FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#61 : HAMIL?


__ADS_3

Kenapa kamu harus menemuiku Arga? jika terus saja seperti ini, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu. Aku tidak akan pernah bisa melupakan perasaan yang selalu mengikatku ini. Kenapa kamu harus kembali?


EPISODE SEBELUMNYA


Arga telah berada di dalam mobil. Ia menyandarkan kepalanya di stir mobil dan menutup kedua matanya. Mobilnya masih terparkir di halaman penginapan yang di tinggali Siska.


Sis, sekarang aku sadar jika kamu tak hanya membenciku tapi kamu juga sama sekali tidak mengharapkan kehadiranku. Aku menyesal, aku...telah sangat menyakitimu.


Seperti halnya Arga, Siska menatap udara kosong di depannya tanpa melakukan apapun. Ia duduk di atas tempat tidurnya dan memikirkan tentang banyak hal yang terjadi beberapa hari ini.


Jadi Arlan adalah Arga? pria yang dua hari ini aku temui. Sikapnya sangat bertolak belakang dengan sifatnya di masa lalu. Apakah benar jika Arga telah merubah?


Tapi mana mungkin dia berubah secepat itu? aku tau, hal itu tidaklah mustahil tapi pria dingin seperti Arga dengan cepatnya berubah. Aku masih tidak dapat mempercayai hal ini.


Siska mencoba membaringkan tubuhnya dan berusaha melupakan kejadian hari ini tentang Arga. Namun beberapa detik kemudian, Siska membuka kembali kedua matanya. Dia terlihat gelisah, pikirannya terus saja membuatnya tak bisa melupakan sikap Arga yang menyamar menjadi Arlan.


Perhatian dan gelak tawa Arlan selama dua hari ini telah membuatnya merasa lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya, Arlan salah satu pria yang saat ini membuat Siska merasa nyaman berada di dekatnya.


Jika seperti ini terus, aku tidak akan bisa tidur semalaman.


****


Dua Minggu telah berlalu, Arga telah kembali di sibukkan dengan pekerjaannya. Namun hari yang telah berlalu itu mengubah prinsip hidupnya. Arga bukan lagi sosok pria angkuh, dingin dan keras kepala. Dia telah banyak menginvestasikan waktunya untuk pekerjaan dan orang lain. Seolah dia tengah mengalihkan pikirannya dari seseorang.


"Pak Arga, sosialisasi untuk Rumah Sakit Ibu & Anak telah selesai di persiapkan. Apakah anda perlu sesuatu yang lain?" ucap Sekretaris Arga, dan memperlihat beberapa foto dekorasi yang telah siap.


"Baiklah, ini sudah bagus. Pastikan persiapannya sempurna dan katakan kepada panitia disana permintaan maaf ku karena akan datang terlambat disana," pinta Arga pada sekretarisnya.


"Beberapa media juga meminta ijin untuk meliput acara ini pak. Mereka sangat berterima kasih jika anda memberikan ijin."


"Tidak masalah izin kan mereka untuk meliput," lanjut Arga sebelum melenggang pergi menuju sesuatu tempat.


Sejak pertemuan terakhir kalinya dengan Siska malam itu, Arga memutuskan untuk tidak lagi menganggu hidup wanita itu. Namun dari jauh Arga akan tetap selalu mengawasinya.


Ponsel Arga berdering, ia menyambungkan panggilan telepon itu dengan Headset bluetooth yang dipakainya.


"Ada apa?" tanya Arga saat panggilan itu tersambung.


"Nona Siska sedang pergi sesuatu tempat dengan taksi pak. Ia pergi dengan terburu-buru," ucap seseorang pria yang mengikuti taksi yang dinaiki Siska.


Arga terdiam sesaat. Ada perasaan lain yang membuatnya merasa ingin bertemu wanita itu saat seseorang menyebutkan namanya.


"Baiklah, tetap awasi saja. Jika terjadi sesuatu katakan saja padaku,"

__ADS_1


****


Di lain tempat, Siska sedang duduk di dalam taksi yang ditumpanginya. Wajahnya terlihat pucat, beberapa kali dia memijat dahinya yang terasa pusing.


Ini tidak mungkin. Seharusnya ini tidak terjadi.


Siska menggenggam erat sebuah benda kecil putih berbentuk persegi panjang di tangannya. Setetes air mata jatuh membasahi wajahnya. Telepon Abimanyu membuat perhatian Siska teralihkan. Beberapa menit Siska membiarkan ponsel itu berdering beberapa kali sebelum akhirnya Siska memutuskan mengangkat panggilan telepon itu. Itu pun karena Siska menyadari jika supir taksi yang duduk di depannya terlihat tidak nyaman dengan suara bising dari ponselnya.


"Halo Pak," sapa Siska.


"Kamu lagi dimana? kenapa kamu pergi begitu saja dari kantor? ini masih jam kerja,"


"Maaf, aku tidak memberitahu mu. Tapi aku sudah mengatakan ke rekan kerja yang lain jika saya ijin pulang mendadak. Aku merasa badanku tidak sehat hari ini," jawab Siska memberi alasan.


Di ruangan Abimanyu, terlihat Arga juga berada disana. Pria itu terlihat duduk memperhatikan Abimanyu yang sedang berbicara di telepon dengan Siska.


"Baiklah, beristirahat saja. Kabari aku kondisimu jika sudah membaik."


"Iyaa," Siska memutuskan panggilan telepon itu. Ia menatap lurus jalanan dengan tatapan kosong. Dia terlihat memikirkan sesuatu hingga tidak menyadari jika dia telah sampai di tempat tujuannya.


"Mbak, sudah sampai."


Siska menoleh sekilas ke samping. Ia melihat gedung besar dengan nuansa berwarna putih itu. Siska memberikan beberapa lembar uang untuk supir taksi dan memasukkan benda yang sejak tadi dipegangnya ke dalam tas miliknya.


"Terima kasih,"


Namun tak ingin memperdulikan lebih jauh Siska mendekat ke arah meja informasi.


"Saya Siska Arum Ningtyas, saya sudah membuat janji temu dengan Dr. Sarah Nugroho,"


"Baik, di tunggu sebentar," perawat itu terlihat menekan beberapa nomor dari teleponnya dan melihat kearah Siska sejenak.


"Anda sudah di tunggu oleh dokter di lantai 2,"


"Terima kasih,"


Siska berjalan pergi meninggalkan meja informasi, namun di tengah perjalanan ia merasa perutnya terasa kram dan mual. Siska berjalan lebih cepat dan menutup mulutnya saat ia merasa mual berkali-kali. Siska membuka resleting tasnya untuk mengambil aroma theraphy dari dalam tas sambil melangkahkan kaki cepat menuju lantai 2. Namun sialnya, karena sibuk mencari aroma terapi Siska tidak sengaja menabrak kru jurnalis yang saat itu bersiap untuk meliput.


Tas yang dipegangnya jatuh berserakan di lantai. Kamera yang di bawa oleh jurnalis itu pun juga retak.


"Maaf maaf, aku tidak sengaja," Siska memungut kembali kamera yang beberapa bagiannya telah rusak.


"Maaf kamera kamu rusak karena aku,"

__ADS_1


"KAMU MERUSAKNYA! INI MILIK PERUSAHAAN! SEHARUSNYA SAAT KAMU BERJALAN LIHAT DENGAN MATA! JANGAN PAKAI KAKI!"


"Maaf, aku akan..,"


Hueekkk! Hueek!


Mual di perut Siska semakin parah. Siska merasa ingin memuntahkan makanan yang sudah ada di dalam perutnya.


"Maaf,...Maaf.." Siska berlari begitu saja menuju toilet rumah sakit. Siska meninggalkan barang-barang dari dalam tasnya yang berserakan di atas lantai.


Salah satu media melihat beberapa testpack tergeletak tak jauh dari tas Siska.


"Hey, apa ini test pack? ini untuk mengetes kehamilan kan? Apa ini milik wanita tadi?" seru salah seorang media dan merekamnya dengan kamera yang di bawanya.


Liputan yang sudah di rekan secara live itu juga di tonton oleh Arga yang saat itu masih bersama dengan Abimanyu.


"Apa itu tadi Siska?" tanya Abimanyu kepada Arga. Namun pria itu tidak memperhatikan televisi saat sekilas wajah Siska tertampil di layar televisi itu.


"Siska? Kau mungkin hanya salah liat," jawab Arga dengan tangannya yang masih berusaha menghubungi seseorang. Seseorang yang secara khusus untuk mengawasi Siska.


"Iya, mungkin saja aku lihat. Mana mungkin dia terlibat kekacauan memalukan itu,"


"Apa kamu sudah tau kemana Siska pergi?" tanya Arga saat panggilan teleponnya terhubung.


"Apa rumah sakit? Siaran media?" mendengar jawaban itu Arga kembali memusatkan tatapannya pada televisi di depannya itu.


Beberapa menit kemudian, Siska kembali dari toilet dan seketika terkejut dengan banyaknya media yang saat ini menyorotnya.


"Selamat, selamat kamu hamil. ini hasil testpack mu kan? Selamat," ucap beberapa media memberi selamat kepada Siska.


Namun wanita itu hanya berdiri diam dan menundukkan kepalanya menghindari sorotan kamera di wajahnya sekarang.


"APA?HAMIL?!" pekik Arga dan Abimanyu bersamaan dengan tatapannya masih tertuju di layar televisi.


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,


Happy Reading Gaes,


Instagram : @ilyuaml1

__ADS_1


__ADS_2