FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#60 : ANTARA BENAR DAN SALAH


__ADS_3

Sulastri terlihat ragu untuk mengulurkan tangannya. Namun seolah tak ada jalan keluar lain, Sulastri menerima kesepakatan Siska itu.


"Bba...baiklah,"


EPISODE SEBELUMNYA


"ARGA? KAMU? APA YANG KAMU LAKUKAN?" Siska berjalan menjauh dari Arga. Dia masih tidak ingin untuk bertemu dengan pria di depannya itu. Perasaannya terluka, dan rasa sakit hati itu belum sepenuhnya hilang.


"Sis, tolong dengarkan aku. Aku..., aku ingin memperbaiki kesalahanku. Aku ingin..."


Plaaakk


Tamparan keras dari Siska membuat Arga diam. Arga tahu jika ia pantas menerima perlakuan ini dari Siska. Bahkan ia tidak merasa keberatan jika Siska terus menampar dan memukulinya.


"Sis, aku tau kamu marah padaku. Aku minta maaf, aku ingin memperbaiki kesalahanku," Arga meraih tangan Siska yang mencoba menjauh dari Arga.


Siska menampik tangan Arga kasar. "Jangan sentuh aku! kamu seperti iblis Arga. Kamu sangat jahat. Bagaimana kamu akan memperbaiki keadaan ini? harga diriku telah hancur karena mu,"


Arga perlahan berjalan kearah Siska, ia tidak akan menyerah sebelum wanita yang telah di sakitnya itu menerima permintaan maafnya.


"Kamu bahkan telah membohongiku sekarang! Apa lagi yang akan kamu rencanakan? kamu bahkan menyamar sebagai Arlan. Apa yang kamu rencanakan? Apa kamu akan menyakitiku lagi?" pekik Siska. Tanpa ia sadari wajahnya telah basah oleh air mata yang entah sejak kapan menetes.


Namun yang Siska sadari saat ini bahwa pertemuannya dengan Arga membuat luka di hatinya kembali muncul. Rasa benci dan kekecewaan kepada pria itu tak bisa lagi ia sembunyikan.


"Sis, tolong dengarkan aku, aku bersungguh-sungguh ingin mengubah hidupku. Aku tahu, masa laluku sangatlah buruk. Siska, aku ingin berubah. Aku ingin mempertanggung jawabkan semuanya," Arga kembali menyentuh tangan Siska dan memohon kepada wanita itu penuh penyesalan.


Siska mendorong tubuh Arga hingga tangan mereka kembali berjauhan. Siska mengambil vas bunga yang berada di atas meja dan memecahkannya hingga pecahan kaca berserakan di dekatnya.


"Siska! apa yang kamu lakukan? jauhkan benda itu dari kamu," pinta Arga saat melihat Siska membawa potongan kaca dari vas bunga.

__ADS_1


"PERGI ARGA! PERGI! JIKA TIDAK, AKU AKAN MELUKAIKU DIRIKU SENDIRI! DAN PENYESALAN MU TIDAK AKAN ADA HABISNYA! JADI KU MOHON PERGILAH!" Teriak Siska penuh kekecewaan.


"Jangan lakukan apapun Sis. Ini bahaya, letakkan kaca itu,tolong!"


"PERGI!"


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi tolong jauhkan benda itu dari kamu," Arga berjalan menjauhi Siska namun kedua matanya masih mengawasi Siska walaupun jarak di antara mereka semakin jauh.


Arga berjalan keluar dari kamar Siska, namun beberapa orang menghalangi langkahnya. Tiga pria berseragam coklat dan bersenjata menahan lengan Arga untuk pergi. Mereka adalah petugas kepolisian. Di belakang ketiga pria itu Sulastri terlihat bersembunyi dan sesekali melihat kearah Arga. Beberapa menit yang lalu, Sulastri mendengar suara benda keras yang terjatuh membuatnya ketakutan dan berusaha menghubungi polisi.


"Maaf tuan, Anda kami tangkap karena ada laporan tentang kekerasan disini," ucap salah seorang petugas dan memborgol kedua tangan Arga.


Arga hanya diam. Ia seakan tidak mempermasalahkan tentang kondisinya sekarang, yang ada di dalam pikirannya saat ini hanyalah tentang satu wanita, Siska.


Siska keluar dari kamarnya saat melihat beberapa polisi berdiri di depan pintu ruangannya.


"Kami dari petugas kepolisian, saya memerlukan pernyataan lebih lanjut di kantor polisi mengenai permasalahan ini. Apakah benar jika pria ini telah melakukan kekerasan padamu. Pemilik penginapan ini yang melaporkannya kepada saya?"


"Saya tidak ingin membuat laporan mengenai kasus ini karena dia sama sekali tidak melukaiku. Kami bertengkar karena beberapa masalah. Tapi aku tidak ingin membawa urusan ini ke kepolisian. Hanya saja, bawa pria ini pergi dari penginapanku sekarang." pinta Siska sambil melihat kearah Arga sekilas sebelum kembali bersikap tak acuh kepada Arga.


"Baiklah, aku akan membawanya pergi. Tapi apakah kamu yakin tidak ingin memproses laporan pengaduan ini?" tanya salah satu polisi itu.


Siska menatap Arga. Kedua mata mereka saling bertemu. Tak ada pembelaan dari Arga. Pria itu tidak mengatakan apapun. Seolah perkataan yang di ucapkan Siska telah membuatnya mengerti jelas permintaan wanita itu.


Siska ingin aku pergi. Apakah kamu sangat menginginkan kepergian ku Sis? Apa kamu akan merasa tenang jika aku menjauh darimu. Siska tidak akan pernah memaafkan ku. Aku pantas menerima semua ini. Kehadiranku hanya membuka luka yang belum tersembuhkan.


Salah satu polisi itu membuka borgol di pergelangan tangan Arga.


"Seperti yang di minta oleh Nona ini. Silakan anda segera pergi," ucap pihak kepolisian itu,

__ADS_1


Arga berjalan keluar dari penginapan Siska, di belakangnya para polisi itu berjalan mengikutinya. Siska menatap kepergian Arga yang berjalan menjauhinya. Ada rasa kehilangan saat melihat kepergian pria itu, namun rasa bencinya membuatnya tidak menyadari akan perasaannya sendiri.


Sulastri masih berada di kamar Siska. Ia akan melangkah keluar namun suara Siska menghentikan kakinya untuk pergi.


"Bu, sebenarnya apa yang aku katakan di balkon semuanya adalah kebohongan. Aku melakukan itu agar kamu bisa berbicara jujur mengenai ini,"


Sulastri menutup mulutnya terkejut, "jadi kamu hanya menjebak ku? jadi pria itu adalah orang baik?" tanya Sulastri memastikan.


"Entahlah, aku tidak bisa mengatakannya. Di masa lalu dia pria yang pernah berperan penting di hidupku."


Siska memberikan beberapa lembar uang kepada pemilik penginapan itu. " Ini adalah biaya penginapanku dan makanan yang telah kamu persiapkan untukku selama 3 hari ini,"


Sulastri menolak uang itu. Ia tidak mengambil uang yang ada di tangan Siska. " Tidak perlu, pria itu telah membayar biaya penginapan mu bahkan bisa untuk satu tahun. Jika kamu ingin membayarnya lebih baik kamu memberikan kepadanya," jelas Sulastri sebelum pergi. Siska terdiam mendengar penjelasan wanita parubaya itu.


Untuk apa Arga melakukan semua ini? Apa yang sedang dia lakukan?


Sulastri membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Siska. "Ternyata firasat ku benar, dia adalah pria baik. Aku merasa bersalah karena telah ikut menuduhnya orang jahat. Saat dia pertama kali menemui ku dia terlihat sopan, bahkan dia memintaku juga untuk menjagamu." lanjutnya.


"Boleh ku katakan sesuatu padamu? sepertinya pria itu memiliki perasaan suka sama kamu. Aku tidak tau apa masalah kalian, tapi kurasa dia pria yang baik," setelah mengatakan hal itu Sulastri berlalu pergi meninggalkan Siska seorang diri.


Siska tak bergerak dari tempatnya semula. Perkataan Sulastri dan permintaan maaf Arga memenuhi pikirannya. Namun kilasan kejadian yang menyakitkan di hidupnya juga kembali mengingatkan di waktu yang bersamaan.


Kenapa kamu harus menemuiku Arga? jika terus saja seperti ini, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu. Aku tidak akan pernah bisa melupakan perasaan yang selalu mengikatku ini. Kenapa kamu harus kembali?


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,

__ADS_1


Happy Reading Gaes,


Instagram : @ilyuaml1


__ADS_2