FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#91 : MENGUNGKIT MASA LALU


__ADS_3

"Tidak apa Ma, aku hanya kram saja. Kata dokter kandungan itu hal yang wajar,"


Laili melebarkan kedua matanya menatap Siska. "Dokter kandungan? apa kamu sedang..,"


"Iya Ma, Siska hamil,"


[EPISODE SEBELUMNYA]


Laili memeluk Siska terharu mendengar pengakuan wanita itu. Seorang wanita yang telah menjadi seorang istri merasa sangat sempurna saat buah hati yang mereka nantikan hadir dalam hangatnya keluarga.


"Apa kamu sudah memeriksakan kandungan mu ke dokter? Mama bisa menemani kamu kesana sekarang,"


Siska mencegah yang akan beranjak dari tempat duduknya. "Tidak perlu Ma, Siska sudah memeriksakan kandungan Siska beberapa Minggu yang lalu bersama Arga. Dokter kandunganku juga selalu memantau kondisiku dengan baik,"


"Lalu apa katanya? kapan jadwal pemeriksaannya lagi?"


"Bayinya baik-baik saja. Ini sudah jalan ke empat bulan, kram kaki atau morning sickness sudah hal yang wajar di alami wanita hamil,"


Laili menatap penuh tanda tanya pada Siska. Ia terlihat memikirkan beberapa hal setelah mendengar ucapan Siska. " jalan 4 bulan? bukankah pernikahan kamu masih 2 bulan yang lalu?"


Raut wajah Laili seketika berubah. Sorot matanya penuh selidik kearah Siska seolah wanita itu kini tengah melakukan hal buruk pada keluarganya.


"Apa..., bayi itu bukan anak dari Arga?" tanya Laili seakan ragu dengan pertanyaannya sendiri. Ia seolah tak mempercayai dengan apa yang dia pikirkan saat ini.


"Tidak Ma, aku bersumpah jika ini anak dari Arga. Ma, ceritanya panjang. Saat itu, hubungan kami tak sebaik ini. Karena kesalahpahaman di malam itu membuatku dan Arga...," Siska menceritakan semua yang ia alami dengan Arga sehingga membuatnya terjebak dalam hubungan yang sangat rumit.


"Tapi karena hadirnya anak ini juga aku bisa sedekat ini dengan Arga, Ma. Ma percayalah, aku sangat mencintai Arga," ucap Siska mengakhiri ceritanya yang kembali mengingat masa lalunya.


Laili menghapus air matanya yang sejenak ia tak sadari telah membasahi wajahnya. Laili merasa simpati mendengar cerita hidup Siska yang tak mudah untuk di lalui. "Maaf, tadi Mama menuduh kamu yang bukan-bukan..," Laili memeluk Siska dan menepuk pelan bahu Siska untuk menenangkannya.


"Semoga setelah ini kehidupan kamu akan selalu bahagia Sis. Kamu wanita yang baik, Mama bersyukur Arga memilih wanita yang tepat,"


Siska menganggukkan kepalanya lirih. Dia kembali teringat dengan permasalahan yang terjadi antara Arga dan Mama Mertuanya itu.

__ADS_1


"Ma, apa aku boleh bertanya sesuatu?"


Laili tersenyum mengiyakan, "Ada apa Nak? kenapa kamu terlihat resah?"


"Tidak aku hanya ingin tau, masalah apa yang terjadi antara Arga sama Mama. Kenapa Arga sangat marah pada Mama?"


Laili mengalihkan kedua matanya dari sorot mata Siska yang seakan mendesaknya untuk berbicara. "Ini masalah lama Sis, kamu gak perlu tau,"


Siska meraih telapak tangan Laili dan menggenggamnya. "Ma, Siska perlu tau. Maaf jika Siska lancang, tapi Siska ingin hubungan keluarga ini membaik. Siska tau kalau Mama juga sangat menyayangi Arga walaupun Arga bukanlah anak kandung Mama,"


Laili terdiam, ia nampak ragu untuk menceritakan masalah yang telah berlarut-larut panjang itu. "Jika Mama cerita, Bukankah Arga akan semakin membenci Mama? aku tidak ingin itu terjadi Siska. Aku tidak ingin Arga semakin menjauhi ku lebih dari ini,"


Siska menghapus butiran air mata yang terjatuh di wajah wanita parubaya itu. "Mama percaya Siska kan? Arga tidak akan marah dengan Mama, tapi sebaliknya dia akan mulai menerima Mama sebagai Ibunya. Jadi ku mohon, bisakah Mama menceritakan masalah itu padaku?"


"Mama dulu adalah sekretaris di perusahaan Jankfood Indonesia. Tepat setelah satu tahun peringatan kematian Mama Arga, Papa mertua kamu ingin menikah denganku. Bukan karena ia mencintaiku tapi karena ia memerlukan sosok wanita yang bisa menjaga Arga. Alasan ia menikahi ku hanyalah untuk menggantikan sosok Ibu yang telah hilang dari Arga,Sis. Tapi semuanya tak seindah yang Mama pikirkan, Arga sangat membenci Mama, dia sangat membenciku saat dia tahu Mama akan menjadi Ibu barunya."


Isak tangis Laili yang terdengar membuat Siska merasa Iba. Ia terharu dengan pengorbanan yang di lakukan Seorang wanita yang bersedia menikah tanpa ada rasa cinta sedikitpun untuknya.


Siska memeluk Laili dan mencoba menenangkannya. "Mama sama sekali tidak ingin Arga membenci Mama,Sis. Aku bukanlah perusak keluarga mereka. Papa Mertua kamu memilih menikahi Mama karena setelah kematian istrinya hanya akulah wanita yang ia percayai. Tapi cinta? aku pun sama sekali tidak pernah mendengar kata-kata itu terlontar dari bibir suami ku Siska,"


Siska janji Ma. Siska akan membuat keluarga ini menjadi utuh kembali. Tidak saling menjauh seperti ini, Siska janji pada Mama.


****


"Sayang aku pulang," seru Arga yang telah berada di samping pintu rumahnya. Arga melangkahkan kakinya menaiki anak tangga untuk pergi menuju kamar pribadinya.


Arga membuka pintu kamarnya dan melihat Siska yang tengah asik dengan serial drama Korea kesukaannya dan se-toples kue kering yang menemaninya.


"Sayang, aku kira kamu udah tidur," Arga mendekati Siska yang duduk di atas tempat tidurnya sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran kasur.


"Kaki ku sering kram dari tadi, untung saja tadi ada Mama Laili, dia membantuku memijat kedua kakiku." jawab Siska sembari memasukkan sepotong kue ke dalam mulutnya.


"Kenapa dia sering kesini? lain kali minta dia untuk pergi," raut wajah Arga berubah kesal saat mendengar nama Laili.

__ADS_1


"Kenapa? Mama Laili bahkan membawa banyak kue untuk kita," tunjuk Siska pada sebuah keranjang kue yang berada di atas meja.


Arga tidak mengatakan apapun. Ia merasa percuma jika berdebat dengan istrinya, yang ada hanya akan membuat pertengkaran di antara mereka. Arga melepaskan kemeja yang di pakainya hingga memperlihatkan otot-otot kekar di tubuhnya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ekor mata Siska bergerak mengikuti tubuh Arga yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Aku harus bisa membuatnya berdamai dengan Mama Mertua. Tapi bagaimana caranya? Arga sangat keras kepala, dari cerita yang di ungkapkan Mama tidak seharusnya Arga marah seperti ini. Papanya menikahi Mama Mertua hanya untuk kebahagiaan Arga. Pasti ada kesalahpahaman di antara mereka.


Beberapa menit kemudian, Arga keluar dari kamar mandinya dengan jubah mandi berwarna putih yang membungkus tubuhnya. Siska yang melihat kedatangan suaminya segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan kearah lemari mengambil piyama milik suaminya.


"Arga, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu," serunya sembari memberikan setelan baju tidur itu pada Arga.


"Ada apa? apa kamu mencemaskan sesuatu?"


Siska mengangguk membenarkan. Siska kembali duduk di atas tempat tidurnya dan meminta Arga untuk segera datang menemaninya. "Kemari lah."


Arga menyunggingkan bibirnya seolah bisa membaca apa yang di inginkan Istrinya. Arga merangkak naik ke atas tempat tidur dan menarik pinggang Siska untuk lebih dekat dengannya.


"Mau apa?" tanya Siska yang merasakan tangan Arga telah bergerilya masuk ke dalam bajunya.


"Mengabulkan apa yang kamu minta," Arga akan mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir ranum milik Siska.


"Bukan ini yang aku katakan, aku ingin membicarakan hal penting denganmu," Siska meletakkan telapak tangannya di bibir Arga yang sudah siap menciumnya.


Arga terkekeh geli, ia membenarkan posisi duduknya di samping Siska. "Katakan ada apa?"


"Ini tentang Mama, bisakah kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dulu? Arga jika kamu menganggap ku istri dan bagian dari keluarga ini seharusnya kamu memberitahu ku apa yang terjadi,"


Arga menghela napas panjang sembari menatap lekat wajah Siska yang kini memandanginya.


"Dia, wanita yang membuat Mamaku menderita Sis. Dia yang membuat hubungan di antara Papa dan Mama hancur. Wanita murahan itu dia hanya menginginkan kekayaan keluarga Dewantara dan menghancurkan ruman tangga seseorang,"


BERSAMBUNG


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.

__ADS_1


Terima kasih,


__ADS_2