FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#45 : KECEWA & PERTUNANGAN


__ADS_3

Kamu adalah wanita yang menjadi pusat perhatianku. Membawaku ke sebuah harapan yang sebenarnya tak pernah ada tempat untukku tinggal.


Tapi sekarang, kamu bahkan tak memberiku waktu untuk melangkah menuju hatimu, Raeviga. Apa kehadiran Dava lebih berarti dariku?"


[EPISODE SEBELUMNYA]


Siska mengalihkan perhatiannya kembali ke lembar kerja di atas mejanya. Setengah hari ini ia sudah banyak memikirkan tentang Arga, hingga ia melupakan aktivitas yang seharusnya dia lakukan.


"Lupakan Sis! lupakan. Arga sudah punya wanita yang ia sukai. Kamu tidak bisa memaksakan seseorang buat mencintai. " ungkap Siska dalam hati, berbicara pada hatinya yang saat ini sedang terluka karena mengharapkan seseorang.


Ditengah kesibukannya, dua orang pria berpakaian seragam khusus pelayan restoran mewah dan mendorong sebuah meja yang penuh dengan berbagai jenis makanan. Siska mengernyitkan alisnya, dua pelayan itu berhenti tepat di depan mejanya.


"Selama pagi,Apa anda yang bernama Nona Siska?" tanya salah satu pelayan yang lebih tinggi dan berotot.


Siska mengangguk membenarkan tanpa bersuara.


Apa yang terjadi? siapa mereka?


Pria pelayan itu memberikan sebuah kertas berwarna hijau toska pada Siska. Gadis itu membaca delapan kata dengan gambar emoji di kalimat terakhir. Sebuah tulisan tangan latin yang terlihat rapi.


...Hai, gadis....


...Temui aku di Lobi ya, Sekarang 🙂...


Siska menatap kedua pria di depannya. Pegawai lainnya yang saat itu sedang memperhatikan Siska sedikit bingung dengan situasi saat ini. Tidak, lebih tepatnya mereka hanya melihat kearah makanan yang tersaji tak tersentuh sama sekali itu. Untuk kebingungan Siska, mereka hanya menanggapinya santai. Mereka sudah beranggapan bahwa, saat ini seseorang sedang memainkan sebuah kejutan kepada Siska. Mereka hanya tinggal menunggu untuk menyaksikan pemeran utama menampilkan dirinya.


"Ini semua dari siapa?" tanya Siska mempertegas kalimatnya.


"Anda akan tau setelah membaca pesan itu dan mengikuti permintaannya,"


"Dan makanan ini?" tanya Siska lagi. Sama seperti yang lainnya, makanan mahal dan mewah itu juga mengunggah selera lidahnya.


"Ini semua di persilahkan kepada anda," pelayan itu melihat kearah rekan kerja Sika yang sudah berdiri sangat dekat dengan mereka.


"Anda juga bisa membaginya kepada rekan kerja anda.." tunjuk sang pelayan lewat kedua isyarat matanya.


Siska terkejut. Ia menatap bergantian kearah kertas yang dipegangnya dan berbagai hidangan makanan saat ini.

__ADS_1


Apa yang terjadi? kenapa kedua orang ini datang padaku? Apa mereka salah kirim?


Siska akan melangkahkan kakinya menemui pria misterius itu. Rekan kerja Siska bersiap untuk menyerbu makanan di kedua meja itu. Namun seakan mengerti isi kepala rekan kerjanya sekarang, Siska berbalik menatap mereka dengan peringatan penuh.


"Jangan sentuh! sebelum aku kembali dan menemukan penjelasannya" ucap Siska dan berjalan pergi tanpa memperdulikan raut wajah rekan kerjanya yang terlihat kecewa.


Siska akan menuruni anak tangga. Kakinya sudah menginjak tangga ketiga saat melihat seorang pria dengan berpakaian badut dan bertopeng sedang berdiri di lobi bawah. Pria bertopeng itu menangkap sosok Siska yang telah memperhatikannya. Ia meletakkan tangannya ke sebuah saku celana depan dan mengeluarkan sebuah bunga mawar. Ia menggoyangkan bunga mawar itu berkali-kali hingga berubah menjadi lebih banyak.


"Siska, maafkan aku. Aku tau bahwa aku telah salah. Aku bodoh karena telah menyakiti wanita sebaik kamu. Hari ini, tepat di hari kasih sayang mau kah kamu menerima cintaku dan melangkah bersama ke jenjang yang lebih serius. Maukah kamu menjadi tunangan ku?" tanya pria itu dengan lantang. Ia membuka topengnya, Siska terkejut melihat wajah Erwin yang ada di dalam baju boneka itu. Kedua tangannya masih mengulurkan bunga kearah Siska yang masih berdiri di atas tangga.


Suara sorakan dari rekan kerja Siska yang mendengarkan itu membuat Siska malu karena menjadi pusat perhatian saat ini. Tanpa Siska sadari, dari kejauhan seorang pria sedang merekam kebersamaan Erwin dan Siska lalu mengirimkannya pada seseorang yang bernama Mr. Cold


"Maukah kamu menjadi wanita ku yang akan selau memperingatkan saat aku telah salah jalan?"


Erwin berjalan naik dan menemui Siska. Siska nampak terharu dengan perlakuan Erwin saat ini. Namun untuk perasaannya, gadis itu menjadi susah untuk menentukan.


Apa pilihan hatinya telah berubah sangat cepat detik itu juga? atau ini hanya perasaan bahagia karena perhatian Erwin?


"Erwin aku... aku masih perlu untuk memikirkannya,"


Suara rekan kerja Siska yang mendengarnya juga bersorak untuk menerima pernyataan cinta yang romantis itu. Mereka nampak tidak sabar untuk menikmati hidangan mewah di ruangan mereka.


"5.."


"...4"


"3..." sorak rekan kerja Siska serentak bersama dengan suara Erwin.


"2.."


"Iyaa,aku setuju" jawab Siska seakan terdesak oleh suara-suara itu. Siska melihat sebuah ketulusan di kedua manik mata Erwin. Entah pilihan yang telah ia ambil salah atau memang benar. Namun yang perlu ia sadari bahwa dia tidak bisa mengharapkan seseorang pria yang sejak lama di tunggunya untuk bisa membalas mencintainya.


Mungkin memang Erwin adalah pria yang


ditakdirkan untukku oleh tuhan. Apakah ini sebuah ujian tentang perasaan?


Erwin tersenyum senang, ia memeluk tubuh Siska erat. Suara tepuk tangan, sorakan dan siulan menggema di seisi ruangan. Bahkan mereka tidak memperdulikan jika saat ini mereka sedang membuat kegaduhan di perusahaan milik Arga. Namun mereka sedikit lebih tenang, karena Erwin juga salah satu orang penting di Perusahaan dan pria itulah yang menjadi sumber pengacau siang ini.

__ADS_1


"Aku akan membuatmu selalu bahagia bersamaku. Terima kasih masih ingin menerima ku kembali Sis, I LOVE YOU."


Siska memikirkan lama apa yang baru saja di ucapkan Erwin.


Apakah pilihanku benar? apakah Erwin akan mencintaiku dengan tulus? Apakah perasaanku saat ini hanya untuk Erwin? Ahh, tidak. Saat ini bahkan aku tidak bisa mendeteksi perasaanku sendiri.


*****


Arga Dewantara,lelaki itu sedang berada di kelab malam sejak kemarin malam. Kini ia sedang terbaring di sebuah Kamar VIP dengan seorang wanita yang sudah tak berbalut sehelai kain sama sekali di tubuhnya.


Bunyi dering Handphone membangunkan Arga.Ia meraih Hp di meja sampingnya dengan berusaha membuka kedua matanya yang sangat berat.Ia mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya.


"Pak,hari ini akan ada rapat tentang launching produk terbaru yang minggu depan rencana di Pasarkan."Jelas Lia, Sekretaris Arga.


"Ya,siapkan tempatnya saja."seru Arga kemudian mengakhiri panggilan telfonnya dan melihat jam dari HPnya.


Jam telah menunjukkan pukul 09.25


"Sial!" keluhnya sambil bergegas menuju kamar mandi menghiraukan gadis yang sedang terlelap setelah menemani Arga semalam.


Arga kini telah berpakaian rapi,ia melihat sekilas ke arah wanita yang terlelap di ranjang.Di ambilnya beberapa lembar uang dari dompetnya dan meletakkannya di samping meja tempat tidur.


Ia bergegas pergi menuju Kantor menghadiri rapat dengan Dewan Direksi lainnya. Sejenak ia melupakan kemarahannya tentang Raeviga.


Sebuah pesan yang terkirim di aplikasi


messenger membuat Arga menghentikan langkah kakinya. "Apa ini? apa yang mereka lakukan kemarin?"


BERSAMBUNG


Hai Reader,


DUKUNG NOVEL INI YUK AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,


Happy Reading Gaes,

__ADS_1


__ADS_2