FIRST NIGHT WITH MY BOSS

FIRST NIGHT WITH MY BOSS
#55 : TUJUAN BARU


__ADS_3

"Aku sudah melakukan misi kedua ku dengan baik. Jadi ku harap kamu tidak mengingkari janjimu, tuan pemberi modal,"


EPISODE SEBELUMNYA


Arga menatap layar ponselnya membaca sebuah pesan singkat yang dikirimkan seseorang yang sangat ia kenal.


"Baiklah, kerja bagus Abimanyu. Dengar dengan baik, Ini adalah misi terakhirmu. Berikan aku satu posisi kerja di perusahaan milikmu. Setidaknya posisi kerja itu berhubungan langsung dengan Siska disana," pinta Arga sembari memainkan jari-jarinya. Ia nampak senang karena tujuannya akan semakin dekat.


"Posisi? sebagai apa? dengar ya Arga. Cukup Siska yang bekerja di perusahaan ku sekarang. Bahkan aku sama sekali belum mengetahui bagaimana wanita itu bekerja dan sekarang kamu ingin aku menerima kamu di perusahaan ku? Apa yang akan kamu lakukan?" Abimanyu nampak kesal dengan keinginan Arga yang tidak masuk akal baginya. Arga adalah pemilik salah satu perusahaan terkenal di Indonesia. Bahkan namanya sangat tidak asing di telinga investor.


Apa dia gila? untuk apa dia bekerja di perusahaan start up seperti ini?


"Aku tidak bisa menerimanya. Ini perusahaan ku, Jangan mempermainkan pekerjaan seperti ini. Kamu tau benar Arga, bagaimana aku merintis perusahaan ini. Bahkan aku rela melakukan hal gila seperti ini untukku. Jadi tolong jangan libatkan perusahaan ku terlalu jauh,"


Di balik ponsel Abimanyu, Arga terlihat menggelengkan kepalanya mendengar celotehan dari rekan kerjanya itu.


"Abimanyu, aku akan melakukan pekerjaanku dengan baik di perusahaan mu. Kamu tenang saja, aku bukanlah pesaing bisnis kotor yang akan menghancurkan perusahaan mu. Percaya padaku, aku hanya ingin lebih banyak waktu dengan Siska. Dengan begitu aku bisa leluasa menjaganya,"


"Kenapa tidak secara langsung saja? untuk apa perlu posisi kerja di perusahaan? Kamu sangat Aneh Mr. Pemberi modal,"


"Karena disana aku datang bukan sebagai Arga. Aku akan menjadi orang lain yang tidak akan di kenal oleh Siska. Sudahlah, percaya saja padaku. Sebagai imbalannya aku akan memberikan 2x lipat modal bisnis untukmu"


Abimanyu memicingkan kedua matanya mendengar ucapan Arga. Dahi nya yang berkerut membuatnya semakin terlihat serius. "Apa kamu yakin? dua kali lipat?"


"Tentu, tapi ingat, aku memiliki hak atas pengawasan dan keputusan setiap bisnis yang kamu jalani. Kamu memerlukan setiap persetujuanku saat mengambil keputusan. Setuju?"


Abimanyu tersenyum lega. Setidaknya masalah keuangannya telah teratasi karena bantuan Arga.


Aku yakin jika dia sangat berdedikasi pada pekerjaannya. Karena itulah aku yakin Arga, aku mempercayakan mu untuk ikut andil dalam pengelolaan Bisnisku.


"Baiklah aku setuju. Posisi apa yang kamu inginkan?"


Pertanyaan Abimanyu itu membuat Arga memikirkan sesuatu. Ia harus mengambil keputusan yang benar, Jika tidak semua yang ia lakukan selama ini akan sia-sia.


"Bukankah dia memegang posisi Manager Personalia? maka biarkan aku menjadi staff di divisi yang sama dengannya." Seru Arga setelah beberapa detik. Di seberang telepon, Abimanyu terlihat mempertimbangkannya.


Untuk apa pengusaha sukses sepertinya hanya ingin posisi staff. Sudahlah, terserah padanya. aku mempercayainya. Aku yakin dia akan melakukannya dengan baik.


"Baiklah setuju," jawab Abimanyu kemudian.

__ADS_1


Suara ketukan dari balik pintu ruangannya membuat perhatian Pria itu teralihkan sejenak.


"Aku ingin memberikan surat kerja ini. Aku sudah menandatangani surat itu. aku setuju dengan setiap peraturan yang ada di perusahaan." Siska melangkah mendekati meja Abimanyu dan menyerahkan beberapa lembar surat bermaterai itu. Di balik telepon Abimanyu, Arga juga mendengar setiap percakapan mereka karena panggilan teleponnya yang masih tersambung.


"Baiklah, kamu bisa langsung bekerja hari ini. Ruang kerjamu ada di lantai 2 dan untuk seragam khusus perusahaan dan name tag kamu bisa memintanya pada sekretaris ku, Lisa,"


"baik, terima kasih." Siska membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan ruangan Abimanyu namun langkah terhenti dan kembali berbalik menatap Abimanyu.


"Aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Siska ragu-ragu.


"Ada apa?" Abimanyu menatap kearahnya, dan tentu saja Arga masih mendengarkan percakapan mereka.


"Hhmm, saya ingin mengatakan.. bisakah saya menerima gaji di muka?" lanjutnya dengan wajah tertunduk.


Siska tahu, sangatlah lancang jika di hari pertama kerja dia meminta gaji pertamanya. Namun tak ada pilihan lain, ia membutuhkan uang itu untuk menopang hidupnya.


Abimanyu menatap bergantian pada Siska dan ponselnya yang masih tersambung dengan Arga.


Ada apa dengan mereka berdua? yang satu ingin bekerja di perusahaan ku, dan yang satunya lagi ingin gaji di muka? Astaga, kenapa aku terjebak dengan mereka.


"Tunggu sebentar, aku akan memikirkannya terlebih dahulu." jawab Abimanyu setelah semenit berlalu.


Abimanyu meraih ponselnya kembali dan mendekatkan benda persegi panjang itu di telinganya. "Bagaimana? apa aku perlu memberikannya? sejujurnya aku sangat keberatan dengan permintaan wanita itu,"


Di tempat lain, senyuman tipis di bibir Arga telah menjawab pertanyaan Abimanyu. "Berikan saja, jika kamu keberatan, aku yang akan mengganti uangmu." timpal Arga sembari mengemudikan mobilnya ke sesuatu tempat.


Abimanyu mendengus kesal, "sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan?"


"Sekarang, aku akan pergi ke kantormu, jadi persiapkan untuk penyambutan ku," ucapnya lagi sebelum mengakhiri panggilan telepon itu sepihak.


"Hey, Arga! penyambutan apa? Halo!" sahut Abimanyu kesal namun panggilan telepon itu telah berakhir tiba-tiba.


"Sial, pria itu selalu saja memerintah,"


****


Siska duduk dengan cemas menunggu keputusan Abimanyu, ia menautkan jari-jarinya dan berharap Abimanyu akan menyetujui permintaan yang tidak masuk akalnya. Tak lama, dering telepon masuk membuatnya tersadar dari kecemasannya.


"Temui aku di ruangan ku, aku akan memberikannya,"

__ADS_1


Sedetik berlalu, Siska terdiam tanpa mengatakan apapun. Namun saat menyadari jika itu suara Abimanyu, wanita itu nampak bahagia.


"Terima kasih," Siska berjalan menuju lift untuk pergi ke ruangan Abimanyu. Senyum di wajahnya itu masih bertahan menghiasinya.


Brukkk


"Astaga maaf!" ucap Siska panik saat tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang. Ia terlalu senang, hingga ia tidak menyadari jika seseorang tengah berdiri di depannya.


"Tidak apa, Kamu baik-baik saja kan?" tanya pria berkumis dan berkacamata itu.


"Aku tidak apa, maaf telah menabrak mu," ungkap Siska merasa bersalah. Dokumen pria itu menjadi berantakan karenanya.


"Sudahlah tidak apa, bisakah saya tau dimana tempat direktur utama?" tanya pria berkumis itu dengan raut wajahnya yang nampak kebingungan.


"Direktur Utama?"


"Iya, aku perlu bertemu dengannya," jawab pria itu yang tidak melepaskan tatapannya dari Siska.


"Tentu saja aku tau, aku juga akan pergi menemuinya," jawab Siska sembari masuk ke dalam lift di ikuti Pria itu.


"Terima kasih, sudah mau membantuku. Kamu sangat baik, wanita yang ada disana tak ingin membantuku. Mungkin karena penampilanku sangat kuno dan jelek"


Siska memperhatikan wajah pria itu yang nampak sedih. Siska tersenyum menenangkannya dan menepuk bahu pria itu untuk menyemangatinya.


"Kamu tidak jelek, setiap orang memiliki selera penampilan sendiri-sendiri. Kamu terlihat tampan jika kamu percaya diri. Tidak perlu mendengarkan kata orang yang hanya akan membuat semangatmu hilang."


Pria itu mengangguk membenarkan. Pintu Lift terbuka, Siska berjalan mendahuluinya. Di belakang Siska, pria itu nampak tersenyum menatap lama kearah Siska.


Mulai hari ini, kamu tidak akan bisa jauh dari ku, Sis. Entah mengapa, langkah kaki ini hanya tertuju padamu. Melihat senyuman kecil di bibirmu, membuatku merasa lega.


BERSAMBUNG


Siapa pria berkumis itu? Sepertinya dia sangat mengenal dengan baik Siska? Apa dia memiliki tujuan tersembunyi pada Siska?


TUNGGU KELANJUTANNYA SEGERA. SEBELUM ITU, YUK JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG NOVEL INI AGAR BISA MASUK DI RANKING JUMLAH VOTE. (VOTE VOTE DAN LIKE JUGA YA NOVEL INI YA) BIAR SEMANGAT GITU UNTUK UPDATE RUTIN. YUK VOTE BIAR CEPAT LANJUT. FAVORITKAN JUGA NOVEL INI BIAR KALIAN GAK KETINGGALAN CERITANYA.


Terima kasih,


Happy Reading Gaes,

__ADS_1


Instagram : @ilyuaml1


__ADS_2