FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#83 : MALAM PERNIKAHAN


__ADS_3

[Note : Bacanya habis buka puasa aja ya]


"Jangan terlalu senang, aku melakukannya hanya sebagai formalitas," jawab Arga dingin dan pergi meninggalkan Laili yang masih berdiri di tempat yang sama.


Mama yakin, suatu hari nanti kamu akan menerima kehadiranku, Arga. Karena Mama tahu, kamu hanya marah, tapi sebenarnya hatimu sangatlah baik.


[EPISODE SEBELUMNYA]


Para tamu undangan semakin banyak berdatangan, di tempat pelaminan Arga menunggu kedatangan Siska. Ijab Kabul sudah ia langsungkan beberapa menit yang lalu. Kini hanya menunggu sang mempelai wanita untuk datang dan menyambut para tamu yang semakin banyak berdatangan.


Seorang wanita keluar dari wardrobe room dengan langkah yang anggun karena gaun yang di pakainya menjuntai panjang hingga melewati batas kakinya. Satu orang wanita membantu menyingkap kain yang panjang itu agar Siska bisa lebih leluasa untuk berjalan. Senyum tipis tak lepas dari wajahnya saat langkah kakinya menuruni anak tangga untuk pergi ke tempat dimana saat ini Arga menunggunya di kursi pelaminan.


Banyak pasang mata memperhatikan Siska yang terlihat sangat cantik. Rambutnya yang biarkan terurai panjang dengan baik ujung rambutnya yang di Curly. Sebuah mahkota yang juga di hiasi oleh Berlian di letakkan di atas kepalanya sebagai pelengkap penampilannya bak putri kerajaan. Langkah Siska semakin mendekati Arga, beberapa tamu undangan semakin di buat terpesona dengan keanggunan Siska.


Begitu pun dengan Pegawai pegawai perusahaan, mereka tak sadar jika Arga mengundang mereka untuk menghadapi acara pernikahannya dan sang mempelai wanita adalah mantan rekan kerja mereka sendiri. Mereka memandangi Siska tak berkedip beberapa detik seolah masih tak mempercayai jika di balik keanggunan seorang wanita yang kini di balut oleh Gaun cantik itu adalah Siska.


Arga tak melepaskan senyumannya saat melihat Siska kini telah berhadapan dengannya. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Siska naik ke pelaminan.


Istri ku yang sangat cantik. Bagaimana dia bisa berubah seperti putri kerajaan seperti ini? Gaun ini sangat pantas untuk di kenakan. Dia membuatku semakin tidak bosan untuk menatapnya lama-lama.


"Kamu sangat cantik," bisik Arga saat Siska telah berdiri di sampingnya. Wajah Siska seketika merona merah saat hembusan napas itu mengenai pangkal lehernya. Arga meraih telapak tangan Siska dan menyatukannya dengan jari-jarinya.

__ADS_1


****


Setelah seharian menemani Arga duduk di pelaminan. Pesta mewah yang di rencanakan Arga berakhir hingga larut malam. Kini tubuhnya terasa sangat lelah, ingin rasanya ia segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dan tidur terlelap dengan nyaman. Namun merasakan Gaun Pernikahannya yang terasa berat, Siska mecoba melepaskan resleting Gaun yang berada di punggungnya.


Entah kemana perginya Arga, setelah memintanya untuk lebih dulu beristirahat hingga beberapa menit berlalu Arga belum juga kembali menemuinya di kamar.


Siska masih berusaha melepaskan gaun panjangnya itu. Tangannya tak bisa menjangkau pengait yang sudah sebagian terbuka hingga memperlihatkan lekukan tulang punggungnya.


Siska menghembuskan napasnya sejenak, dahi sedikit berkeringat karena berusaha melepas gaunnya. Langkah kaki seorang pria masuk ke dalam ruangan Siska tanpa di sadari oleh wanita itu. Siska tidak menyadari jika pintunya tidak tertutup rapat. Pria itu menggantikan tangan Siska yang berada di belakang punggungnya. Sentuhan tangannya pria itu membuat bulus halus di tubuh Siska seakan bergejolak ingin di puaskan.


Pria itu semakin mendekatkan tubuhnya sembari menarik turun resleting Gaun Siska hingga terlepas sepenuhnya. Tercium aroma parfum maskulin dari tubuhnya. Siska sangat mengenali pemilik aroma wangi itu, Yah, pria yang kini tengah merengkuhnya dari belakang adalah Arga, pria yang telah sah menjadi suaminya.


Tubuh polos Siska yang kini tanpa memakai sehelai kain apapun menjadi pusat perhatian Arga. Ia mencium punggung Siska yang seakan menggodanya untuk ia sentuh.


Siska membalikkan tubuhnya dan menatap sepenuhnya kearah Arga. Ia melingkarkan kedua tangannya di bahu suaminya. Siska mencondongkan wajahnya hingga jarak di antara keduanya semakin dekat.


"Apa kamu sudah mengunci pintunya?" Siska mengarahkan kedua matanya pada pintu kamar dengan kunci yang masih bergelantung disana.


Menyadari kecerobohannya, Arga terkekeh geli sembari melepaskan tangannya dari tubuh polos Siska yang sedari tadi dijamah nya dengan leluasa.


Klek

__ADS_1


Pintu terkunci. Kini Arga hanya akan menikmati malam panjang yang sangat diinginkannya sejak lama. Beberapa Minggu ini ia menahan hasratnya dari tubuh Siska yang seolah tanpa Siska sadari lekukan tubuhnya menggoda Arga untuk merasakannya kembali.


Arga berjalan mendekati Siska yang tengah membalutkan tubuhnya dengan selimut. "Kenapa kamu memakai selimut itu? selimut ini hanya akan menganggu kegiatan malam kita," Bisikan Arga membuat Siska memanas.


Arga mendekat satu langkah dari Siska dsn mengunci tubuh wanita itu dalam pelukannya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Arga membenamkan bibirnya dalam belahan bibir Siska yang terlihat merah segar. Salah satu tangan Arga mulai bergerilya menyentuh tubuh Siska dan membuka perlahan selimut yang membungkus tubuh mungil Siska.


Siska melepaskan kancing kemeja Arga dengan kasar seakan tak sabar menenggelamkan tubuhnya dalam dada bidang Arga yang berotot. Ciuman bibir di antara mereka semakin menuntut dan tak terkendali, Arga menuntun Siska hingga ke sisi ranjang dan menjatuhkan tubuh wanita itu perlahan ke atas tempat tidur.


Arga mulai menelusuri setiap bibir Siska yang semakin ia pagut lebih dalam, hingga tangannya kini mulai menjamah setiap inchi tubuh dari wanita itu. Tubuh Siska melebur saat gairah yang memanas melahap sekujur tubuhnya. Ia menggigit bibir bawahnya saat sesuatu terasa membelah di bawah sana. Ia mencengkram erat lengan Arga saat rasa sakit itu semakin menjalar hingga ke tulang belakangnya. Suara desahan yang ia tahan seketika lolos dari bibirnya saat gairah itu semakin memanas.


Dan malam yang dingin dan melelahkan itu, Siska memasrahkan tubuhnya kepada Pria yang telah lama ia cintai. Untuk kedua kalinya pergumulan di antara mereka terjadi, namun percintaan mereka malam itu sangat berbeda dari sebelumnya. Tidak ada paksaan dan derai air mata kekecewaan, mereka menghabiskan malam dengan saling merengkuh tubuh masing-masing yang tanpa memakai sehelai kain apapun.


Arga mencium dahi Siska yang telah tertidur dalam dekapannya. Setelah pelepasannya beberapa menit yang lalu. Siska terlihat sangat lelah,deru napas mereka saling bersahutan dan butiran keringat yang membasahi tubuh Arga.


Arga menarik selimut yang tergeletak di bawah kakinya dan menutupi tubuh polos mereka setelah pergumulan panas mereka.


"Terima kasih sayang, malam ini aku sudah puas menjenguk bayi kita. Katanya, dia sehat. Besok malam dia ingin aku menjenguknya lagi," ucapnya di sisi telinga Siska dan membuat wanita itu kembali membuka kedua matanya melebar.


"Kau gila!" celetuknya seketika membuat Arga terkekeh geli melihatnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,


__ADS_2