
"Andai Raeviga juga ada disini, Maka kebahagiaan ini akan semakin lengkap. Rae, Dimana kamu sebenarnya?" gumam Siska yang menatap sekeliling dan memperhatikan Dava yang tersenyum menikmati pesta. Walaupun di hatinya, pria itu tengah menahan kesedihan yang teramat dalam karena kehilangan sosok wanita yang ia cintai.
EPISODE SEBELUMNYA
Aakkhhhhh!
Siska berteriak kesakitan saat mengalami kontraksi otot rahimnya sejak beberapa jam terakhir. Wanita itu mencengkram kuat seprai putih dari ranjang rumah sakit itu.
"Jerome bagaimana dengan kondisi istriku, kenapa dia terlihat sangat kesakitan?" tanya Arga yang nampak cemas dan merasa khawatir dengan kondisi istrinya.
"Tidak apa Arga, tenanglah. Dia masih dalam proses pembukaan jalan lahir," jawab Jerome, dokter yang akan membantu persalinan Siska saat ini.
"Sakit!" keluh Siska saat Arga menghampirinya dan menggenggam tangan Siska erat.
"Sabar sayang, sebentar lagi. Aku yakin kamu bisa," Arga menghapus butiran keringat dan air mata yang membasahi wajah wanita itu. Begitu pula dengan Laili yang berdiri di depan ruang bersalin. Ia juga terlihat mencemaskan kondisi menantunya.
Laili tau bahwa perjuangan seorang wanita yang melahirkan tidaklah mudah. Rasa sakit yang menusuk seolah seperti 20 tulang yang patah bersamaan.
"Sakit dok," Siska yang tak tahan menarik lengan Arga kuat-kuat dan membuat pria itu ikut merintih kesakitan.
"Sudah pembukaan 10. Siska bersiaplah mengejan. Dengar aba-aba saya, dala hitungan ketiga, dorong bayi kamu agar bisa membantunya keluar," pinta Dokter Jerome yang telah bersiap dengan baju operasi berwarna hijau.
"1...2...3...,"
Uhmm! Uhhhm! Uhhmm!
Erangan Siska bersahutan dengan teriakan Arga saat lengannya menjadi korban cengkraman Siska. Seketika lengan pria itu memerah karena menjadi sasaran Siska saat rasa sakit itu menyerangnya. Namun Arga sama sekali tak menghiraukan luka di tangannya itu. Ia bahkan rela seluruh tubuhnya menjadi pelampiasan rasa sakit Siska yang terlihat begitu menyakitkan. Rintihan dan erangan Siska membuatnya tak tahan untuk melihat Istrinya yang sangat kesakitan.
"Sayang, lekas keluar. Bantu Mama kamu agar tidak terlalu lama merasakan sakit," pinta Arga sembari mengusap lembut perut buncit Siska yang tertutup oleh kain berwarna hijau.
"Sayang, bertahan lah. Aku yakin kamu bisa," ucapnya sambil menyeka keringat di dahi Siska dan leher wanita itu.
"Diam lah, kamu terus saja bicara sejak tadi." ucap Siska sembari menahan rasa sakit yang terus menjalar ke sekujur tubuhnya. Arga seketika diam tak mengatakan apapun. Ia memaklumi keadaan Siska yang saat ini berjuang melahirkan buah hati mereka bahkan ia siap untuk mengorbankan nyawanya hanya untuk membiarkan buah hatinya terlahir di dunia.
****
Proses persalinan Siska telah berakhir. Siska terlihat sangat lemas dengan hembusan napasnya yang terengah-engah. Arga mendaratkan beberapa kali ciuman singkat di wajah Siska sebelum keluar dari ruang bersalin yang juga membuat sekujur tubuhnya merasa lemas.
__ADS_1
Arga menjatuhkan tubuhnya di sebuah kursi, tempat Laili menunggu sejak tadi. Terlihat Dava berdiri tak jauh dari Arga dan menghampiri kakaknya.
"Bagaimana kondisi Siska dan bayinya kak?" tanya Dava melihat Arga yang sudah tak memiliki banyak tenaga lagi.
"Mereka baik," jawab Arga singkat dan merasakan nyeri di lengan tangannya karena cakaran kuku Siska yang terus menerus menggores lengannya.
Namun Arga membiarkan luka goresan sementara waktu. Tubuhnya seakan mati rasa menyaksikan dengan kedua matanya proses melahirkan yang begitu menantang nyawa. Jantungnya seakan tertarik keluar saat melihat seorang bayi perlahan keluar dari rahim Siska saat wanita itu terus mengejan kuat.
Laili menghampiri Arga dan menepuk bahunya untuk menguatkannya. "Kamu telah melihat sendiri perjuangan seorang Istri. Mama harap, kamu tidak akan pernah meninggalkan istri mu yang telah berkorban banyak untuk kamu Arga."
Arga menggelengkan kepalanya, ia merasa tidak mungkin untuk meninggalkan Siska, tidak hanya karena dia sangat mencintai wanita itu namun setelah melihat begitu besar pengorbanan istrinya tidak akan pernah sekalipun Arga memiliki niat untuk menghancurkan rumah tangganya.
"Selamat Arga, bayi perempuan telah hadir di keluarga kalian," ucap Jerome yang telah menggantikan pakaiannya dengan jas dokter. Ia meminta perawat untuk memberikan bayi perempuan itu kepada Ayahnya agar bayi itu merasakan pelukan orangtuanya.
Arga tersenyum melihat wajah anak perempuannya yang terlihat mirip dengan wajah Papanya, Dewantara. "Ma, lihatlah, wajahnya mirip Papa," Laili dan Dava menghampiri bersamaan. Laili tersenyum sangat bahagia saat menatap lekat wajah bayi perempuan itu.
"Akhirnya, Mama menjadi seorang nenek. Terima kasih sayang, kamu sudah hadir di keluarga ini. Malaikat kecil Oma," puji Laili sembari meletakkan satu jarinya di pipi bayi manis itu.
"Jerome, bagaimana dengan kondisi Siska? apa dia sudah sadar?" tanya Arga sesaat menyadari kondisi istrinya yang terlihat pucat dan kelelahan pasca melahirkan.
"Dia sudah sadar. Kamu bisa menemuinya sekarang,"
"Siska," sapa Arga saat melihat Siska tidur terlentang dengan kondisinya yang sudah berangsur membaik.
"Apa ini bayi kita?" Siska terlihat bahagia melihat putri kecilnya yang terlihat manis.
"Dia lebih banyak mirip denganmu," ucap Siska saat memperhatikan lekat wajah putrinya.
"Dia lebih mirip Papa,Sis. Lihatlah hidungnya sangat mancung. Tapi bibir tipis ini, sangat mirip denganmu," sahut Arga yang ikut mengamati.
Siska tersenyum membenarkan. "Bolehkah aku menggendongnya. Aku juga ingin memeluknya,"
"Tentu saja," Arga mendekatkan tubuhnya dan mengalihkan tubuh bayi yang masih lemah itu di kedua tangan Siska yang sudah siap menjadi tumpuan bayi perempuan mereka.
Kedua matanya Siska tak sengaja melihat luka gores di tangan Arga. Siska sadar dia lah yang telah membuat lengan suaminya itu menjadi memar seperti saat ini.
"Luka ini, apa kamu tidak mengobatinya?" tanya Siska dengan sorot matanya yang melihat kearah lengan Arga.
__ADS_1
Arga tersenyum menenangkan dan mencium lembut ujung hidung Siska. "Tidak apa, aku bisa mengobatinya nanti. Ini juga sudah tidak sakit,"
"Tetap saja harus di obati," Siska menekan bel yang ada di belakang tempat tidurnya. Tak lama seorang pelayan datang menghampiri Siska yang sudah terlihat khawatir dengan kondisi lengan suaminya.
"Bisakah anda membantuku untuk mengobati lengan suamiku?" tanya Siska pada perawat wanita itu.
"Tentu bisa, Bu Siska. Mohon di tunggu sebentar ya pak, saya akan mengambil peralatan medis yang di butuhkan," setelah mengatakan hal itu, suster perawat pergi dan meninggalkan kembali pasangan suami istri itu dan buah hatinya yang baru saja terlahir di dunia.
"Terima kasih, Sis. Kamu sudah melengkapi hidupku. Bahkan kata terima kasih tak pernah cukup untuk mewakilkan seluruh kekagumanku ini padamu. Aku sangat mencintaimu,Sis," Arga mengusap pipi Siska yang terlihat lebih berisi dari saat pertama kali mereka bertemu.
"Kamu adalah suami yang sempurna untukku. Aku juga sangat mencintaimu Arga. Hiduplah terus bersamaku dan menemaniku hingga berakhirnya usiaku,"
Arga menarik sudut bibirnya dan mencium lembut bibir Siska yang sangat didambakannya. Ciuman mereka berlangsung cukup lama hingga akhirnya terlepas saat suara rengekan kecil dari bayi mungil yang kini memandangi wajah kedua orangtuanya.
"Maaf, aku lupa kalau kita sudah punya anak," kekeh Arga sesaat setelah ciuman panas itu berakhir.
Siska menarik kerah baju Arga dan mendekatkan bibirnya di telinga suaminya. "Setelah masa nifas ku selesai. Kamu bisa melakukan lebih dari ini," goda Siska membuat rona merah di wajah Arga membulat sempurna.
"Istriku ini, ternyata dia juga bisa menjadi liar,"
_
_
...END...
Duh udah Ending aja nih, buat kalian yang udah menemani FNWMB sejauh ini, aku sangat berterima kasih pada kalian. Jangan lupa untuk vote dan like sebanyak mungkin untuk mendukung author agar bisa berkarya lebih baik lagi.
ADA YANG PENGEN SPESIAL PART GAK NIH?
Aku juga mau test kalian nih, sebagai pembaca setia FIRST NIGHT WITH MY BOSS.
Apakah kalian masih ingat dimana Siska pertama kali bertemu dengan Arga?
Aku juga pengen tau nih, pendapat kalian tentang sosok Arga di Novel ini. Tulis di kolom komentar ya :)
°See You The Next Story°
__ADS_1
Instagram : @crmellow @ilyuaml1