FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Paula & yasmin (Suami dingin)


__ADS_3

Pangeran dan Raka setelah mendapatkan mobil ojol, mereka tidak langsung bergegas kembali kerumah melainkan keperusahaan.


Sedangkan Paula, dia hanya bisa meringkuk kesal dengan suaminya yang tak kunjung datang menyusulnya.


"Dasar pria tidak ada perhatiannya sama sekali. Sudah 12 tahun aku bersamanya tetapi dia tetap aja bersikap menyebalkan seperti ini," umpat Paula uring-uringan sendiri.


Ketika dalam fase kesal, tiba-tiba Paula mendapatkan notifikasi dari Yasmin.


"Aunty, Pink sudah ada di mall. Apakah Aunty jadi datang!?" Isi pesan yang sepertinya ditulis oleh Pink putri dari Yasmin dan Jaka.


"Ya tuhan, gara-gara suami menyebalkan itu aku jadi melupakan janjiku pada Yasmin dan pink!" gumam Paula yang langsung bergegas.


ketika akan keluar, Paula dihentikan oleh ibu mertuanya yaitu mama Ratu. Terlihat jika mama sudah sangat menua dengan kulit yang berkerut dimana-mana.


"Sayang, mau kemana?" tanya Mama Ratu.


"Ah mamah, Paula sedang ada janji dengan Pink dan Yasmin," sahut Paula." apakah mamah ingin memesan sesuatu?" lanjutnya.


"Iya, tolong nanti pulangnya belikan mama susu penguat tulang. Ah, mama sudah tua, jadi mama harus lebih menjaga kesehatan mama," ucap Mama Ratu.


"Em, baik mah. Apakah ada yang lainnya?" tanya Paula.


"Tidak ada."


Setelah berpamitan Paula pun langsung bergegas menuju mall dimana Yasmin dan Pink sedang menunggunya.


Singkat cerita, Kini Paula telah sampai di Mall dan sudah berada di restoran bersama dengan Yasmin dan Pink.

__ADS_1


"Aunty mau pesan apa?" tanya Pink.


"Tidak sayang, kamu makan saja. Aunty lagi tidak ingin makan apa-apa," sahut Paula.


"Ada apa si, beb?" tanya Yasmin yang sepertinya memahami situasi hati sahabatnya.


"Hmm.. apa yang harus aku lakukan, Yasmin. Pangeran, dia setiap hari semakin dingin terhadapku. Apakah karena aku tidak bisa memberinya anak?" tanya Paula dengan nada sendu.


"Hmm,, menurut aku anak bukanlah alasan Kamu lihat aku! meski aku sudah memberikan suamiku Putri secantik pink, dia tetap saja bersikap dingin kepadaku. Sama sekali tidak ada romantisnya sama sekali," ujar Yasmin yang kini malah ikutan curhat.


"Memang sudah nasib kita mendapatkan pria dingin." Paula meletakkan kepala ditangannya.


"Tapi, sepertinya Pangeran tidak sedingin itu. Dulu, waktu dia mengejar-ngejar Mumut, dia bahkan rela bertarung dengan kakak aku Yuda untuk memperebutkan Mumut," ucap Yasmin mengenang masa lama.


Paula yang mendengar itu pun langsung terbawa arus.


"Bisa jadi, Paula. Tapi kita tidak bisa salahkan Mumut, bagaimanapun juga yang salah adalah suami kamu bukan kakak ipar aku si Mumut," jelas Yasmin mencoba untuk membela istri dari kakaknya, Yuda.


"Tapi, apakah kamu yakin jika Mumut sudah benar-benar tidak menyukai suamiku!? Bagaimana pun mereka pernah menjadi suami dan istri. Bahkan mereka sampai memiliki dua anak Raka dan Yuma!?" Paula mencoba untuk merobohkan kepercayaan Yasmin terhadap Mumut.


"Aunty.. Mommy... bisa tidak jika tidak menggibah! Budhe Mumut sangat baik, jangan membicarakan dia yang buruk-buruk. i don't like, oke!" tegur Pink yang sedari tadi makan tetapi menyimak apa yang dibicarakan Ibunya dan Paula.


"baby, i know. We're just talking! kita hanya sedang berbincang-bincang saja, oke. Jangan salah faham." Yasmin menjelaskan.


Pink hanya menggelengkan kepalanya pergi meninggalkan Paula dan Yasmin.


"Sayang, mau kemana?"

__ADS_1


"Mau kamar kecil, mom!"


"Owh, baiklah. Hati-hati Baby!"


"Come on mommy! pink hanya ingin ke kamar kecil bukan mau ke Arab Saudi!" cetus Pink merasa kesal.


"Baiklah, baby. Mommy hanya selalu sangat mengkhawatirkan kamu, mommy sayang kamu Darling."


Pink yang merasa Yasmin sangat berlebihan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dia sedikit keras kepala," ucap Yasmin mencoba untuk menjelaskan kepada Paula.


"Dia terlalu mandiri untuk kamu manja kan Yasmin. Jangan berlebihan," sahut Paula mencoba menasehati Yasmin.


"Entahlah, aku hanya merasa jika aku harus melakukan ini. Semua demi kebaikannya," ujar Yasmin membela dirinya sendiri.


"Yang aku tahu, semakin anak ditarik, maka akan semakin jauh dia berlari. Ibaratkan panah dan busurnya."


"Apakah kamu sedang mendoakan anakku supaya dia menjadi anak yang pembakang!?" pekik Yasmin terdengar kesal.


"Tidak Yasmin, bukan begitu. Haaaah.. sudahlah kita jangan membahas ini lagi. Aku ingin makan saja, berdebat dengan mu membuat perutku keroncongan."


"Begitu lebih baik. Oya, wajah kamu nampak bersihan, pakai apa? Aku juga mau dong, lihatlah kerutkan dimataku, ini sangat membuat mu tidak percaya diri didepan suamiku,!?" ucap Yasmin antusias.


Akhirnya, sahabat karib ini pun melupakan permasalahan mereka dan memulai aksi mereka untuk menuntaskan hobi mereka, yaitu menguras tabungan suami mereka.


*****

__ADS_1


__ADS_2