FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#87 : MERASA KESAL


__ADS_3

Siska memperhatikan Laili yang sudah berjalan mendahuluinya. Di belakang Mama mertuanya, ia menghela napas panjang untuk menghilangkan kegugupannya karena kedatangan Laili yang tiba-tiba.


Apa Arga mengetahui suara Mama tadi? Bagaimana jika rencana ku nanti gagal, Astaga.


[EPISODE SEBELUMNYA]


Siska terlihat sibuk dengan masakannya di dapur. Bi Minah, pelayan rumah Arga terlihat membantu majikannya untuk menghidangkan makan malam keluarga. Tak hanya Siska dan Bi Minah namun seorang wanita parubaya juga tengah membantu Siska. Dia Laili, ia bahkan terlihat lebih sibuk dari Siska untuk menyiapkan menu masakannya.


"Ma, ini pepes tahu jamurnya sudah siap ya?" tunjuk Siska pada sebuah makanan yang di balut oleh daun pisang yang telah di kukus.


Laili mengangguk membenarkan, ia mengambil sebuah piring rotan dan meletakkannya dengan rapi. "Tinggal menyajikannya saja di meja makan, minta Arga untuk segera pulang. Dia pasti sudah sangat lapar," jawab Laili yang masih menata makanan itu agar terlihat sempurna.


Siska memperhatikan Laili, sesaat ia tersenyum melihat perhatian Laili untuk suaminya.


"Aku tahu dia hanya ibu tiri, tapi apa yang salah dengan itu? Mama terlihat sangat perhatian dengan Arga. Entahlah masalah apa yang sebenarnya terjadi hingga Arga sangat membencinya," pikir Siska dalam hati.


Laili menepuk pelan bahu Siska hingga wanita itu tersadar dari lamunannya. "Sis, kenapa kamu hanya diam saja? apa kamu tidak menghubungi Arga untuk segera pulang?"


"Eh iya Ma. Siska akan mengirimkan pesan untuk Arga," Siska mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi chatting di ponselnya.


Aku sudah menyiapkan masakan spesial untuk kamu. Segera lah pulang, aku menunggu kamu.


isi pesan singkat Siska dan ia juga mengirimkan beberapa foto dari masakan yang telah di buatnya dan Laili.


****


Jam kerja telah berakhir sejak beberapa menit yang lalu, namun Arga masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa meja pegawai telah kosong di tinggal oleh penghuninya, sedangkan yang lainnya telah bersiap untuk pulang. Hanya Arga yang tidak beranjak dari tempat duduknya.


Ting.


Arga mengalihkan tatapannya sejenak dari layar komputer dan beberapa proposal kerja yang menumpuk di mejanya. Pesan singkat yang di kirimkan Siska membuatnya terdiam sejenak memandangi foto yang telah dikirimkan istrinya. Seolah memori lamanya terpanggil kembali ketika melihat foto masakan yang dikirimkan Siska.


"Apa dia yang membuat makanan ini? dari mana dia tahu kalau ini adalah makanan kesukaanku?" ucap Arga bertanya-tanya.


Ia mengetikkan sesuatu untuk membalas pesan singkat dari Siska.

__ADS_1


Aku akan segera pulang. Apa masakan ini kamu yang membuatnya?


Arga melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia kemudian mengalihkan kembali pandangannya pada tumpukan berkas yang belum ia selesaikan. Namun melihat perhatian Siska untuknya, Arga enggan membuat Siska menunggu lama untuknya.


Arga merapikan meja kerjanya yang berantakan dan bergegas keluar dari ruang kerjanya. Ia memutuskan segera pulang untuk menikmati masakan yang telah di buat Istrinya.


Siska telah menghidangkan semua makanan yang telah ia masak bersama Mama mertuanya di atas meja makan.


"Ma, Apa Mama sudah memberitahu Dava untuk kemari?" tanya Siska saat melihat Laili berdiri di sampingnya.


"Sudah, tapi sepertinya dia tidak akan datang."


"Kenapa?" raut wajah Siska terlihat kecewa. Ia berharap banyak jika suami dan keluarganya dapat saling berbicara layaknya keluarga lainnya.


"Sejak dulu Arga selalu membencinya. Mungkin dia tidak terbiasa saat kamu memintanya untuk kemari. Ia takut, Arga akan kecewa karena kedatangannya," jelas Laili yang ikut merasakan kekecewaan Siska. Seperti halnya keinginan Siska, ia pun sangat menantikan keluarga mereka bisa berkumpul tanpa saling menjauh seperti saat ini.


"Bilang saja kalau Arga yang memintanya untuk datang Ma,"


Laili terdiam sejenak memikirkan permintaan Siska. Sedetik kemudian ia menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan Siska


"Sayang, aku pulang," sapa Arga sembari membuka pintu rumahnya dan mencari keberadaan Siksa.


Siska menarik bibirnya lebar saat mendengar suara Arga. Ia berlari kecil menghampiri suaminya yang masih berdiri di ruang tamu.


"Kenapa kamu lama sekali," ucapnya merengek manja sembari menggelayutkan kedua tangannya di leher Arga.


"Maaf, aku masih banyak kerjaan. Kamu terlihat lelah, pasti kamu masak banyak hari ini," Arga menghapus butiran keringat yang berkumpul di dahi Siska.


"Tentu saja, karena hari ini akan ada tamu spesial untuk makan bersama dengan kita," jawab Siska sembari mengambil alih tas kerja dari tangan suaminya.


Arga mengerutkan dahinya bingung, ia merasa penasaran dengan tamu spesial yang di maksud oleh Siska.


"Arga...," sapa Laili sembari berjalan menghampiri putra laki-lakinya itu.


Arga mendengus kesal saat melihat kehadiran Laili di rumahnya. "Kenapa dia ada disini?" tanya Arga pada Siska dengan raut wajahnya yang tampak kesal.

__ADS_1


"Aku..., aku yang meminta Mama kemari," ucap Siska sedikit gugup saat melihat kedua mata Arga yang menunjukkan kemarahannya.


"Untuk apa? apa ini kejutan yang kamu maksud? memuakkan," Arga berjalan pergi meninggalkan Siska yang masih berusaha menahannya. Namun sia-sia, Arga tak mengindahkan ucapan Siska dan berjalan pergi menuju kamarnya.


Siska menghampiri Mama mertuanya yang masih berdiri mematung tanpa mengatakan sepatah kata apapun. "Ma, Mama tenang saja, kali ini Arga akan makan malam bersama kita. Mama jangan khawatir, aku akan bicara sebentar dengan Arga," Siska akan berjalan pergi namun tangan Laili menghentikannya.


"Tidak perlu membujuknya. Apa kamu membohongiku Siska? kamu mengatakan tadi siang kalau sudah meminta izin pada Arga. Seorang menantu seharusnya tidak berbohong seperti itu Siska,"


Siska menggenggam telapak tangan Laili dan menundukkan kepalanya menyesal. "Maaf ma, Siska melakukan itu agar Mama dan Arga bisa berkumpul bersama. Siska janji, malam ini Arga akan ikut makan malam bersama kita," ucap Siska meyakinkan.


***


Di dalam kamar pribadinya, Arga terlihat duduk di sisi tempat tidurnya sembari melepaskan kemeja yang masih melekat di tubuhnya. Raut wajahnya masih terlihat kesal karena kejadian di ruang tamu tadi. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat kearah pintu kamarnya saat mendengar suara pintu yang terbuka.


Siska masuk ke dalam kamar dengan senyuman kecil saat Arga masih menatapnya kesal.


"Kamu marah padaku? aku hanya kita makan malam bersama dengan keluarga kamu. Mereka adalah keluarga ku juga kan?" serunya sembari berjalan menghampiri Arga yang kini tidak lagi menatap kearahnya.


Tak ada jawaban dari Arga. Pria itu hanya diam dan menatap kearah lantai kamarnya. Siska duduk di samping Arga, melingkarkan tangannya di lengan Arga dan berusaha melihat raut wajah kesal yang di sembunyikan oleh suaminya.


"Kenapa kamu terus saja menatap lantai? apa lantai lebih menarik dari wajahku?hmm?" ucapnya lagi dengan rengekan manja yang sama seperti saat di ruang tamu.


Masih tak ada jawaban dari Arga. Pria itu terlihat mengabaikannya. Siska beranjak dari duduknya tak tahan dengan sikap keras kepala suaminya.


Apa yang salah dengan melakukan ini? aku hanya ingin mendekatkan mereka? apa itu salah?


Siska beranjak dari tempat duduknya, ia berdiri sembari memandangi Arga yang masih enggan untuk menatapnya. "Jika kamu terus mengabaikan ku seperti ini maka aku juga akan mengabaikan kamu saat di atas ranjang. Awas aja kalau kamu menganggu ku dan...,"


Siska tak bisa lagi melanjutkan ucapannya, bibir Arga sudah membungkam mulutnya dengan ciuman hangat yang sangat di nantinya sejak tadi. Siska memejamkan kedua matanya saat merasakan ciuman Arga semakin menuntut namun tetap terkendali.


"Apa ini artinya dia sudah tidak marah padaku?"


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.

__ADS_1


Terima kasih,


__ADS_2