat ke sekeliling ruangnya, tetapi tidak menemukan seorang pun disana.


Pangeran menelan salivanya dengan susah ketika dia mendengar suara tangisan wanita itu semakin intens.


Bulu guduk Pangeran seketika menjingkrak.


"Ini tidak mungkin, seumur hidupku hal seperti tidak pernah terjadi. Huuuft, ini pasti karena faktor usiaku yang sudah menua. Aku sekarang merasa sangat mudah lelah," gumam Pangeran mencoba untuk merilekskan pikiran dan tidak menghiraukan tangisan horor itu.


Ketika akan duduk, betapa terkejutnya Pangeran ketika melihat seorang wanita dengan kantong mata menghitam sedang duduk dibawah mejanya.


"ASTAGA.... !!" teriak Pangeran.


BRRUUGGKKK !" suara Pangeran terjengkang dari kursinya.


KREGH....! suara pinggang terkilir.


"Aaaaaaggkhh...!" pekik Pangeran merasakan pinggangnya yang terkilir.


"Ayaaaaaaah...!" teriak Yuma yang terkejut melihat Ayahnya yang sudah tua harus terjengkang dari kursinya.


"Eeegghh! Yu...yuma itu kamu, nak?" tanya Pangeran sambil memegang meringis kesakitan. Bahkan sepertinya badanya tidak bisa ditegakkan.


"Ayah! iya ini Yuma Ayah. Ayah tidak papa?" tanya Yuma yang langsung mencoba menarik Pangeran untuk diajak duduk.


Tetapi, yang Yuma tidak tahu adalah badan Pangeran tidak bisa ditegakkan membuat Pangeran meringis kesakitan ketika Yuma menariknya.


"Aaaaahhkkkk!" teriak Pangeran.


"Yuma, pinggang Ayah sepertinya terkilir!" jelas Pangeran.


"Oh maaf Ayah! Apakah ayah kena encok!?" tanya Yuma yang terlihat sangat khawatir.


"Yah, sepertinya begitu. Uugghh!" Pangeran mengeluh karena rasa sakit yang tak dapat ia tahan.

__ADS_1


Melihat ayahnya yang meringis kesakitan, Yuma langsung menekan handphonenya untuk memanggil ambulan.


"Ayah, tahan sebentar ya, Yuma sudah memanggil ambulan. Ayah, maafkan Yuma yang sudah membuat ayah seperti ini. Semua gara-gara Yuma ayah, kak Raka benar, Yuma memang pembawa sial dan tidak berguna, hiks..hiks...!" Yuma merasa sangat bersalah.


"Sudah tidak papa sayang. Ini tidak sepenuhnya salah kamu. Ayah tadi kurang berhati-hati sehingga...."


"Sudahlah Ayah! ayah jangan membela Yuma lagi. Yuma akan segera mengundurkan diri saja, Yuma benar-benar tidak pantas berada disini."


Rasa sakit yang Pangeran rasakan membuatnya tidak dapat berkata banyak untuk meladeni sikap Yuma.


Tidak hanya sekali Yuma mengeluh akan mengundurkan diri, tetapi sampai detik ini ia masih berada di perusahaan itu dengan segala kekonyolannya.


Tidak lama akhirnya ambulan datang. Karena pinggang Pangeran yang terkilir, jadi dia harus mengambil posisi jengking/nungging.


Beberapa karyawan yang melihat bos mereka menungging tak tahan untuk tidak tertawa. Yuma yang melihat Ayahnya ditertawai langsung menatap tajam kepada mereka yang telah berani menertawai ayahnya. Seketika semua karyawan pun langsung terdiam dan tertunduk.


******


Singkat cerita, kini Pangeran telah dibawa kerumah sakit. Dokter Jaka adalah orang pertama yang langsung menangani kasus Pangeran.


Beruntung Jaka pernah belajar akupuntur, sehingga ketika ada pasien yang cedera karena terkilir dia bisa membantu menanganinya.


"Kakak siap!?" tanya Jaka.


"Iya Jaka, tapi aku mohon , jangan sampai buat aku mati, aku belum pamitan dengan istri dan anak-anak ku!" ujar Pangeran yang benar-benar merasa kesakitan.


"Tenang saja, kak!" sahut Jaka meyakinkan.


Satu... dua.... KREEEEGH!


"AAAAAAHHHHHHKKKKKKKK!" teriak Pangeran menggema di ruangan rawat inap VVIP.


Yuma yang sedang menunggu diluar kamar Pangeran, meringis ngilu mendengar teriakan dari Ayahnya.


"Ya Allah, lindungi ayah Pangeran. Jangan dulu dibuat mati, jika sampai ayah mati, nanti semua orang akan menyalahkan aku...!" gumam Yuma berdoa dan berharap jika Ayahnya selamat.


Tidak lama, Jaka keluar dari kamar Pangeran.


"Om, bagaimana dengan Ayah?" tanya Yuma.

__ADS_1


"Ayah kamu baik-baik saja. Dia sedang butuh istirahat. Hmmm, Yuma bagaimana ayah kamu bisa terkilir seperti itu?" tanya Jaka.


"Semua gara-gara Yuma, Om. Maafkan Yuma?" jelas Yuma sambil tertunduk.


"Yuma.... Yuma....!" panggil seorang wanita yang terlihat sangat khawatir dari kejauhan.


"Mamah!"


"Yuma, apa yang terjadi dengan Ayah kamu!?" tanya Paula dengan ekspresi sangat panik. Dia datang bersama dengan Yasmin.


"Dia tidak papa, Paula. Kamu tidak perlu cemas," sahut Jaka.


"Oh syukurlah. Tapi sebenarnya ada dengannya?" tanya Paula.


"Semua gara-gara, Aku!" sahut Yuma.


"Oh my princess, Aunty... ada apa sayang? Mengapa kamu menyalahkan dirimu?" tanya Yasmin yang langsung merangkul Yuma yang terlihat sangat sendu.


"Hiks...hiks... Aunty, semua karena gara-gara Yuma yang patah hati, Huaaaa......!" Didepan Yasmin Yuma tidak tahan lagi untuk meluapkan isi hatinya.


"Uuuhh, inces sayang don't worry, baby. Sini-sini peluk aunty, Baby!?" ucap Yasmin langsung memeluk ponakannya yang sangat ia sayangi itu.


Yasmin memberi kode kepada Paula dan suaminya dokter Jaka untuk pergi dahulu. Yasmin sangat paham jika Yuma pasti hanya sedang membutuhkan dirinya.


Paula dan Dokter Jaka pun Akhirnya meninggalkan Yuma dan Yasmin.


Di koridor, Yuma memeluk Yasmin dan mencurahkan segala isi hatinya. Yuma menceritakan semua apa yang sudah terjadi dengan dirinya dan apa penyebab keterpurukannya. Yuma menceritakan tentang Jack dan Alone. Dua hati yang tidak dapat Yuma pilih.


"Aunty, segalanya sangat rumit. Yuma tidak tahu harus bagaimana. Alone, dia sangat dingin kepada Yuma, dia tidak pernah membalas perasaan Yuma, tetapi dihari itu dia mencium Yuma dan meminta Yuma untuk tidak menjalin hubungan dengan pria lain, tetapi alone sendiri tidak pernah memberikan kepastian kepada Yuma. Sedangkan Jack, dia pria yang sangat baik dan setia, sampai sebelum Aku melihat dia memeluk wanita lain yaitu Aline, kakaknya Alone. Hiks...hiks... Mereka berdua adalah pria sangat menyebalkan bukan!?" Curhatan Yuma terdengar sangat dramatis ditelinga Yasmin.


"Mereka berdua adalah pria yang kurang di ajar Baby! kamu tenang saja, aunty akan maju dan memberi mereka pelajaran. Mereka telah berani-beraninya mempermainkan hati incesnya aunty, mereka akan mendapatkan balasannya!" ucap Yasmin memeluk Yuma dengan nada geram tak sabar untuk melihat wajah-wajah pria yang telah membuat ponakan tersayangnya sedih.


...


...


...


LIKE DULU YA.. 🙏

__ADS_1


__ADS_2